iden

Bantu Tenaga Medis, UMK Buat Face Shield

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) Peduli membuat face shield yang akan diberikan gratis kepada tenaga medis dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Tak hanya itu, UMK Peduli juga sedang menyiapkan masker, coverall hazmat, disinfektan dan lainnya kepada yang membutuhkan, terutama tenaga medis.
Ketua Unit Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) UMK Andy Prasetyo Utomo mengatakan, pihaknya sudah melakukan penghimpunan dana, terutama dari civitas akademika UMK. ”Ada sumbangan pribadi yang masuk dan pemotongan gaji dosen dan karyawan sebanyak 2,5 persen,” katanya kemarin.
Namun dari diskusi yang dilakukan, bantuan yang diberikan tidak semua berupa uang, tapi berbentuk barang. Seperti disinfektan, alat pelindung diri (APD), coverall hazmat, masker, hingga face shield yang dibuat dosen dan karyawan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UMK yang bekerjasama dengan Cimeds UGM.
Bantuan berbentuk barang juga diakibatkan susahnya mendapatkan APD, sehingga pihaknya menilai akan lebih efektif jika bantuan berupa barang. Apalagi tenaga medis merupakan garda depan dalam penanganan virus corona. ”Kami bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), untuk mengecek barang yang dibuat atau diberikan sudah sesuai standar atau tidak,” terangnya.
Untuk face shield yang dibuat sudah diberikan kepada IDI untuk dicek, dan hasilnya sudah sesuai standar. Apalagi pihaknya juga sudah kerjasama dengan Cimeds UGM yang memang focus dalam pembuatan alat medis.
Bantuan akan diberikan kepada beberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Namun direncanakan diberikan kepada IDI Kudus, karena mereka yang mengetahui detail kebutuhan masing-masing rumah sakit.
Sementara itu, Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, UMK Sugeng Selamet menambahkan. Untuk pembuatan face shield tahap pertama ini memang kerjasama dengan Cimeds UGM. Sementara untuk tahap kedua, jika memang masih dibutuhkan tentu bisa dibuat sendiri atau UMK Peduli.
Dalam pembuatannya, untuk desain ada pengembangan, salah satunya sepertinya tidak adanya engsel, saat ini sudah dibuakan engsel. Sehingga Face shield bisa dibua tutup ketika dibutuhkan. ”Ada pengembangan, namun paling utama sudah sesuai standar,” imbuhnya.
Face shield yang dibuat menggunakan plastik mika dengan ketebalan 0,3 milimeter. Untuk panjangnya 32 sentimeter dan lebarnya 38 sentimeter. Plastik mika yang digunakan cukup bening, sehingga tidak mengganggu penglihatan tenaga medis saat penanganan.
Pembuatan face shield dilakukan sesuai kemampuan, karena tenaga juga terbatas. Pihaknya memilih membuat barang karena melihat kondisi saat ini, barang-barang tersebut sulit didapatkan. Sehingga ada uang belum tentu ada barangnya.(Linfokom-Humas)