iden

Sapa Mahasiswa Baru, Rektor Ingatkan Mahasiswa Harus Mampu Beradaptasi dengan Perubahan

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) mengikui Sapamaba selama tiga hari mulai Kamis (9/9/2021). Mereka dikenalkan seluk-beluk UMK, mulai dari sejarahnya hingga siapa saja pimpinan universitas dan fakultas.

Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si mengatakan, pihaknya tentu menyambut dengan gegap gempita seluruh mahasiswa baru. ”Kalian semua sudah memilih kampus yang tepat untuk menyngsong masa depan, akan kami antarkan untuk menemukan masa depan anda semua,” katanya saat pembukaan Sapamaba 2021.

Selain memaparkan seluk-beluk UMK mulai dari sejarah hingga pimpinan universitas dan fakultas, rektor juga memberikan gambaran apa yang harus dikuasai saat ini. Karena revolusi industri 4.0 sudah berjalan dan bahkan menuju revolusi 5.0.

Arah peradaban kedepan nmembutuhkan perbekalan yang tidak hany satu kemampuan, tapi harus memiliki berbagai kemampuan atau multi talenta. Sehingga kedepan seseorang harus bisa bekerja di beberapa bidang, tidak hanya satu bidang saja.

Saat ini muncul perubahan – perubahan mendadak yang harus diikuti bersama. Seperti munculnya otomatisasi, internet of thing, claud, robotic, energy storage dan lainnya. ”Mahasiswa harus memahami dan beradaptasi dengan perubahan ini, sehingga bisa mengarungi cara belajar di UMK nantinya,” terangnya.

Perubahan yang banyak terjadi wajib diikuti karena dengan itu bisa bertahan dalam menghadapi perdaban. Sehingga ketika ada kondisi atau keadaan yang berubah, maka semua orang harus berubah.

Perubahan tersebut misalnya, ambruknya toko-toko ritel seperti matahari, seven eleven, giant dan lainnya. Kini sudah pindah ke marketplace seperti tokopedia, shopee dan lainnya. Lalu taksi, ojeg kini juga berubah menjadi gojek, grab, uber dan lainnya.

Dia menambahkan, untuk melihat masa depan, mahasiswa harus menyiapkan diri mulai sekarang. Mahasiswa harus serba bisa, sehingga bisa bertahan dalam setiap keadaan, tantangan dan pekerjaan yang terus berubah.

Ada sepuluh kebutuhan skill yang dibutuhkan untuk mengarungi peradaban saat ini. Menurut World Economic Forum pada 2017, ada 10 skil yang dibutuhkan dan tidak bisa digantikan oleh mesin atau otomatisasi. Yakni Problem solving, critical thinking, cretivity, people management, cordination with other, negotiation, emmotional intellegence, judgment and decision making, service orientation, dan cognitive flexibility.(Humas-Linfokom)