iden

UMK Adakan Wisuda Drive Thru, Ada Yang Pakai Dokar dan Sepeda

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan wisuda tahun ini berbeda dengan sebelumnya, kali ini dilakukan dengan sistem drive thru. Langkah ini diambil karena adanya pandemi virus corono disease (Covid-19). Beberapa mahasiswa juga melakukan wisuda dengan cara unik, ada yang naik dokar atau andong hingga sepeda.
Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, untuk wisuda kali ini memang diputuskan untuk menggunakan sistem drive thru. Tujuannya tak lain untuk antisipasi penyebaran Covid-19, dengan sistem tersebut, maka tidak ada kerumunan. "Namun wisuda tetap berjalan baik dan khidmat," katanya kemarin.
Untuk proses wisuda drive thru, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Saat masuk sudah dilakukan penyemportan disinfektan, wisudawan dan rombongan harus memakai masker. Selain itu, yang turun dari mobil hanya wisudawan saja, tidak boleh yang lainnya. Bahkan rombongan dibatasi maksimal empat orang saja.
Ketika ditemukan lebih dari lima orang, maka salah satu harus turun terlebih dahulu. Ketatnya proses tersebut memang bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung. "Kami antisipasi semaksimal mungkin," terangnya.
Karena dilakukan sistem drive thru, maka pelaksanaan wisuda tidak mungkin dilakukan dalam sehari, sehingga wisuda kali ini dilakukan dalam empat gelombang. Gelombang pertama 18 Juli 2020 dari Fakultas Hukum, Pertanian dan Psikologi. Gelombang pertama ada 84 mahasiswa yang diwisuda.
Lalu untuk gelombang dua pada Minggu, 19 Juli 2020 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 150 mahasiswa yang diwisuda. Lalu pada 25 Juli 2020 dari Fakultas Teknik dengan 135 mahasiswa yang diwisuda dan pada Minggu 26 Juli 2020 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis ada 238 mahasiswa yang diwisuda.
Dia menambahkan, dalam pelaksanaan drive thru memang tidak diwajibkan harus memakai mobil. Sehingga ada beberapa wisudawan yang memilih memakai dokar hingga sepeda. Hal tersebut dirasa cukup menarik, karena sesuai kreativitas masing-masing, namun yang penting tetap mematuhi protokol kesehatan.
Salah satu wisudawan Jamaah mengatakan, dirinya menggunakan sepeda saat acara wisuda drive thru karena memang dirinya memiliki hobi sepeda. Bahkan dirinya setoap pagi mengayuh sepeda sebelum bekerja atau aktivitas lainnya.
Dirinya menggunakan sepeda saat acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga. Baik olahraga bersepada ataupun lainnya. "Ingin mengkampanyekan olahraga sebenarnya, berhubung saya hobi bersepeda, jadi saya memakai sepeda saat wisuda drive thru," jelasnya.(HUmas-Linfokom)