iden

Melihat Geliat Masyarakat sekitar Kampus UMK (2)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK-Hadirnya kampus Universitas Muria Kudus (UMK) di Desa Gondang Manis, Bae, Kudus, membawa dampak perubahan yang cukup signifikan, di lingkungan sekitar kampus, terutama masalah ekonomi dan budaya. Hal ini karena latar belakang mahasiswa UMK yang beragam. Karena itu, mereka membawa kebiasaan (budaya) perilaku yang berbeda pula.

 

Kebiasaan yang dibawa berdampak pada masyarakat sekitar kampus. Sebab, merekalah yang merasakan langsung terhadap tata pergaulan mahasiswa yang berbaur dengan masyarakat lokal. Secara tak langsung mereka telah membawa nama baik desa (masyarakat) setempat yang ditinggalinya. Karena itu, mereka harus pandai-pandai menjaga lingkungannya agar tidak berdampak negatif, kata Kepala Desa Gondang Manis, Zumrotus Saidah.

 

Menurut Zumrotus, kecenderungan mahasiswa yang jauh dari orang tua menjadi lebih longgar pergaulannya Zumrotus berharap mahasiswa dapat menyesuaikan tata kehidupan masyarakat di sekitarnya. Perilaku/pergaulan yang baik selama hidup di lingkungan masyarakat harus dijaga. Jangan sampai membuat masyarakat resah atau tersinggung. Jadi, bergaulah dengan masyarakat secara baik, Jalin komunikasi, dan jauhi pergaulan yang tak jelas (hanya ikut-ikutan), tambah Zumrotus Saidah.


Ilham, mahasiswa Fakultas Pertanian, menyambut baik himbauan dari Kepala Desa Zumrotus Saidah. Menurut Ilham lingkungan merupakan hal yang terpenting bagi mahasiswa untuk bersosialisasi. Sehingga, mahasiswa juga harus menghormati budaya setempat. Jadi tidak semau gue. Norma-norma yang ada harus tetap dihormati, jelasnya.


Untuk menghindari tumbuhnya perilaku negatif di masyarakat, Zumrotus menghimbau pada para pemilik kost untuk selektif dalam menerima anak-anak kost maupun tamu yang tak dikenal. Jam kunjung harus dibatasi. Misalnya, kalau malam hari hanya sampai pukul 22.00. Terutama untuk kost mahasiswa puteri, katanya.


Zumrotus menegaskan bahwa Kudus adalah Kota Religius. Karena itu, iklim kondusif harus tetap terjaga. Jangan sampai keharmonisan masyarakat yang sudah terbangun selama ini menjadi terganggu. ,mbuh Zumrotus Saidah mengakhiri pembicaraannya pada wartawan portal UMK. (Hoery, Miun-Portal)