iden

KUI UMK Siapkan Dua Agenda Virtual Internasional

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muria Kudus (UMK), dalam waktu dekat mengagendakan SEA-Teacher - TVET Lecture Series dan SEA-TVET Virtual Teacher Exchange. Dua agenda tersebut diselenggarakan secara online.
Sebelumnya, KUI mempunyai agenda besar berupa Asean Agriculture University Network (AAUN). Pertemuan beberapa mahasiswa pertanian dari beberapa universitas di ASEAN. Namun agenda yang rencana dilaksanakan bulan ini gagal karena corona virus disease (Covid-19). "Karena ada pandemi, kami cancel terlebih dahulu," kata Ketua KUI UMK Mutohhar, M.Pd kemarin.
Karena hal tersebut, akhirnya dilakukan rapat oleh Southeast Asian Minister Education Organization (SEAMEO) dimana UMK masuh dalam organisasi tersebut. Diputuskan ada dua program yang akan dilaksanakan dalam pandemi saat ini.
Yakni SEA-Teacher - TVET Lecture Series , dalam kegiatan tersebut nantinya akan memaparkan beberapa informasi terkait Covid-19. Seperti informasi terkini tentang kesempatan kerja dan karir untuk mahasiswa asia tenggara usai covid-19.
Lalu berbagi pengalaman dan materi pengajaran dan pembelajaran antar lembaga dan memebrikan pengalaman e-learning kepada dosen dan mahasiswa. "Pembahasannya cukup menarik, ini akan dilakukan sekitar Juli sampai Agustus," terangnya.
Selain itu ada juga SEA-TVET Virtual Teacher Exchange, program ini bisa merupakan pertukaran dosen mengajar, namun dilakukan secara online. Misalnya, dosen UMK bisa mengajar mahasiswa universitas luar negeri secara online. Dosen mengajar mahasiswanya, namun mahasiswa luar negeri ikut didalamnya.
Hal tersebut berlaku sebaliknya, jadi mahasiswa UMK bisa diajar oleh dosen luar negeri yang ada dalam SEAMEO tersebut. Sehingga mahasiswa juga mendapatkan pengalaman baru tanpa harus ke luar negeri, karena dilakukan secara virtual.
Untuk kegiatan tersebut akan dilakukan pada September dan Oktober, kini pihaknya baru akan mempersiapkan kegiatan tersebut. Terutama dosen yang akan mengisi pengajaran tersebut, materinya tentu menyesuaikan dengan universitas luiar negeri. "Harus kami cocokkan materi sesuai jurusan, jangan sampai berbeda," imbuhnya.(Humas-Linfokom)