iden

Sebanyak 17 Mahasiswa Magang Bersertifikat di BUMN

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) berhasil lolos magang bersertifikat di badan usaha milik negara (BUMN) selama enam bulan kedepan. Pelaksanaan program magang ini selaras dengan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yang dicanangkan pemerintah pusat. Selain itu ada lima mahasiswa yang juga magang di perusahaan konsultan bisnis.

Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) UMK Farid Nor Romadlon mengatakan, sebelum dinyatakan lolos, ada beberapa seleksi yang dilakukan. Bahkan melibatkan dari pihak BUMN. ”Ada seleksinya dulu, karena peminatnya cukup banyak,” katanya Selasa (14/9/2021).

Ada dua tahap yang dilalui peserta magang dalam seleksinya, yakni seleksi administrasi dan wawancara. Khusus wawancara juga melibatkan dari pihak BUMN, sehingga memang sesuai dengan BUMN sebagai tempat belajar sesuai dengan jurusannya.

Sebanyak 17 mahasiswa yang lolos magang bersertifikat tersebut,  nantinya akan ditempatkan di lima BUMN. Yakni PT Bank BNI, PT Semen Gresik, PT kerata Api Indonesia, PT Pegadaian dan PT Bank BTN.

Sementara untuk yang magang di perusahaan swasta yang bergerak di konsultas bisnis, Korn Ferry, ada lima mahasiswa. ”Mereka akan mendapatkan pengalaman banyak dari magang tersebut, tidak hanya di dalam kelas, namun juga ilmu dari lapangan langsung, mereka akan belajar di ‘laut’ setelah dilatih di ‘kolam renang’,” terangnya.

Mereka yang magang di BUMN, selain akan mendapatkan ilmu dan wawasan baru, mereka juga akan mendapatkan uang dati magang setiap bulannya. Selain itu mendapatkan sertifikat terkait kemampuan kerjanya selama magang.

”Sertifikat ini bukan sertifikat abal-abal, sertitifikat ini ketika nanti mendaftar ke perusahaan bisa menjadi penguat kemampuan mahasiswa tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam awal penerjunan magang tersebut, mahasiswa UMK bernama Didik Prasetyo mempresentasikan apliaksi buatannya. Aplikasi tersebut memudahkan perusahaan dalam mengontrol peralatan. Dia membuat apliaksi android untuk inspeksi equipment dengan teknologi NFC dan QR Qode.

Dengan magang tersebut, diharapkan mahasisw amendapatkan pengalaman berbeda, bisa mengapliaksikan ilmunya dengan baik. Bahkan harus belajar agar mendapatkan ilmu lebih banyak, karena langsung bekerja di lapangan.(Humas-Linfokom UMK)