iden

Peringatan Nuzulul Quran di UMK, Habib Umar Ingatkan Pentingnya Membaca Al Quran dan Sedekah

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Banyak keistimewaan yang ada pada Bulan Ramadhan, salah satunya adalah turunnya ayat Alquran pertama kali atau yang sering disebut Nuzulul Quran. Jadi rumah yang baik adalah rumah yang tidak sepi dari bacaan Alquran.

Hal itu muncul saat tausiyah dari Habib Umar Mutohar dalam acara peringatan Nuzulul Quran di Masjid Darul Ilmu Universitas Muria Kudus (UMK) pada Senin 13 Mei 2019.  Dalam kegiatan itu juga dilakukan santunan anak yatim sdari beberapa panti asuhan di Kabupaten Kudus.

Dalah ceramahnya, Habib Umar mengatakan bahwa Al Quran diturunkan kali pertama pada Ramadhan, bulan istimewa dan pada malam yang istimewa juga. Tak hanya itu, wahyu pertama kali itu juga dibawa oleh malaikat istimewa, malaikat Jibril.

Malaikat Jibril istimewa karena hanya bertugas menyampaikan wahyu saja, sehingga Jibril tidak mengenal manusia karena hanya berusan dengan wahyu saja. Berbeda dengan malaikat izroil yang bertugas mencabut nyawa. ”Izroil kenal kita, karena yang nanti mencabut nyawa kita,” katanya.

Tak hanya itu, Al Quran juga diturunkan di kota istimewa, yakni kota Mekah Al Mukarromah. Seluruh umat Islam pasti merindukan kota suci Mekan, karena untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Untuk itu, Habib umar mengingatkan agar rajin membaca Al Quran, walaupun ada yang belum fasih. Kalau belum fasih tetap harus membaca dan belajar, tetep mendapatkan pahala, tapi tidak boleh mengajarkan, nanti bisa keliru semua. ”Membaca Al Quran akan membuat rumah menjadi istimewa,” terangnya.

Selain Nuzul Quran, Habib Umar juga mengingatkan pentingnya bersedekah, apalagi kepada anak yatim atau yatim piatu, karena Nabi Muhammad SAW menaruh perhatian besar kepada anak yatim.

Habib Umar memberikan sebuah pedoman, pager mangkok luweh kuat tinimbang pager tembok (pagar mangkok lebih kuat dari pagar tembok). Mangkok disini diibaratkan dengan sedekah, artinya sedekah yang dikeluarkan akan melindungi dari banyak hal yang berbahaya yang tidak bisa dilakukan oleh tembok, misalnya menghindarkan dari sakit dan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, semua pimpinan UMK, dosen, karyawan dan pengurus Yayasan Pembina UMK juga hadir. Mereka memberikan langsung santunan kepada anak yang hadir, mereka juga mengelus kepala anak yang diberikan santunan.(linfokom).