iden
Previous Next

Pembekalan Mahasiswa KKN Universitas Muria Kudus 2022

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Kuliah Kerja Nyata Universitas Muria Kudus (KKN-UMK) merupakan salah satu bentuk kegiatan akademik yang memberikan pembelajaran dan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk terlibat aktif dalam rangka pengabdian mereka terhadap masyarakat.

Berlangsung secara daring, hari Kamis (26/72022) Universitas Muria Kudus mengadakan pembekalan kepada mahasiswa KKN dengan tema besar yang diangkat yakni "Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Ekonomi, Sosial Humaniora, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi".

Membuka acara, Wakil Rektor I UMK Dr. Dra. Sulistyowati, S.H, C.N. menyampaikan, pembekalan KKN ini merupakan rangkaian proses kegiatan KKN yang harus diikuti mahasiswa sebelum diterjunkan langsung Agustus nanti. Dirinya berpesan agar selalu menjaga nama baik Universitas Muria Kudus, “Jagalah nama baik UMK,  dan jadilah prototype model sebagai mahasiswa UMK yang cerdas dan santun”, ucapnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN UMK diharapkan dapat menjalankan program kegiatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat. “Buatlah program kegiatan KKN yang benar-benar dibutuhkan masyarakat”, terangnya. Dengan membuat program kegiatan yang tepat akan berdampak positif bagi masyarakat. “Nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat bahwa KKN UMK akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat”, tuturnya.

Pada kesempatan ini, para peserta pembekalan KKN diberikan penjelasan mengenai penyusunan program, pelaksanaan dan pelaporan. Fokus program KKN UMK tahun ini yakni mengenai penanganan kasus stunting dan juga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

Mengundang narasumber sesuai bidangnya, dr. Maria Sitha Mandaru membahas mengenai stunting dan bagaimana mencegahnya, Dokter Maria menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek pada usianya. “Stunting diakibatkan kekurangan gizi kronis, kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan baru akan nampak setelah 2 tahun”, jelasnya.

Status gizi balita Indonesia berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 sebanyak 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting. “Stunting merupakan kegawat-daruratan nasional, yang berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, serta menurunkan produktifitas”, terangnya. Setelahnya , stunting akan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan.

Menurut dr. Maria, stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada periode  1000 hari pertama kehidupan (HPK). “Dengan 1000 HPK yang optimal , gizi yang tepat ditambah pencegahan penyakit akan mencegah stunting sehingga tumbuh kembang anak akan optimal”jelasnya.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN UMK diharapkan mampu melihat kondisi yang terjadi dimasyarakat dengan membuat program yang tepat bagi masyarakat. Selain penanganan stunting, mahasiswa KKN juga difokuskan terhadap penanganan dan pemulihan ekonomi akibat adanya covid-19. Salah satu cara membangun ketahanan pangan adalah dengan memanfaatkan pekarangan/lahan untuk mendukung ketahanan pangan pada keluarga.

Sebanyak 2371 peserta KKN UMK tahun ini, diharapkan dapat membawa nama Universitas Muria Kudus dengan membangun citra positif bagi masyarakat bahwa mahasiswa UMK mampu dan memiliki daya saing serta dapat membawa Universitas Muria Kudus yang unggul dan berdaya saing global. (Humas-Linfokom)