iden

Mahasiswa UMK Nyatakan Perang Terhadap Korupsii

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Gema perseteruan antara Polisi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirasakan juga oleh sivitas akademika UMK. Melalui kegiatan yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus menyerukan perangmelawan korupsi. Simbol tanda tangan bertinta merah di atas spanduk itu, menjadi tanda komitkan atas dukungan terhadap pemberantasan korupsi.

Dukungan tanda tangan sebanyak 2.730 mahasiswa dan dosen UMK di atas kain putih sepanjang 30 meter yang dibentangkan di pintu masuk menuju kampus UMK. Kain putih itu, rencananya Selasa (17/11) ini akan dikirimkan ke KPK.
 

Menurut Ketua BEM UMK, Selamet Riyadi, kain putih itu kini telah penuh dengan tanda tangan. Tak hanya dari mahasiswa saja yang membubuhkan tanda tangan, tetapi juga dosen dan pegawai UMK, bahkan termasuk unsure Rektorat.

Selamet sendiri mengungkapkan bahwa solidaritas tanda tangan untuk KPK tersebut berangkat dari keprihatinan penanganan Bibit-Candra yang berlarut-larut sehingga memunculkan rasa ketidakadilan. Untuk itu dia berharap dengan adanya dukungan itu, para pimpinan KPK akan tetap tegar dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Dalam pandangan mahasiswa Fakultas Hukum tersebut, prilaku korupsi telah lama subur dan menjadi kebiasan bangsa ini. Korupsi menjalar di setiap kehidupan manusia Indonesia. Termasuk ke tubuh dunia akademik karena tidak kebal wabah penyakit korupsi ini.

Korupsi lahir dari pengaruh lingkungan dan latar belakang pendidikan. Dalam dunia pendidikan berperan penting mengkader namanya pembangunan manusia dengan pendidikan moral. Jika dilihat alokasi jam pelajaran keagamaan kini sangat minim.Satu minggu hanya satu jam saja, jelasnya.

Salah satu alasan masyarakat berkorupsi karena bobroknya moralitas bangsa. Guna menghapus virus bernama korupsi itu, seorang bisa memulai dari diri sendiri. Seiring kampus UMK bervisi sebagai kampus kebudayaan, Selamet berpesan agar perlu membangun mahasiswa yang memiliki akhlaqul karimah. (Hoery, Miun, Ulin-Portal)