iden

Mudah Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri, Tergantung Strategi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Mendapatkan beasiswa bukanlah hal sulit, dengan catatan mengetahui strategi yang tepat. Sehingga beasiswa yang akan dikejar memang sesuai dengan kemampuan diri. Tentunya beasiswa bisa didapat ketika memang berani mendaftar, tidak hanya satu kali, tapi harus terus diulang-ulang hingga mendapatkan beasiswa.

Hal itu dikemukankan narasumber dalam seminar nasional dengan tema ‘Strategi Tembus Beasiswa Luar Negeri’ yang dilaksanakan Sabtu (2/3/2019). ”Kita harus tahu strategi dalam mendaftar beasiswa,” kata salah satu narasumber Dr. Eng, Nugroho Agung Pambudi, M. Eng.

Dalam seminar tersebut, dirinya menecritakan bagaimana keinginan kuatnya untuk kuliah di luar negeri. Saat itu dirinya masih studi D3, banyak teman yang menertawakannya, namun dia tetap fokus.

Kala itu dia memiliki keinginan untuk belajar di Jepang, namun baru terwujud setelah sepuluh tahun. Sebelumnya dia sudah mendapatkan beasiswa di beberapa negara ASEAN dan juga Finlandia.

Menurutnya, ketika ingin mendapatkan beasiswa, maka seseorang harus mengevaluasi dirinya sendiri, sehingga mengetahui kemampuan diri. Jangan sampai kemampuan belum seberapa ingin mendapatkan beasiswa ke unievrsitas bergengsi atau negara maju.

Sebelum sampai Jepang, dirinya sempat mendapatkan beasiswa di Vietnam hingga Taiwan. ”Selanjutnya ke beberapa negara lain hingga sampai Jepang yang menjadi target awal, semuanya dilakukan bertahap,” terangnya.

Dia menambahkan, semua beasiswa yang didapatkan semuanya dari prose skomuniaksi email. Dirinya mencari beasiswa, mulai dari negara maupun universitas, bahkan mengirim email ke profesor.

Karena beberapa universitas memberikan dana besar kepada profesor untuk penelitian dan dana tersebut bisa digunakan untuk memberikan beasiswa. Dengan catatan konsentrasi keilmuan atau penelitian cocok dengan peneletian profesor tersebut. ”Seperti saat di Jepang saya mengirimkan email bahwa tertarik dengan penelitian profesor Jepang terkait geothermal,” ujarnya.

Ada beberapa kendala internal yang kadang muncul dan menghambat, seperti pikiran tidak mungkin mendapatkan beasiswa luar negeri, tidka bisa berbahas Inggris, beasiswa luar negeri hanya untuk orang pintar dan lainnya.

Anggapan tersebut harus dihilangkan, dirinya juga pernah mengalami itu, tapi harus terus berusaha, misalnya bahasa Inggris. ”Saya harus belajar agar bisa Bahasa Inggris,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan beasiswa, pertama harus mencari universitas, jurusan, bidang studi, penelitian dan juga peluang. Ketika mendaftar beasiswa, pasti peluang itu ada. Termasuk juga memilih negara.

Karena banyak negara yang menyiapkan beasiswa, untuk mendapatkannya bisa dilihat informasinya. Kadang belum banyak yang mendapatkan informasi adanya beasiswa, sehingga peluang mendapatkan beasiswa cukup besar. ”Seperti beasiswa di Slovakia, banyak yang belum tahu,” jelasnya.

Karena proses pendaftaran beasiswa melalui formulir, maka yang paling penting adalah curriculum vitae (CV). Maka CV harus dibuat nendang, jika tidak nendang maka harus dibuat nendang. ”Paling penting dalam CV, bisa menjelaskan penelitian yang pernah dilakukan,” imbuhnya.

Untuk lebih jelasnya, pihaknya membuat Rumah Beasiswa untuk mendapatkan berbagai informasi tentang beasiswa. Sehingga semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama, tentunya dengan syarat harus gigih. Karena ada yang mendaftar beasiswa dua puluh kali, baru dietrima du beasiswanya.(linfokom)