iden

Tiga Mahasiswa Philipina Dapat Pengalaman Banyak di UMK

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Tiga mahasiswa asing asal Philipina meninggalkan Universitas Muria Kudus (UMK) setelah mengikuti program SEA Teacher dan SEA TVET selama sekitar satu bulan. Ketiganya sudah melaksanakan project masing-masing dengan baik.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada tiga mahasiswa yang sudah belajar di UMK. Pengalaman yang didapatkan diharapkan bisa menambah pengetahuan tiga mahasiwa. ”Apa yang positif bisa dijadikan untuk pengembangan diri,” katanya saat perpisahan yang dilaksanakan di depan Gedung Rektorat Rabu (24/9/2019).

Pihaknya mengaku bangga bisa dalam menjalankan program SEA Teacher dan SEA TVET bersama tiga mahasiswa tersebut. Selain itu juga bisa mengenalkan budaya Indonesia kepada ketiga orang tersebut.

Salah satu mahasiswa asing Felosia Alicnas Pugong mengatakan, dirinya bersama teman lainnya mengucapkan terimakasih kepada UMK, termasuk kepada mahasiswa yang selama ini ikut mendampinga. ”Saya sangat senang di sini,” jelasnya.

Selain itu, banyak pengalaman yang didapatkan dari kegiatan yang dilakukan sekitar sebulan. Termasuk pengalaman terkait kuliner di Kabupaten Kudus. ”Food In Kudus so spicy, but not bad,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMK Mutohhar mengatakan, dua mahasiswa yang sudah pulang tersebut mengikuti program SEA Teacher. Yakni Felosia Alicnas Pugong, dan Beatrize Ann Walking Palla dari Saint Louis University.

Untuk Dua orang tersebut berasal dari jurusan sekolah dasar, keduanya praktek mengajar di SD NU Musliman Kudus. Sementara satu orang lainnya ikut dalam program SEA TVET, yakni Charles Vernan De Guzman dari Pangasinan State University.

Dirinya membuat project berupa deteksi suara untuk peringatan jika perpustakaan dalam kondisi berisik yang akhirnya mengganggu pengunjung perpustakaan. ”Project bersama dengan didampingi dosen dari Jurusan Teknologi Informasi,” terangnya.

Dia menambahkan, program tersebut merupakan salah satu program yang sudah ada kerjasama dengan KUI. Tidak hanya menerima mahasiswa asing saja, mahasiswa UMK juga bisa mengikuti program tersebut ke luar negeri, ke Negara atau universitas yang memang sudah ada kerjasama dengan KUI.

Dengan program tersebut, diharapkan mahasiswa mampu memiliki pandangan yang lebih luas. Sehingga bisa melihat perkembangan dunia lebih luas, sehingga kedepan mahasiswa mampu meningkatkan kapasitasnya dalam dunia pendidikan maupun lainnya.(Linfokom-Humas)