iden

Debat Isu Ekonomi, Diikuti Sebelas Universitas

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Kompetisi Debat Ekonomi diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa. Ada peminat dari perguruan tinggi di Bali, namun akhirnya sementara ditolak karena memang fokus di Jawa dulu. Lomba ini memang untuk mengasah kemampuan dalam menanggapi isu-isu ekonomi yang ada saat ini.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria (UMK) Kudus Cintya Anggun Purwanti mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya. ”Salah satunya debat terkait ekonomi yang mengundang perguruan tinggi lain,” katanya kemarin (12/3/2019).

Kegiatan yang kali pertama dilakukan ini ternyata mampu menyedot minat mahasiswa dari perguruan tinggi lain untuk ikut. Terbukti ada 16 kelompok dari sebelas perguruan tinggi yang ikut dalam kompetisi tersebut.

Dengan kegiatan ini, tentunya diharapkan mahasiswa bisa memiliki nilai kritis dalam melihat perkembangan ekonomi yang ada. Sehingga bisa turut memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan ekonomi yang ada.

Peserta yang berasal dari perguruan lain antara lain Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo, IAIN Salatiga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jogjakarta, dan Universitas Sebelas Maret. Selain itu ada UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, STIE Surakarta, dan Universitas Siliwangi.

Selain economic debate competition, HMJA juga melaksanakan kegiatan accounting smart competition. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekolah menengah atas (SMA) dari Kudus dan sekitarnya. ”Kedua lomba itu diadakan hari ini (12/3/2019), terakhir ada seminar nasional,” terangnya.

Untuk seminar ansional mengambil tema ‘jiwa muda yang kreatif dan inovatif’. Nantinya akan mengundang beberapa narasumber, dengan berbagai latar belakang, ada founder, akademisi, youtuber dan digitalpreneur. Untuk seminar dilakukan pada 23 Maret 2019.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Mochamad Edris mengatakan, selama ini akuntansi dianggap momok, padahal sebenarnya menyenangkan. Apalagi akuntansi perannya cukup penting dalam pengelolaan keuangan. ”Memang banyak hitung-hitungan, tapis ebenarnya menyenangkan,” jelasnya.

Dengan kegiatan yang dilakukan kali ini, tentunya akan berdampak positif. Karena akuntansi yang selama ini dianggap susah ternyata sebenarnya menyenangkan, buktinya banyak peserta yang mengikuti kegiatan lomba kali ini.

Kegiatan yang dilakukan kali ini mungkin ada beberapa kekurangan, apalagi untuk debat isu ekonomi baru kali pertama dilakukan. Sehingga kekurangan tersebut akan dijadikan evaluasi agar kedepan bisa lebih baik lagi.(linfokom)