iden

Dosen UMK Paparkan Pentingnya Pengelolaan Tracer Study Dihadapan 70 PT

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Belum akuratnya data alumni perguruan tinggi menjadi perhatian khusus, padahal data tersebut sangat penting. Salah satunya bisa digunakan untuk mengetahui pemetaan lulusan dan dunia kerja yang ada saat ini.

Melihat kenyataan tersebut, akhirnya Kemenristek Dikti menyelenggarakan Diseminasi Pengelolaan Tracer Study bagi Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Grand Wahid Salatiga.

Salah satu narasumber dari Universitas Muria Kudus (UMK) Muhammad Arifin, M.Kom mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 perguruan tinggi dari 80 perguruan tinggi yang mendapatkan undangan. ”Antusies peserta cukup bagus,” katanya.

Kegiatan ini lebih difokuskan kepada praktik pengisian atau upload kuesioner Dikti. Karena berdasarkan surat dari Ristekdikti nomor B/286/B.B3/KM.11.00/19 dari 125 perguruan tinggi negeri (PTN), yg mempunyai pusat karir 76. Sementara dan yg memasukkan data tracer study (TS) baru 22 PTN.

Lalu dari 153 perguruan tinggi swasta (PTS)  di Jawa Tengah yang menginput baru 93 PTS,  Itupun tidak lengkap. Artinya 160 PTS belum input. ”Ini baru data dari lldikti wilayah 6, belum wilayah lain Se-Indonesia,” terangnya.

Persoalan tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi dan banyak PT yang memandang kebutuhan tracer study belum begitu penting. Padahal sekarang masuk ke pemeringkatan, Simkatmawa dan akreditasi tentunya.

Artinya, sosialisasi harus diperbanyak dan kesadaran akan pentingnya pusat karir dan tracer study juga harus ditingkatkan. ”Jika anggapan pusat karir dan tracer study tidak penting, maka akan sulit,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut sendiri bertujuan untuk memperoleh data nasional yang akurat mengenai situasi hubungan pendidikan tinggi dan dunia kerja dan system pengembangan pusat karir perguruan tinggi, khusunya tracer study. Sehingga terkait erat dengan banyak hal.(Linfokom-Humas).