iden

Terapkan Blanded Learning, Server Sunan Diperbesar

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Universitas Muria Kudus (UMK) sudah membuat pedoman khusus pembelajaran selama Pandemi Covid-19 untuk semester gasal 2020/2021. Bahkan aplikasi e-learning Sinahu Temenanan (Sunan) sudah diupgrade, server dengan kapasitas besar sudah disiapkan. Tujuannya agar semua materi bisa masuk ke Sunan, tidak hanya power point atau pdf saja, melainkan juga bisa untuk video dan lainnya.

Hal itu disampaikan Rektor UMK Dr. Supatnyo saat kegiatan sosialisasi pedoman pmbelajaran semester gasal 2020/2021 selama masa pandemi Covid-19. Bahkan rektor sudah mengeluarkan peraturan rektor nomor: 060/R.UMK/Kep/Sek/A.18.05/VIII/2020 tentang pedoman pembelajaran selama pandemi Covid-19.

Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMK Dr. Endang Dewi Murrinie mengatakan, untuk perkuliahan dilakukan secara blended learning, dilakukan secara langsung (sinkronus) atau tatap muka (asinkronus) maupun tidak langsung atau tatap maya. ”Tentu paling banyak dilakukan dengan tetap maya,” katanya kemarin.

Untuk tatap muka dilakukan lima kali dan asinkronus dilakukan sebelas kali, untuk jumlah pertemuan sebanyak 16 minggu per semster. Untuk pembelajaran di laboratorium dan studio juga diatur, tetap ada tatap muka.

Untuk tatap muka sebanyak 50 menit, penugasan terstruktur 60 menit dan mandiri 60 menit. Sementara untuk pembelajaran di luar kelas berupa seminar dan sejenisnya tatap muka 100 menit dan mandiri 70 menit. Lalu praktikum, ptaktek lapangan, dan penelitian serta pengabdian sebanyak 170 menit.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka tentunya wajib mengikuti protokol kesehatan yang ketat, mulai dari pengecekan suhu, memakai masker, cuci tangan, menggunakan hand sainitizer dan jaga jarak. Bahkan untuk dosen menggunakan face shield dan saat masuk tidak bersamaan dengan mahasiswa. ”Untuk jumlah tiap kelas dikurangi, kursi yang tidak terpakai disingkirkan,” jelasnya.

Kursi yang tidak terpakai disingkirkan agar tidak digunakan untuk ‘ngobrol, antisipasi karena mahasiswa sudah tidak bertemu temannya cukup lama. Dikhawatirkan ngobrol sehingga tujuan jaga jarak tidak tercapai.

Dia menambahkan, pembelajaran di luar kelasseperti praktikum, kuliah kerja kapangan (KKL), magang hingga praktek pengalaman lapangan (PPL) dan kegiatan yang sejenis yang di luar kelas dilaksanakans ecara terbatas. Instansi yang dituju harus memenuhi protkol kesehatan covid-19 dan bukan kategori zona merah. Untuk pembimbingan dan pelaporan dilakukan secara daring.

Sedangkan untuk kuliah kerja nyata (KKN) dilaksanakans ecara daring dan kegiatan lapangan terbatas, dengan wilayah sasaran daerah domisili peserta. Skripsi dan tugas akhir juga dilakukans ecara daring, namun dalam keadaan tertentu bisa dilakukan tatap muka dengan memenuhi syarat protokol kesehatan.  

Sementara itu, Wakil Rektor I Dr. Murtono mengatakan, untuk pelaksanaan kuliah dari memang akan dilakukan perbaikan. Karena kuliah daring akibat pandemi, bisa dikatakan memang agak kaget, apalagi saat kuliah sudah berjalan. ”Untuk semester depan kita akan lakukan perbaikan, terutama untuk daring,” jelasnya.

Untuk daring nantinya akan dilakukan melalui aplikasi Sunan, apliaksi tersebut tengah ditingkatkan. Sehingga bisa memuat banyak materi, termasuk berupa video, tidak hanya berupa PPT atau pdf, namun akan lebih komplit.

Pihaknya sudah memesan server agar mampu memenuhi proses pembelajaran daring secara maksimal. ”sarana prasarana untuk daring atau memeprkuat sunan harganya cukup mahal, bahkan harus impor, tiga minggu lagi barangnya sampai,” imbuhnya.

Dengan perbaikan sarana prasarana penunjang pembelajaran daring tersebut, diharapkan pembelajaran bisa maksimal. Apalagi saat pandemi seperti saat ini, tentunya harapannya kondisi bisa berangsur normal. ”Kita akan lakukan blended learning, karena itu sebuah keniscayaan, teknologi harus dimanfaatkan untuk peningkatan pembelajaran,” imbuhnya.(humas-Linfokom)