iden

UMK Dampingi Desa Grawan Kembangkan Wisata Selama Tiga Tahun

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan pendampingan di Desa Grawan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang penataan wisata. Bendungan yang ada menajdi modal utama untuk dikelola. Nantinya UMK akan melakukan Pendampingan selama tiga tahun.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan UMK didukung penuh Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. ”Kami lakukan pendampingan tiga tahun, setiap tahun fokusnya berbeda,” kata sekretaris Tim Pengabdian UMK Edris Zamroni kemarin.

Ide tersebut muncul saat adanya informasi dari mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut pada 2018. Potensi Bendungan Grawan yang menarik untuk dikembangkan untuk wisata. Baik menjadi wisata untuk even ataupun insidental.

Sehingga pihaknya langsung melakukan eksekusi dengan pendampingan guna meningkatkan kelompok sadar wisata desa setempat agar bisa mengelola lebih baik. Karena potensi untuk peningkatan kesejahteraan amsyarakat sekitar dari wisata bendungan cukup besar. ”Tergantung bagaimana kita bisa mengelolanya dengan baik,” terangnya.

Untuk tahun pertama, pihaknya fokus kepada keterampilan kepariwisataan dan pengembangan lokasi. Tahun kedua fokus kepada pengembangan unit usaha lanjutan, dan tahun ketiga fokus kepada pengembangan akses lokasi. ”Kami lakukan bertahap agar lebih fokus, karena kendala pasti akan muncul,” jelasnya.

Tahun pertama, pihaknya fokus pemberian pelatihan kepariwisataan kepada kelompok sadar wisata yang sudah terbentuks ebelumnya. Tujuannya tak lain agar mengetahui dasar-dasar dalam kepariwisataan.

Pelatihan yang dilakukan antara lain pelatihan sebagai pemandu wisata, pelatihan promosi wisata, pelatihan wisata event dan pengelolaan keekonomian objek wisata. ”Ketika sudah terlatih, diharapkan pengelolaan wisata bisa lebih profesional yang tentunya berujung kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pelatihan untuk pembuatan oleh-oleh, mulai dari cinderamata dan makanan. Karena dari oleh-oleh itulah yang menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepala Desa Grawan, Saji mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada tim pengabdian masyarakat dari UMK. Dirinya berharap pendampingan dilakukan sampai akhir, yakni sampai benar-benar siap dan mandiri dalam mengelola potensi wisata tersebut.

Karena untuk menjadi kelompok sadar wisata yang baik, dibutuhkan pelatihan saja, namun yang penting pendampingannya. Sehingga pelaksanaan dari pelatihan bisa dilakukan pemantauan, sudah diterapkan dengan baik atau belum.(Linfokom - Humas)