iden

Berprestasi, Tiga Mahasiswa UMK Sabet Medali ISTEC di Bandung

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK - Menabung atau mengelola keuangan memang harus dilakukan sejak dini, karena tingkat kesadaran untuk menabung di Indonesia masih kurang. Melihat kondisi itu, tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) menciptakan Financial Education Calender (Fintar). Inovasi kalender tersebut memudahkan anak dalam belajar mengatur keuangan sejak dini.
Ide tersebut muncul saat melihat cara menabung anak SD yang dimasukkan ke celengan. Tiga Mahasiswa dari Universitas Muria Kudus (UMK) yakni Lailatul Mukharomah Permatasari (Prodi Akuntansi), Ema Elyana (Prodi Akuntansi), dan Niken Meika Cahyani (Prodi Manajemen), membuat eksperimen dan menciptakan inovasi kalender yang diberi nama Financial Education Calender (FINTAR).
Mereka bertiga terlihat kompak saat menerangkan proses pembuatan FINTAR. Salah satu dari tim Lailatul akrab dipanggil Lala, menjelaskan, awalnya dari fakultas yang menginformasikan ada ajang lomba tingkat internasional yakni ISTEC.
Kemudian, merek yang kebetulan satu Fakultas, Ekonomi dan Bisnis serta satu organisasi dalam mahasiswa ilmiah. Lala bersama teman satu timnya disarankan dosennya untuk mengikuti lomba tersebut.
”Persiapannya cukup lama, dua bulan. Awalnya masih meraba-raba mau membuat inovasi apa. Kemudian, saya bercerita kalau saat ini masih ada anak yang menabung di celengan, dari situlah Ema dan Niken, langsung menyahut omongan kenapa itu tidak kita gali saja, bagaimana anak bisa konsisten untuk menabung,” terangnya.
Setelah dipelajari, dan beberapa refrensi buku, kurangnya pemahaman literasi keuangan di masyarakat, maka perlu dilatih sedini mungkin pada anak. Karena akan berpengaruh terhadap pemahaman tingkat kesejahteraan di masa yang akan datang.
Ema menambahkan, untuk persiapannya sendiri lumayan lama, dan ada beberapa kendala di saat pembuatan desain kalendernya, karena harus menyesuaikan juga dengan usia anak, agar bisa tertarik dan lebih mudah memahami edukasi yang ada di kalender yang dibuat.
”Sasarannya anak usia sekolah dasar, tujuannya mengenalkan sejak dini cara mengatur keuangan dengan cara yang sederhana,” ungkapnya.
Ditambahkan, dalam kalender, disetiap tanggalnya disediakan tiga kolom dengan warna yang berbeda, yaitu merah untuk saving, kuning untuk spending, dan hijau sharing.
Saving sendiri jika anak menabungnya untuk jangka panjang, atau membeli barang yang material seperti buku, sepeda, sepatu, dan lainnya. Untuk spending, anak menabung untuk membeli jajan, permen, es krim.
Untuk sharing, anak menabung untuk nanti dia bersedekah. Jika pada tanggal 1 anak menabung untuk bersedekah, maka anak akan memberi tanda silang atau centang di kotak berwarna hijau, begitupun anak menabung untuk membeli sepeda yang diberi tanda silang atau centang yaitu kotak yang berwarna merah, dan menabungnya untuk membeli jajan nanti yang diberi tanda yang berwarna kuning.
Setiap anak mau menabung nanti orang tua menyediakan tiga celengan dan diberi tanda mana yang untuk saving, spending, dan sharing. Ema menerangkan, enelitiannya kelas V dan VI SD 5 Kedungsari, Kecamatan Gebog.
Ditambahkan Lala, diceritakan, pada saat lomba juri dari Afrika Selatan dan Thailand. ISTEC (International Science, Technology and Engineering Competition) di laksanakan di Bandung 13-16 Januari 2020 yang diikuti kurang lebih 14 negara dari tingkat SD sampai perguruan tinggi. Menurut Lala, kalender ini mudah diaplikasikan ke anak. Apalagi, celengan yang disediakan bentuknya sesuai dengan keinginan.
”Pada saat kami memberikan sampel ke anak langsung, mereka langsung tanggap dan termotivsi untuk menabung. Pelajaran sederhana tapi bakal membekas diingatan anak cara untuk mengatur keuangan,” tandas Lala. (Humas-Linfokom)