iden

Reuni Akbar Alumni PBI Berlangsung Meriah

UMK – Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan reuni Minggu (6/1/2019). Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti semua angkatan, terutama angkatan 2000 keeatas.

Dalam reuni tersebut, ada beberapa alumni yang diminta untuk menceritakan kegiatannya usai lulus, ada yang menjadi entrepreneur dan juga guru. Keduanya bercerita bahwa lulusan UMK juga mampu bersaing ketika memang memiliki keinginan kuat.

Farichah Hamim yang dikenal dengan Bunda Hanim memang tidak menjadi guru, namun kini menjadi entrepreneur, pemilik Hijab Arrafi. Lilusan UMK angkatan 2003 tersebut membangun bisnis hijab ketika pemasaran online mulai marak.

Semula dia berjualan offline di Pasar Kliwon, namun ketika berjualan offline ternyata dianggap tidak terlalu menguntungkan. Akhirnya dia membuat brand hijab sendiri saat tren hijab mulai booming dan pemasaran online marak. ”Saya melihat celah tersebut, dan ternyata cukup baik,” katanya.

Sebelum fokus mengembangkan brand hijabnya, dia sempat memutuskan menjual semua dagangan offlinenya. Saat itu laku sekitar Rp 70 juta, lalu dia juga menjual mobil untuk memulai usaha hijab Arrafi dan fokus pemasaran lewat online.

Ternyata keputusannya memang tepat, sehingga kini terus berkembang dan justru ada kawan seangkatannya yang kini menjadi agennya. ”Memang butuh keuletan untuk membangun usaha,” terangnya.

Dia berharap agar mahasiswa ikut aktif dalam kegiatan kampus, tidak hanya pergi dan pulang saja. Karena sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman. Dulu, saat kuliah dirinya tidak aktif dalam kegiatan, padahal sangat bermanfaat.

”Usai lulus dan menjalani usaha, saya menyesal tidak aktif dalam kegiatan kampus saat kuliah, padahal sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman,” kenangnya.

Alumi lainnya, guru SMP 1 Kudus Nurul Azkiya mengatakan, memang dulu banyak yang meremehkan lulusan UMK. Bahkan dialami oleh dirinya, namun dirinya terus membuktikan.

Alhasil, dirinya lolos diterima menjadi PNS, dari situ membuktikan bahwa lulusan UMK mampu bersaing dengan lulusan universitas lain. saat mengajar, dirinya juga terus membuktikan diri bahkan akhirnya pernah diminta untuk mengajari semua guru untuk mengajar Bahasa Inggris.

Artinya, lulusan UMK memiliki kemampuan untuk bersaing dengan yang lain, tentunya dengan catatan harus bekerja keras dan cerdas untuk mencapai cita-citanya. ”Saya dari keluarga pas-pasan, jadi saya harus belajar keras dan berusaha keras,” imbuhnya.

Untuk dunia entreprenuer, dia mengakui memang tidak memiliki bakat. Dia memang lebih suka dengan dunia mengajar. Namun baginya, apapun profesinya harus dijalankan dengan baik, karena setiap orang memiliki potensi masing-masing.

Sementara itu, Kaporgdi PBI UMK Nuraningsih mengucapkan terimakasih kepada alumni yang hadir. Diharapkan dengan kegiatan tersebut bisa memebrikan motivasi untuk terus berkembang.

Selain itu bisa sharing dengan sesama alumni yang kini bekerja di berbagai bidang, mulai dari guru hingga entrepreneur. Selain itu, dirinya juga menyampaikan berbagai pengembangan di PBI, termasuk PBI mendapatkan akreditasi A.

Dalam kegiatan tersebut, juga disediakan tenda-tenda dimana yang berjualan adalah alumni. Sehingga dengan berbagai jualan tersebut, diharapkan nantinya alumni lintas angkatan bisa saling mengenal dan bisa memebrikan manfaat satu sama lainnya.(linfokom).