iden

Undiksha Studi Banding Ke Prodi PGSD UMK

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

UMK – Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mendapatkan akreditas A, hal itu menarik Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) untuk studi banding. Ada tiga kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut.

Pertama yakni seminar dengan narasumber dosen Prodi PGSD UMK dengan peserta mahasiswa Undiksha. Lalu seminar dengan narasumber dari Undiksha dengan peserta mahasiswa UMK.

Lalu ada kunjungan ke laboratorium milik PGSD, selain itu ada juga penandatangan kerjasama yang dilakukan antara prodi PGSD UMK dengan  Undiksha. Sehingga nantinya kerjasama tersebut bisa ditindaklanjuti dengan baik untuk kemajuan masing-masing.

Untuk seminar, Dosen prodi PGSD UMK yang menjadi narasumber yakni Ika Oktaviani, M.Pd. dalam kesempatan tersebut dia menjelaskan tentang ‘Kontruksi Etnopedagogi untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar’.

Praktik Pendidikan berbasis kearifan local dan berusumber dari nilai budaya suatu etnis dan menjadi standar perilaku merupakan etnopedagogi. Sehingga memang diperlukan pengkajian kearifan local kelompok budaya tertentu untuk mendorong perkembangan dalam bidang Pendidikan dan penelitian.

Sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dengan baik, apalagi kearifan local sangat erat dengan masyarakat atau siswa. Untuk Dimensi kearifan lokal antara lain pengetahun lokal, nilai, keterampilam, sumber daya, mekanisme pengambilan keputusan dan solidaritas kelompok lokal.

Untuk itu, siswa perlu dikenalkan melalui permainan tradisional, penggunaan produk lokal, budaya lokal hingga mengenalkan cerita rakyat nusantara. ”Permainan bisa dibuat sendiri sesuai dengan kearifan lokal yang ada, memang harus inovatif, mahasiswa harus mampu membuatnya,” terangnya.

Produk alat peraga edukatif yang sudah dibuat seperti  ‘jelajah kekayaan Kota Kretek’ berbentuk ular tangga. Di sana nanti ada penjelasan apa saja yang menajdi keunggulan Kabupaten Kudus. Lalu ada ‘Cubeecraft Si Unyil yang digunakan untuk membantu siswa membangun konsep jarring-jaring kubus, selain itu juga ada keteladatan karakter jujur, disiplin dan tanggungjawab.

Ada lagi Marionette Tangan, alat peraga ini bisa digunakan untuk belajar pengenalan bangun datar dan sifat-sifatnya, pengenalan budaya dan menumbuhkan karakter relijius dan disiplin. Lalu ada juga ‘Monopoli Engklek’, alat peraga ini untuk menggali dan menemukan konsep dan menggali materi yang dipelajari.(Linfokom-Humas)