iden

Tim UMK Buatkan Alat dan Latih Peternak Madu

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Tim pengabdian masyarakat Universitas Muria Kudus (UMK) membantu peternak lebah yang berada di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus. Beberapa kendala yang dialami pertnak lebah diselesaikan, salah satunya kendala pembuatan pondasi sarang lebah yang biasanya harus ke Semarang untuk membuat, kini bisa dibuat sendiri dengan alat tepat guna yang dibuat tim.
Ketua tim pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Taufiq Hidayat mengatakan, program pengabdian yang dijalankannya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya lebah madu. ”Kami melakukan penerapan teknologi guna meningkatkan hail produksi dan meningkatkan jangkauan pemasaran,” katanya Minggu (17/10/2021).
Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan identifikasi permasalahan yang dialami pembudidaya lebah madu. Sehingg dalam PKM ini, target khususnya yakni pembuatan alat pemeras sarang madu dengan desain efisien dan ergonomis.
Lalu pembuatan alat pembuat pondasi sarang madu dan meningkatkan keterampilan peternak dalam memanfaatkan mobile portal ecommerce untuk digitalisasi produk serta optimalisasi promosi dan pemasaran produk.
Dalam PKM itu, pihaknya membuatkan alat pencetak pondasi lilin sarang lebah, sehingga peternak bisa membuat sendiri dan tidak harus ke Semarang. Dalam pembuatan alat cetak pondasi sarang ada sedikit kendala di roller cetaknya, karena berbentuk hexagonal. Apalagi tidak tersedianya roller tersebut di Indonesia.
Selain itu membuat alat pemeras atau ekstraktor madu dengam penggerak motor, sehingga lebih memudahkan proses. ”Selain itu juga membuatkan aplikasi android untuk pemasaran madu agar bisa mendapatkan jangkauan lebih luas,” terangnya.
Dari hasil pengabdian tersebut, ada beberapa perubahan positif, seperti lebah bisa membentuk sarang dalam waktu satu minggu, sebelumnya membutuhkan tiga minggu. Lalu pembuatan cetakan pondasi sarang kini lebih dekat dan tanpa biaya. Sebelumnya cetak pondasi sarang harus ke Semarang dengan harga Rp 1.500 per lembar.
Padahal biasanya setiap cetak sebanyak 350 – 1000 lembar, belum lagi biaya ongkos kirim yang mencapai Rp 200.000. ”Namun dengan alat cetak pondasi yang dibuat tim, pembuatan pondasi hanya butuh sehari dan ongkos cetaknya 0,” jelasnya.
Untuk panen madu juga bisa lebih cepat, sekitar tiga bulan, sebelumnya bisa sampai lima bulan. Untuk penirisan madu juga lebih mudah, apalagi alat ekstraktor madu menggunakan motor bensin, sehingga bisa lebih cepat.
Sedangkan dari sisi pemasaran produk, biasanya belum memanfaatkan teknologi, kini sudah ada aplikasi android yang digunakan untuk pemasaran. ”Tentu kami berharap apa yang kami lakukan berdampak baik pada produktivitas dan ekonomi mitra,” imbuhnya.
Peternak Lebah Madu Desa Kandangmas Saiful Anif mengucapkan terimakasih kepada tim pengabdin PKM dari UMK yang bekerjasama dengan Ristekdikti atas pengabdian yang dilakukan. ”Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian ini,” ungkapnya.
Karena selama ini peternak lebah terkendala pada pembuatan cetak pondasi yang harus dilakukan di Semarang. Sehingga dalam prosesnya membutuhkan waktu lama karena harus antri, namun dengan alat yang diberikan, proses cetak bisa langsung sehari jadi dan tanpa biaya.