iden

Masa Pandemi, UMK Gencarkan Kerjasama dengan Universitas Luar Negeri

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Masa pandemi tak menyurutkan Universitas Muria Kudus (UMK) untuk terus melakukan pengembangan, salah satunya kerjasama. Kali ini kerjasama dilakukan dengan Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Philipina. Berbagai program akan dijalankan, mulai dari pertukaran dosen hingga mahasiswa.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, kerjasama terus dilakukan, walaupun dalamkondisi pandemi saat ini. Karena memang pendidikan harus terus berkembang, termasuk UMK harus terus berkembang. ”Sehingga jalinan kerjasama dengan universitas luar negeri terus kami lakukan,” katanya kemarin.

Karena dengan kerjasama tersebut, tentu akan banyak manfaat, karena tantangan kedepan membutuhkan banyak sinegi, termasuk lewat kerjasama ini. Kerjasama dengan NEUST merupakan salah satu kerjasama dengan universitas di Philipina, karena sudah ada kerjasama dengan universitas di Philipinan sebelumnya.

Dia menambahkan, kerjasama ini tentu sangat penting dalam rangka kolaborasi, tentunya untuk meningkatkan kualitas masing-masing universitas. Karena akan ada kegiatan yang akan dilakukan antara kedua universitas, tentunya kegiatan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Sementara itu, Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMK Mutohhar, M.Pd mengatakan, pihaknya tentu menyambut baik kerjasama ini. Mengingat banyak manfaat yang akan didapatkan dengan adanya tindaklanjut kedepan.

Seperti pelaksanaan webinar, pertukaran dosen, pertukaran pelajar hingga penelitian gabungan. Untuk waktu dekat,pelaksanaan kegiatan memang masih berbasis online mengingat pandemi yang masih berlangsung.

Namun ketika kondisi sudah normal, tentunya kerjasama yang akan dijalankan akan lebih maksimal. Misalnya mahasiswa UMK bisa belajar satu semester di NEUST dan sebalikny. Sehingga mahasiswa juga bisa mengenal budaya masih-masing negara. ”Selain ilmu yang diajarkan di universitas masing-masing, mahasiswa juga bisa mengetahui bahasa dan budaya lokalnya,” imbuhnya.

Selain kerjasama dengan universitas di kawasan ASEAN, pihaknya juga tengah menjajaki kerjasama dengan universitas di Eropa, termasuk Rusia.Komunikasi sudah dilakukan dan diharapkan dalam waktu dekat kerjasama tersebut bisa segera terealisir.(Humas-Linfokom)