iden

Hitung Riil Count, KPU Gandeng UMK

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus melakukan kerjasama terkait proses input perolehan pemilu pada 17 April 2019 nanti. KPU membutuhkan personil untuk proses input hasil perolehan suara ke sistem yang sudah dimiliki KPU Kudus.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan, kerjasama yang dilakukan memang untuk proses input data perolehan suara. Karena ada lima jenis yang dihitung, pihaknya membutuhkan tambahan personil. ”Untuk personil KPU sendiri tentu tidak mampu, sehingga butuh dari luar, kami memilih mahasiswa,” katanya kemarin.

Pihaknya membutuhkan 20 mahasiswa untuk proses input data perolehan suara tersebut. Sistem yang digunakan nantinya yakni sistem informasi penghitungan suara (Situng), sehingga nantinya sebanyak 20 mahasiswa tersebut akan mendapatkan pelatihan sebelumnya.

Rencananya pada 10 April mereka akan dilibatkan karena sudah ada uji coba Situng secara nasional. Sehingga 20 mahasiswa tersebut bisa mengetahui secara langsung proses input data dalam situng.

Tentu ada beberapa hal yang disepakati dalam kerjasama tersebut, beberapa hal yang penting antara lain mahasiswa yang ikut tidak boleh memiliki afiliasi dengan parpol atau partisipan pemilu hingga menjaga kerahasiaan hasil. ”Syarat tersebut mutlak diperlukan, jadi memang harus selektif, dan itu sudah tertuang dalam kerjasama,” terangnya.

Dengan input Situng secara langsung, maka masyarakat nantinya bisa memantau perolehan suara kapanpun dan dimanapun. Namun untuk hasil resmi tentu menunggu hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU.

Kerjasama dengan UMK tentunya diharapkan mendapatkan hasil yang baik, apalagi UMK memang memiliki jurusan yang terkait erat dengan teknologi informasi, sehingga tidak akan sulit dalam menjalankan Situng. ”Sesuai aturan, maksimal input lima hari, namun untuk Kudus kemungkinan besar kruang dari lima hari,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi KPU yang memilih UMK untuk bekerjasama dalam proses input data Situng. Pihaknya sudah menyiapkan mahasiswa yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan KPU.

Apalagi di UMK memang ada jurusan Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informatika (SI), sehingga mahasiswa nantinya tidak asing dengan Situng. Karena sistem tersebut memang hanya dimiliki KPU, mahasiswa akan dilakukan pelatihan terlebih dahulu dari KPU. ”Tentu mahasiswa nantinya sudah menguasai komputer dan internet,” jelasnya.

Dengan kerjasama ini, diharapkan mampu membantu KPU dalam menjalankan pemilu lebih baik lagi. Pihaknyapun berterimkasih karena bisa berpertisipasi untuk turut serta dalam menyukseskan pemilu sesuai kapasitasnya, dalam hal ini membantu input data perolehan suara sebagai operator Situng.

Sehingga masyarakat nantinya bisa memantau langsung perolehan suara dalam pemilu 2019 nanti. ”Kami tentu berharap pemilu 2019 bisa berjalan dengan sukses tanpa ekses,” imbuhnya.(linfokom)