iden

Mahasiswa UMK Siapkan Aplikasi Digital ‘Technopreneurship’

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Sebanyak 40 aplikasi berbasis android siap diciptakan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) tahun ini. Saat ini masih berupa konsep, mereka yang membuat adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah ‘Technopreneurship’ semester 3.

Dosen Prodi Sistem Informasi Syafiul Muzid, M.Pd mengatakan, untuk saat ini memang berupa konsep, nantinya akan dilanjutkan semester depan untuk pembuatannya. ”Kita lakukan bertahap, yang penting konsep muncul, lalu pembuatannya dilakukan semester depan,” katanya saat pameran poster 40 desain aplikasi digital kreatif beberapa waktu lalu.

Pameran dilakukan di Gedung J UMK, tujuannya untuk membangkitkan mahasiswa agar terus tertantang untuk menciptakan aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga bisa merangsang mahasiswa lain untuk berinovasi.

Beberapa aplikasi yang ada antara lain, ‘Kemudi’, aplikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan orang atau pengusaha yang membutuhkan sopir. Karena terkadang memiliki mobil namun tidak ada sopir, sehingga aplikasi ini akan memudahkan mencari sopir saat kondisi mendesak.

Selain itu ada aplikasi ‘coinless’, aplikasi ini bermanfaat untuk memaksimalkan uang receh yang kadang tidak diperhatikan. Dengan aplikasi tersebut mahasiswa bisa menggunakannya untuk menyimpan uang receh atau koin, setelah terkumpul bisa digunakan untuk membayar kuliah.

Wakil Rektor UMK Rohmad Winarso, MT mengatakan, banyak yang tidak kuliah namun memiliki kreatifitas, hasilnya cukup bagus. Sehingga mahasiswa harus mampu lebih kreatif dalam mengembangkan diri. ”Salah satunya dengan membuat aplikasi yang bermanfaat,” terangnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar mahasiswa membuat inovasi-inovasi yang bisa bermanfaat, baik berupa apliaksi atau lainnya. Karena mahasiswa adalah agen perubahan, sehingga saat kuliah harus mengasah kreatifitasnya.

Kedepan, pihaknya berharap 40 aplikasi yang dipamerkan bisa dibuat dengan maksimal. Sehingga tidak hanya sekedar tuags kuliah, namun juga bisa dijalankan dengan baik di masyarakat, tentunya harus ada evaluasi agar aplikasi berkembang maksimal.(LInfokom-Humas)