iden

Gagasan Menarik Muncul Di Pilmapres 2020

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Pemilihan Mahasiswa Beprestasi (Pilmapres) mengukuhkan Alfiana Mega Susanti dari program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) sebagai mahasiswa berprestasi (mapres) utama.  Dalam grand final Pilmapres, banyak ide yang dituangkan oleh sepuluh peserta saat pemaparan dihadapan juri.

Dalam prosesnya, Pilmapres 2020 ini dikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai prodi. Sete;ah pendaftaran, lalu ada proses seleksi administrasi, hasilnya 26 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi tahap pertama tersebut.

Lalu untuk seleksi Bahasa Inggris, akhirnya sepuluh mahasiswa dinyatakan lolos dan mengikuti psikotes dan masuk dalam grand final. Dalam grand final, sepuluh mahasiswa tersebut diminta mempresentasikan ide-ide yang dimiliki dihadapan tiga juri.

Sepuluh nama yang amsuk grand final yakni Achda Subchiya Hanum yang memiliki ide berjudul (Sanggar Menggambar Anak Tunarungu) sebagai Aktualisasi Ekspresi Peduli Sosial. Lalu ada Alexsa Alrasyid Asmara dengan gagasan berjudul Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Upaya Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini.

Selanjutnya ada Alfiana Mega Susanti dengan ide berjudul KUDUS HUNTER Sebagai Solusi untuk Meminimalisir Culture Shock dalam literasi bagi Warga Negara Asing (WNA). Lalu ada Dwy Damayanti dengan gagasan berjudul Portal dunia matematika: Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Berbasis Teknologi Guna Mewujudkan SDGs 2030 di Indonesia.

Mahasiswa lainnya yakni Ema Elyana yang menuangkan ide berjudul Kalender Edukasi Keuangan Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan Anak SD Di Era Revolusi 4.0. ada juga Fatimatul Zahro dengan ide berjudul Strategi Penanggulangan Bencana Kebakaran Lahan Tebu Dan Pola Pemanfaatan Limbah Tebu Di Kabupaten Kudus.

Selanjutnya ada Ilham Fajar Sidqi dengan judul Pengembangan Akuaponik Pintar Berbasis Internet Of Things (IOT) Sebagai Upaya Efisiensi Lahan Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Masih ada lagi yakni Khansa Rofifah S dengan idenya berjudul Program SANUBARI  (Saya Toleran untuk Keberagaman Negeri) dalam Upaya Penanaman  Sikap Toleransi pada Anak.

Khoirin Nida Fitria memiliki gagasan Ethnomathematics Apps Pada Model Pembelajaran Superitem Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Karakter Cinta Tanah Air. Lalu Nanda Eria Mellyana dengan gagasannya "Law Snakes And Ladders” (Ular Tangga Berbasis Hukum Sebagai Wujud Kontribusi Mahasiswa Fakultas Hukum Dalam Mendukung SDG'S).

Usai grand final terlaksana, mapres utama UMK diraih Alfina Mega Susanti sekaligus Mapres terbaik Angkatan 2017. Selanjutnya mapres terbaik Angkatan 2018 diraih Khansa Rofifah Salsabila dari prodi PGSD dan Mapres terbaik Angkatan 2019 diraih Dwy Damayanti dari PMTK.(Linfokom-Humas)