iden

Punya Ide, UMK Latih 24 Mahasiswa Jadi Wirausaha

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

UMK – Sebanyak 24 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dilatih kewirausahaan mulai dari ide hingga realisasi. Sebagian besar peserta berawal sebatas ide, kini sudah ada realisasi dan tinggal dilakukan pengembangan. Pelatihan dan pendampingan tersebut dilakukan oleh tim Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.

Ketua Tim PPK FKIP UMK Nuraeningsih mengatakan, kegiatan ini rencananya berlangsung selama tiga tahun, karena pendampingan dilakukan terus, tidak hanya satu pelatihan langsung selesai. Sehingga 24 mahasiswa yang ikut dalam PPK bisa berhasil. ”Karena tidak hanya melatih membuat produk saja, tapi juga pelatihan manajemen hingga pemasarannya,” katanya kemarin.

Mahasiswa tersebut dibimbing oleh dosen secara langsung, sehingga evaluasi terus dilakukan agar produk yang dibuat mahasiswa bisa terserap pasar dengan baik. Sehingga awal sampai akhir dilakukan pantauan.

Untuk tahun pertama, pihaknya fokus kepada realisasi usaha, beberapa usaha dari 24 mahasiswa tersebut sudah muncul. Seperti produk krakakres, produk makanan rengginang yang dimodifikasi rasa. Lalu ada usaha KOPPI (kopi Para Pencari Inspirasi), hingga jamur tiram.

Selain itu ada juga produk fashion seperti Awe hijab, ada juga yang bergerak dalam bidang tanaman DB Flora dan juga usaha jasa berupa bimbingan belajar, seperti bimbel An-Nahl. ”Kami ingin, ketika mereka lulus tidak mencari kerja, tapi membuat lapangan kerja,” terangnya.

Pihaknya juga menyiapkan aplikasi ‘Teman Belajar’ untuk membedakan dengan bimbel yang lain, apalagi saat ini belajar bisa menggunakan smartphone. Sehingga apliaksi tersebut dibuat agar lebih menarik dan bimbel memiliki pembeda dengan bimbel yang lain.

Dalam penampingan tersebut, pihaknya membimbing 24 mahasiswa berupa manajemen bisnis, inovasi produk, hingga pemasaran. ”manajemen harus baik ketika ingin berkembang, inovasi juga penting agar menarik konsumen, sementara pemasaran menajdi hal penting karena sebagus apapun produk ketika pemasaran tidak tepat, tentu tidak terjual baik,” imbuhnya.

Karena pendampingan cukup lama agar 24 mahasiswa benar-benar merealisasikan idenya, maka dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan setiap triwulan untuk mengetahui perkembangan usahanya.

Pihaknya melihat beberapa elemen penting, harus dilakukan dengan baik, yakni produk dan jasa yang dihasilkan, pemasaran, inovasi produk dan jasa, permodalan serta tenaga kerja. ”Kami berharap dengan bimbingan yang cukup lama dan inten ini, 24 mahasiswa tersebut bisa berhasil dalam berwirausaha,” imbuhnya.(humas)