iden

Beda Generasi, Pengelolaan SDM Sebuah Organisasi Harus Tepat

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu unsur penting dalam dalam sebuah lembaga. Apalagi pegawai atau SDM yang berbeda generasi. Sehingga pengembangan SDM juga harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama dan untuk keberlangsungan atau pengembangan secara dinamis dalam organisasi.

Widyaiswara Ahli Utama Kementrian PPN/Bappenas Dr. Ir. Roni Dwi Susanto, M.Si mengatakan, dalam sebuah organisasi, pengambangan SDM sangat dibutuhkan. Sehingga manajemen SDM perlu dilakukan dengan baik. ”Tentunya harus menyesuaikan SDM di era digital seperti saat ini,” katanya saat memberikan kuliah umum untuk mahasiswa Pasca Sarjana di Ruang Seminar Lantai IV  Gedung Rektorat Sabtu (20/10/2021).

SDM di era digital memiliki karakter berbeda, mereka memiliki wawasan dan network yang luas, menyukai kebebasan dan menikmati lingkungan yang serba online. Sehingga pengelolaan SDM di sebuah organisasi harus menyesuaikan.

Dengan manajemen SDM yang baik, tentunya akan menghasilkan banyak hal positif, seperti mengembangkan efentivitas kerja, memeprbaiki kualitas tenaga kerja dalam suatau organisasi sehingga dapat memebrikan kontribusi lebih kepada organisasi.

Selain itu bisa menyeimbangkan antara tujuan dan masing-masing individu dan menyelaraskan hingga mampu bergerak dalam irama yang sama demi mencapai tujuan bersama. ”Kemampuan untuk mengelola SDM sesuai dengan perkembangan zaman adalah sesuatu yang mutlak yang harus dimiliki sebuah tempat bekerja yang visioner di era digital,” terangnya.

Saat ini perlu juga disadari bahwa banyak pegawai yang ada merupakan generasi milinial, tantangannya tentu ada. Generasi Z sendiri memiliki ciri khas, mereka high tech, kebebasan tinggi, individualisme tinggi, melek sosmed, multitasking, efisien, kreatif, inovatif dan standar kehidupannya tinggi.

Sementara generasi Y memiliki ciri khas, antara lain memiliki semangat tinggi, open minded, cepat belajar, melek teknologi, mudah bergaul, suka bekerja dalam tim, siap melompat ke kesempatan yang lebih baik, tidak fokus dan tertarik pada uang.

Sehingga, sebagai pimpinan lembaga tentu harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada lintas generasi tersebut. Memahami karakter tiap generasi dan lebih menguasai teknologi informasi untuk peningkatan kinerja.

Dia menambahkan, saat ini dunia telah memasuki era VUCA, Vilatlity (Volayilitas), Uncertainly (Ketidakpastian), Complexity (Kompleksitas) dan Ambiguity (ambiguitas). Artinya saat ini memasuki era yang penuh ketidakpastian. Sehingga perlu ada antisipasi agar sebuah organisasi bisa berjalan optimal.(Humas-Linfokom)