iden

UMK Segera Miliki Masjid Megah

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK Walau belum sempurna, bangunan megah setinggi tiga lantai yang terletak di bagian barat kampus Universitas Muria Kudus (UMK) sudah tampak keindahannya. UMK segera memiliki masjid baru, kata Nuha mengomentari. Di pintu utama bangunan tampak racikan huruf kaligrafi yang tertata rapi. Pada tulisan paling atas huruf kaligrafi tertulis Masjid Darul Ilmi. Tampaknya tulisan Darul Ilmi menjadi nama masjid tersebut. Cocok namanya, Darul lmi artinya tempat mencari ilmu, dan pas karena masjidnya berada di lingkungan kampus,tambah Nuha.

Menurut Fahrul Setyo, ST, pengawas lapangan pembangunan Masjid Darul Ilmi, perkiraan selesai pembangunan pada awal Desember 2009 mendatang. Sekarang masih dalam proses finishing seperti pengecatan, plaster dan lain sebagainya, jelas Facrul pada wartawan portal UMK.

Masjid Darul Ilmi, berada di samping bangunan Fakultas Pertanian ini memiliki tiga lantai. Lantai dasar (basement) seluas 650 m2 berfungsi sebagai sentra kegiatan dan aktifitas kerohanian Islam. Dengan luas yang sama, lantai dua diperuntukkan bagi jamaah pria. Sedang lantai tiga seluas 300 m2 bagi tempat jamaah perempuan atau mezanin. Alas ketiga lantai ini dilapisi batu alam marmer dan keramik.


Di samping kanan-kiri masjid juga telah disediakan tempat wudlu. Bangunan yang memiliki tinggi sekitar 50 m (dasar-kubah) itu menganut gaya timur tengah. Dan, masjid ini kategori menengah, tambah Fahrul (19/10).


Jumlah pekerja yang terlibat dalam pembangunan sebanyak 100 pekerja bangunan. Pemasangan elektronik dan soundsystem pun dikerjakan oleh tenaga profesional dari PT Hartono Istana Elektronika (Polytron) Kudus. Untuk ornamen seni kaligrafi dipesan dari Pesantren kaligrafi Muhammad As-Sirri Undaan, Kudus. Ponpes ini telah menjuarai di kontes seni kaligrafi tingkat Asia.


Masjid yang dibangun sejak bulan Agustus setahun lalu, kini tampak menunggu waktu agar lebih sempurna. Masjid Darul lmi saat awal peletakkan batu pertama oleh ulama kahrismatik Kudus, KH. Sya'roni Ahmadi, kini tinggal menghitung haru untuk segera digunakan.


Menurut Defi Anggraeni, anggota Forum Mahasiswa Islam (Formi), dirinya berkeyakinan bahwa jamaah akan banyak. Saya berharap kegiatan antara akademik dan spiritual bisa disinergikan. Seperti pembuatan jadwal jamaah bersama dengan semua civitas akademika UMK, usul Deni menambahkan. (Ulin, Portal)