iden

Luthfa Nugraheni, Dosen PBSI UMK Raih Doktor di Usia Muda

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK- Salah satu dosen Universitas Muria Kudus (UMK), Luthfa Nugraheni berhasil meraih gelar doktor pada usia masih sangat muda, yaitu 31 tahun di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (22/6/2022). Ia lulus doktor di usia muda dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3.76 dengan predikat cumlaude.

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus (FKIP UMK), tersebut resmi menyandang gelar doktor dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Surakarta setelah berhasil mempertahankan disertasinya. Adapun disertasinya berjudul, ‘Pengembangan Media Pembelajaran Cerita Rakyat Berbasis Pendidikan Karakter untuk Peserta Didik Sekolah Dasar di Kabupaten Pati’.

 “Saya mengucapkan selamat kepada doktor baru kita, Doktor Luthfa Nugraheni yang telah lulus ujian doktor di UNS tepat waktu.  Kesan saya Ibu Luthfa adalah mahasiswa yang rajin. Buktinya adalah yang bersangkutan lulus tepat waktu dengan publikasi prima, yaitu jurnal Q1.” Tutur Prof. Dr. Andayani, M.Pd., selaku ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Surakarta.

Saat disertasi Luthfa dipromotori oleh Prof. Dr. Suyitno, M.Pd. Co-Promotor 1 Prof. Dr. Herman J. Waluyo M.Pd., dan Co-Promotor 2 Dr. Nugraheni Eko Wardani, M.Hum.

Saat ujian disertasi ia diuji oleh Dr. Mardiyana M.Si sebagai ketua Penguji, Prof. Dr. Andayani, M.Pd, Dr. Atikah Anindyarini, M.Hum, Prof. Dr. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd., Prof. D.r Suyitno, M.Pd., Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd., dan Dr. Nugraheni Eko Wardani, M.Hum.

Perempuaan asli Pati tersebut mengembangkan media pembelajaran  cerita rakyat dalam bentuk wayang beber yang dikombinasikan dengan tokoh legenda asal pati yaitu Wasis Joyokusumo.

“Media pembelajaran cerita rakyat yang saya kembangkan adalah dalam bentuk Wayang Beber yang dikombinasikan dengan Legenda Wasis Joyokusumo asal Pati. Wayang Beber Wasis Joyokusumo ada 2 gulungan. Cara memainkan wayang tersebut adalah dibentangkan atau dibeberkan lalu diletakkan di tiang penyangga. Kemudian dalang yang bisa dimainkan Bapak/Ibu guru dan peserta didik menceritakan dengan menunjukkan tiap tiap gambar,” tutur perempuan kelahiran Pati, 18 maret 1991 yang juga anak dari Bapak Sarwi SPd dan Ibu Sunarti.

Menurut   Istri dari Serka Tri Unggul Pamungkas, S.Psi. dan Ibu dari Keisha Callista Nabilah, Unggra Yodha Dewantara, dan Kurnia Adhitama ini, tujuan pengembangan media tersebut diharapkan Agar media pembelajaran cerita rakyat dalam bentuk Wayang Beber Wasis Joyokusumo dapat diterapkan di seluruh SD Kabupaten Pati. Hal ini dikarenakan SD di Kabupaten Pati memiliki klasifikasi sekolah kota, sekolah semi kota dan sekolah desa. Selain itu, peserta didik dapat mengetahui salah satu warisan budaya Indonesia tertua di Indonesia yakni wayang beber.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran cerita rakyat dalam bentuk wayang beber Wasis Joyokusumo ketika diterapkan dalam pembelajaran di sekolah hasilnya dapat meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik

“Hasil penelitian saya ini semoga dapat bermanfaat bagi pendidik dan Peserta didik karena media ini dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran peserta didik dan mereka dapat memanfaatkan media untuk pembelajaran bercerita, khususnya menceritakan kembali legenda Wasis Joyokusumo di Pati Jawa Tengah dengan bahasa mereka sendiri. Peserta didik juga dapat mengimplementasikan pendidikan karakter arif dan bijaksana di dalam lingkungan bermasyarakat,” tuturnya.

Luthfa Nugraheni merupakan doktor ke-6 di Prodi PBSI FKIP UMK dan semakin memperkuat PBSI FKIP UMK untuk maju mendirikan PPG dan prodi S-2 Ilmu Pendidikan Bahasa. Lulus doktor di usia muda dengan publikasi Q1 merupakan sebuah prestasi yang membanggakan.

 “Kami mengucapkan selamat kepada Ibu Luthfa atas diraihnya gelar Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia di Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Semoga gelar yang diperoleh semakin memacu dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi, baik pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Terutama untuk prodi PBSI FKIP dan almamater Universitas Muria Kudus,” Tutur Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd., selaku Kaprodi PBSI UMK. (Ahsin/Red)