iden

Sebanyak 12 Mahasiswa Luar Jawa Belajar Gus Jigsang di UMK

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

UMK – Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai universitas di luar Jawa mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Muria Kudus. Mereka mengikuti program mahasiswa merdeka belajar ‘Modul Nusantara’.

Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si mengatakan, progrram ‘Modul Nusantara’ yang diselenggarakan Kemendikbudristek ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk mengenalkan mahasiswa akan keberagamaan. ”Ini menunjukkan banyaknya perbedaan, namun tetap satu (unity),” katanya saat pembukaan dan pelapasan pertukaran mahasiswa merdeka Modul Nusantara di Runag Seminar Lantai IV Geudng Rektorat UMK, Kamis (3/12/2021).

Dengan program ini juga, menunjukkan kepada mahasiswa bahwa republik ini sangat besar, luas, dam beranekaragam. Ketika mahasiswa mampu memahami kekayaan tersebut, tentu akan semakin memahami tentang Keindonesiaan. Apalagi mahasiswa yang belajar di UMK berasal dari luar Jawa semua.

Dengan pemahaam Keindonesiaan yang lebih baik, maka mahasiswa bisa mlanjutkan kemajuan bangsa ini karena sudah memahami keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia. ”Kalianlah yang nantinya akan melanjutkan kemajuan bangsa ini,” terangnya.

Bagi UMK, program ini tentu menajdi sebuah kebangaan, karena UMK dipercaya oleh Kemendikbudristek untuk menjadi host atau tuan rumah penyelenggaraan program ‘Modul Nusantara’.

Sehingga pihaknya mendukung penuh agar program ini bisa berjalan maksimal di UMK untuk batch 6 ini. ”Kami bangga bisa lolos sebagai salah satu mitra, walaupun program relatif baru, namun kami bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa Modul Nusantara di UMK dari STKIP PGRI Banjarmasin, Wulan Jeniardita mengatakan, dirinya senang bisa belajar secara luring di UMK. Sebelumnya hanya secara daring melalui zoom dan materi yang diberikan menggunakan video.

Namun dnegan luring, bisa merasakan langsung kondisi di Jawa dan Kudus pada khususnya, bisa mengetahui budaya dan keragaman lainnya secara langsung. ”bahkan saya shock, ternyata harga makanan di Kudus jauh lenih mruah dibadning di Banjarmasin,” ungkapnya diikuti riuh tertawa yang hadir.

Dalam program Modul Nusnatara, dirinya mendapatkan banyak hal positif, dia bisa belajar tentang menara, klenteng, makanan dan juga ilosofi Gus Jigang yang ada di Kudus. Selain itu juga mendapatkan inspirasi dari narsumber-narasumber yang inspiratif.

Dirinya berharap, kegoatan yang dilakukan ini bisa menajdi kegiatan yang bermakna bagi dirinya dan semua mahasiswa dari luar UMK yang belajar di UMK. ”Wlaupun kami mahasiswa yang di uMK berbde-beda, tapi kami bisa klop dan semoga hubungan ini tidak terputus walaupun program sudah selesai nantinya,” tutupnya.(Humas-Linfokom)