iden
Previous Next

CV Tlogowungu Farm Sepakat Jalin Kerjasama dengan UMK

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Menindaklanjuti kunjungan dari Universitas Muria Kudus ke CV Tlogowungu Farm pada waktu lalu, keduanya sepakat untuk jalin kerja sama. Bertempat di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Rabu (22/06/2022), kedua belah pihak sepakat untuk tanda tangani nota kesepahaman. 

Kerjasama antar keduanya ini berisi pengembangan teknologi dan inovasi khususnya pada bidang pertanian. Rektor Universitas Muria Kudus Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si, menyampaikan, "Semoga niatan kerjasama yang baik antar keduanya ini senantiasa terlimpah berkah sehingga mendapatkan multiplayer manfaat positif untuk semua pihak khususnya adalah masyarakat",ucapnya. 

Rektor UMK menambahkan, situasi pertanian saat ini masih belum tersentuh menyeluruh oleh digitalisasi. Padahal, Indonesia sendiri khususnya pulau jawa merupakan pulau tersubur di muka bumi. Hal ini disebabkan pulau jawa memiliki vulkano mekanisme, yaitu sebuah letupan vulkano yang menghasilkan silika, dimana zat tersebut merupakan unsur utama yang sangat dibutuhkan oleh tumbuh kembangnya tanaman. "Begitu anugrah yang luar biasa dengan agriculture pulau jawa yang kita punya ternyata belum bisa memakmurkan masyarakat secara maksimal", terangnya. Namun, aktualisasi tersebut mulai muncul harapan dengan adanya teknologi dan inovasi salah satu contohnya adalah dari CV Tlogowungu Farm ini.

"Semoga tercipta kolaborasi yang baik, sehingga bisa memunculkan riset yang besar antar keduanya dan menciptakan hubungan mutualisme untuk maju dan berkembang bersama", tutupnya. 

Sementara itu, Dr. Moh. Sobri sebagai pendiri dari CV Tlogowungu Farm menjelaskan, "Jika untuk riset dan penelitian, kita akan sangat mendukung karena semangat kita adalah membangun dari pinggir", ucapnya. CV Tlogowungu Farm sendiri membangun teknologi dan inovasi dari pinggir, salah satunya adalah Bioreaktor Kapal Selam. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengolah limbah sampah, kandang menjadi pupuk kompos dan gas metan. Setelah menjadi pupuk akan dihasilkan gas metan yang dapat digunakan mengganti gas LPG ataupun juga dapat menghasilkan listrik. 

Dr. Sobri juga mengatakan, "Kebanyakan teknologi kita seringkali dihadapkan kepada kapitalisasi yang sudah besar, sehingga akan kalah dan akan tenggelam oleh karena itu untuk menang dengan internasional harus dimulai dari pinggir salah satu contohnya adalah teknologi pencacah sampah pukat harimau", ucapnya. Teknologi "Pukat Harimau" ini muncul dari permasalahan sampah yang ada di masyarakat. Pengolahan sampah yang masih menjadi kendala bagi masyarakat Indonesia maupun dunia memunculkan ide temuan untuk membuat mesin menghancurkan segala macam sampah.

Mesin Pukat Harimau ini memiliki empat mata pisau yang dinilai mampu menghancurkan segala macam jenis sampah. Hasil penghalusan sampah nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar dari teknologi bioreaktor kapal selam. "Teknologi Pukat Harimau ini masih memiliki beberapa masalah yang harus kita pecahkan bersama, jadi kerjasama ini nantinya dapat dijalankan dari berbagai bidang dan jurusan yang ada di UMK", jelasnya. 

Sobri menjelaskan, dirinya tidak khawatir jika negara lain mencontek teknologi miliknya, karena teknologi yang dihasilkan dirinya merupakan teknologi pada negara tropis yang tidak bisa asal diterapkan di negara lain. "Mari kita bangun bersama-sama IPTEK dari pinggir, karena itulah keunggulan kita", terangnya. Dirinya juga mengharapkan agar UMK dapat membantu CV Tlogowungu Farm agar dapat berkembang dari berbagai bidang mulai dari bidang teknologi, sosial, hukum yang sesuai dengan program studi yang ada di Universitas Muria Kudus.

Terakhir, CV Tlogowungu Farm bersama UMK dengan adanya kerjasama ini ,semoga dapat berkolaborasi kedepan demi memajukan teknologi khususnya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemaslahatan bersama.(Humas-Linfokom)