iden

Potensi Besar, UMK Buatkan Mesin untuk Sentra Remitan di Jepara

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Sentra remitan atau kerajinan dari tanah liat di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara masih perlu sentuhan untuk meningkatkan potensi yang ada. Salah satu kendala yang dihadapi perajin dalam mengembangkan produksinya yakni penggunaan alat yang masih manual.
Salah satu kendala yakni terbatasnya alat yang digunakan, beberapa dosen Universitas Muria Kudus (UMK) melihat kondisi tersebut. Akhirnya melakukan pengabdian masyarakat melalui program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD). "Program ini di dukung penuh, termasuk pendanaan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristekbrin)," kata ketua Tim PPPUD Sentra Mainan Anak Tradisional Remitan Desa Mayong Lor, Jepara Jayanti Putri Purwaningrum kemarin.
Rencananya, pihaknya akan melakukan pengabdian tersebut selama tiga tahun kedepan, untuk tahun pertama salah satu fokusnya adalah pembuatan mesin khusus untuk menunjang produksi remitan. Dengan mesin yang tepat, diharapkan produksi kerajinan berbahan tanah liat tersebut bisa lebih baik lagi, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Saat melihat salah satu perajin di sentra remitan tersebut, dirinya memang mendapati penggunaan alat untuk produksi masih manual dans ederhana. Yakni dengan menggunakan meja putar dan diputar dengan tangan atau tenaga manusia.
Sehingga pihaknya langsung melakukan inovasi dengan membuatkan alat yang sesuai dengan kebutuhan perajin. Pihaknya membuat mesin putar elektrik double speed, mesin berbentuk meja putar bundar yang digunakan untuk membuat gerabah atau kemarik menggunakan tenaga listrik.
Mesin tersebut menggunakan kontrol elektrik yang bisa mengatur putaran mesin dengan kecepatan tinggi. Untuk kecepatan di mesin tidak langsung, melainkan secara bertahap, karena jika langsung berputar dengan kecepatan tinggi, akan ada hentakan dan tidak bisa digunakan untuk memproduksi gerabah atau mainan berbahan tanah liat. "Kita buat double speed, low speed dan high speed," terangnya.
Beberapa kelebihan alat tersebut yakni, lebih praktis, bisa digunakan di rumah, tempat wisata, lembaga pendidikan dan lainnya karena konsumsi listriknya rendah. Lalu mudah dalam pemakaian, pengguna tinggal duduk dan memilih kecepatan putaran menggunakan kaki, jadi pengoperasian sangat mudah.
Selain itu, mesin juga ringan, mudah dimodifikasi dan putaran yang diahsilkan sangat halus dan bisa disesuaikan. "Semua kelebihan tersebut ada di mesin yang dibuat karena sebelumnya memang kami melihat detail proses pembuatannya, sehingga alat yang dibuat menyesuaikan kebutuhan," imbuhnya
Dengan adanya mesin tersebut, pihaknya berharap remitan di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara bisa berkembang pesat. Karena produk dari sentra tersebut memiliki keunggulan dan ciri khas tersendiri, proses pembuatan secara hand craft yang memiliki nilai estetika dari bentuknya yang praktis, tidak rumit dan warna yang meriah.
Pengabdian yang rencananya dilakukan selama tiga tahun kedepan, diharapkan mampu mengejar daerah lain yang memiliki kerajinan tanah liat seperti Kasongan di Jogjakarta, Plered di Purwakarta dan Kapal di Bali. "Kami tentu berharap perajin Desa Mayong Lor menjadi perusahaan profesional dan makin dikenal, termasuk secara internasional," jelasnya.
Untuk tahun selanjutnya, pihaknya akan fokus kepada pengembangan kreatifitas pengrajin dan penentuan mutu produk berdasarkan keterampilan khusus masyarakat setempat. Sehingga tiga tahun nanti akan fokus ke banyak sisi, harapannya sentra remitan tersebut bisa terus berkembang.(Humas-Linfokom)