iden

KKN, Mahasiswa UMK Bantu Tekan Angka Kemiskinan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

UMK – Sebanyak 1.168 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini. Ribuan mahasiswa tersebut tersebar di 80 desa di tiga kabupaten, Rembang, Pati, dan Grobogan. Mereka nantinya difokuskan untuk membantu pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, KKN tahun ini dilaksanakan di tiga kabupaten, semuanya sudah menjalin kerjasama dengan UMK, termasuk dalam hal kerjasama KKN. ”Pemberangkatan KKN sudah dilaksanakan mulai Senin (29/7/2019) di Kabupaten Rembang,” katanya.

Selanjutnya, pemberangkatan di Kabupaten Pati dilakukan pada Rabu (31/7/2019), dan Kabupaten Grobogan dilakukan pada Jumat (2/8/2019). Sebelum penerjunan KKN dilakukan, pembekalan sudah dilakukan agar semua mahasiswa mendapatkan panduan.

Mahasiswa tentunya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif di lokasi KKN masing-masing. Terutama terkait peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, karena ketiga kabupaten tersebut memang masih terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan. ”Tentu dengan berbagai kegiatan KKN  yang bisa sinkron dengan program pemerintah daerah masing-masing,” terangnya.

Angka kemiskinan di Kabupaten Rembang misalnya, saat ini masih terbilang besar walaupun sudah ada perbaikan yang dilakukan Pemkab Rembang dengan berbagai programnya. Pada 2017 angka kemiskinan mencapai 18,5 peren, atau peringkat lima dari bawah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Pada 2018 angka kemiskinan bisa ditekan menjadi 15,5 persen atau peringkat tujuh dari bawah. Sementara Kabupaten Pati pada 2018 sudah mencapai 9,9 persen, cukup bak dibanding Kabupaten Rembang. ”Namun target Pemkab Pati, angka kemiskinan di angka 9 persen,” jelasnya.

Artinya, program yang dijalankan mahasiswa KKN nantinya juga berorientasi kepada penekanan angka kemiskinan. Misalnya dengan pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dia menambahkan, dari ribuan mahssiwa tersebut, di Kabupaten Rembang ada 210 mahasiswa di 14 desa dari tiga kecamatan, Sulang, Rembang, dan Sumber. Sementara Kabupaten Pti ada 660 mahasiswa di 44 desa dari dua kecamatan, Jakenan dan Jaken.

Sedangkan untuk Kabupaten Grobgan terdapat 298 mahasiswa yang ditempatkan di 22 desa di Kecamatan Godong. ”Jumlah total peserta KKN UMK totalnya ada 1.168,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengaku berterimakasih dengan KKN dari UMK apalagi sudah melakukan kerjasama sejak lama. Tentunyakerjasama tersebut bisa dijalin lebih baik, sehingga ada keuntungan yang didapat antara UMK dan Pemkab Pati.

Untuk angka kemiskinan di Kabupaten Pati memang masih cukup tinggi, namun sudah lebih baik dibanding kabupaten/kota lain. Tapi untuk perkembangan mengarah positif, karena angka kemiskinan selalu menurun.

Saat dirinya menjabat pada periode pertama, angka kemiskinan mencapai sekitar 13 persen. Namun dengan berbagai program, pihaknya terus melakukan upaya agar angka kemiskinan bisa semakin menurun. ”Alhamdulillah sudah menunjukkan hasil, dan periode kedua saya target angka kemiskinan 9 persen, dan saat ini sudah diangka 9,9 persen,” ungkapnya.(humas)