iden

KKN 2020 Berbeda, Mahasiswa Harus Aktif Di Desa Masing-masing

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan Universitas Muria Kudus (UMK) kali ini berbeda dengan sebelumnya. Lokasi KKN sesuai dengan domisili mahasiswa dan KKN Tematik kali ini fokus kepada ‘Pencegahan Covid-19 dan Ketahanan Pangan.

Sekretaris Panitia KKN UMK Mohammad Arifin, M.Kom mengatakan, KKN kali ini sudah berjalan dan selesai pada Desember 2020. Untuk pelaksanaannya memang agak berbeda dengan sebelumnya. ”Sebelumnya pelaksanaan di fokuskan ke desa tertentu, kali ini sesuai domisili mahasiswa,” katanya kemarin.

Pengambilan KKN Tematik Pencegahan Covid-19 dan Ketahanan Pangan berdasarkan beberapa alasan. Paling utama memang membantu pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19. Selain itu, membangun kerjasama dengan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Dengan KKN tematik tersebut, harapannya kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 terus meningkat. Sehingga penyebaran Covid-19 bisa segera teratasi, selanjutnya ekonomi dan sektor lain bisa pulih seperti semula. ”Dalam pelaksanaan KKN, tentu mahasiswa harus mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaan KKN ini, pihaknya juga meminta mahasiswa dengan RT/RW dan relawan. Sehingga tujuan dari KKN tematik bisa terealisasi dengan maksimal, karena memang butuh keterlibatan banyak pihak. 

Sebelum melaksanakan KKN, semua mahasiswa sudah mendapatkan pembekalan, sehingga pelakanaan kegiatan sesuai harapan. Apalagi KKN kali ini cukup berbeda dengan KKN sebelumnya. ”Dosen pendamping tentu diminta melakukan pendampingan secara ketat, dipantau terus agar KKN yang dilaksanakan berjalan baik,” jelasnya.

Dia menambahkan,persoalan yang ditemui mahasiswa dimasyarakat tntu tidak bisa diselesaikan semuanya. Sehingga harus disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan mahasiswa itu sendiri. Sehingga setiap kegiatan KkN berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, terutama saat pandemi seperti saat ini.

Ada beberapa hal yang bisa diangkat, seperti penyuluhan masyarakat,terapi psikologi masyarakat, penguatan psikologi anak, inovasi teknologi tepat guna, penyuluhan dan konsultasi hukum masyarakat terdampak hingga ketahanan pangan. Hal itu disesuaikan dengan fakultas yang ada di UMK.(humas-Linfokom)