iden

PT Tlogowungu Teknologi Indonesia Kerjasama dengan UMK Kenalkan Teknologi Bioreaktor Kapal Selam

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Universitas Muria Kudus berkesempatan berkunjung ke PT Tlogowungu Teknologi Indonesia yang bertempat di Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, Rabu, (15/06/2022). Pada kunjungan kali ini, Universitas Muria Kudus (UMK) mendapatkan kesempatan berkunjung melihat inovasi dan teknologi yang dikembangkan oleh PT Tlogowungu Teknologi Indonesia. 

Dr. Moh. Sobri sebagai pendiri dari PT Tlogowungu Teknologi Indonesia menjelaskan, bahwa tujuan didirikannya perusahannya adalah membangun bisnis model pertanian secara kreatif dan inovatif yang tidak hanya menghasilkan keuntungan bisnis tetapi dampak positif bagi lingkungan pedesaan maupun perkotaan.

Perusahaan yang sudah berdiri sejak 2014 ini memiliki salah satu inovasi teknologi yakni Bioreaktor Kapal Selam. Ide tersebut muncul hasil riset dan penelitian yang berasal dari kotoran kelinci. Bioreaktor kapal selam digunakan untuk mengolah limbah kandang menjadi pupuk kompos dan gas metan.Pupuk kompos organik tersebut lalu dimanfaatkan untuk pertanian sedangkan gas metan yang dihasilkan pengganti gas LPG. "Celah kemenangan teknologi kita memang berbasis pada pinggir desa (gotong royong) , jika kita ditandingkan dengan luar negri (kapitalis) tentunya kita masih kalah jauh", ucapnya. PT Tlogowungu terus berupaya untuk mengembangkan teknologi mereka dengan stakeholder sekitar salah satunya dengan UMK agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Perusahaan ini terus fokus mengembangkan integrated farm , mandiri energi dengan zero cost. Teknologi Bioreaktor Kapal Selam ini sudah terbukti menghasilkan energi listrik dan gas yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, teknologi tersebut juga sudah dilengkapi dengan IoT (Internet of Things) sehingga pengaplikasiannya akan lebih mudah digunakan.

Sebagai contoh, cara menghidupkan mesin untuk pengairan pertanian bisa dilakukan hanya bermodalkan smartphone dan juga bioreaktor kapal selam tersebut. Pada intinya, bioreaktor yang mengkonversikan energi gas menjadi energi listrik yang dapat menghidupkan mesin untuk mengairi pertanian yang ada di kawasan PT Tlogowungu.

Salah satu teknologi lain dari PT Tlogowungu Teknologi Indonesia adalah mesin pencacah sampah yang dinamakan "Pukat Harimau". Mesin ini dapat menghancurkan segala macam sampah baik organik dan anorganik. Memiliki empat mata pisau, mesin pukat harimau ini juga dilengkapi dengan IoT dalam pengaplikasiannya. Hasil penghalusan sampah dari mesin pukat harimau ini lalu bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk bioreaktor kapal selam. "Teknologi pukat harimau ini sebetulnya cukup sederhana, namun kita juga melihat dari sisi sosiologis masyarakat Indonesia", ucap Dr. Sobri. Pendekatan sosiologi menjadi dasar untuk menghasilkan ide teknologi dari PT Tlogowungu, hal tersebut dijelaskan Sobri pada ide temuan dari mesin pencacah sampah. Mesin Pukat Harimau tidak dipisahkan dari jenis sampah yang ingin dihaluskan, namun semua jenis sampah bisa dilebur melalui mesin tersebut.

Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sangatlah banyak dan kompleks, melalui teknologi yang inovatif dan terbarukan seperti dari PT Tlogowungu Teknologi Indonesia ini akan berdampak positif bagi khalayak. Hal tersebut tentunya membutuhkan dukungan salah satunya adalah dari sisi akademisi dan penelitian. Universitas Muria Kudus berkesempatan untuk dapat menjalin kerjasama dengan PT Tlogowungu Teknologi Indonesia salah satunya adalah dengan pendampingan ke masyarakat. Sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi, keduanya akan berkolaborasi demi kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Kerjasama yang terjalin antara Universitas Muria Kudus dengan PT Tlogowungu Teknologi Indonesia memberi kesempatan bagi civitas atau mahasiswa UMK yang mau belajar secara langsung mengenai konsep pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan, memecahkan masalah melalui penelitian secara langsung, serta terus menjalankan peran positif antara kedua pihak khususnya bagi lingkungan dan masyarakat. (Humas-Linfokom)