iden

Melihat Geliat Masyarakat sekitar Kampus UMK (1)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sebelum ada Universitas Muria Kudus (UMK), jalan menuju Desa Gondang Manis begitu sunyi senyap. Lebih-lebih ketika melewati jalan Dersalam, di mana kampus UMK berdiri. Pasalnya, di kanan kiri jalan, terdapat kuburan China. Karena itu, dulu daerah sekitar kampus UMK lebih dikenal sebagai daerah kuburan yang menakutkan. Tetapi, seiring dengan perkembangan kampus UMK di Gondang Manis, daerah ini kini menjadi harapan baru bagi penduduk sekitar. Tak hanya Desa Gondang Manis yang merasakan dampak positif dari perkembangan UMK yang kini sudah menginjak usia 29 tahun ini. Tetapi, juga desa lain, seperti Desa Panjang dan Pedawang, juga ikut berdenyut. Daerah yang dulu begitu takut untuk dilewati, kini telah ramai.

 

Maklum saja, UMK yang kini mengalai perkembangan pesat, secara ekonomi telah banyak membantu kehidupan masyarakat sekitar. Sebab, mereka bisa memulai hidup baru dengan mendirikan warung makan, jasa kost mahasiswa, pertokoan, jasa fotocopy maupun membuka warnet, dan lainnya. Kondisi tersebut, tak ada dalam benak mereka sebelumnya.

Kepala Desa Gondang Manis, Zumrotus Saidah, mengakuinya. Seiring dengan perkembangan UMK yang begitu pesat, seolah telah menyulap daerah Gondangmanis menjadi daerah yang dirindukan banyak orang. Ya, sekarang pilihan masyarakat sekitar tak hanya menjadi buruh di pabrik atau bertani saja, tetapi mereka juga bisa membuka warung atau jasa kost. Memang dampak positif ini, bisa dilihat secara langsung di warga yang tinggal di sekitar kampus, ungkapnya, kemarin ketika ditemui di kantornya.

Menurut Zumrotus, beberapa warganya juga ada yang direkrut menjadi tenaga keamanan di UMK. Sehingga, secara tidak langsung, memang UMK telah memberi kontribusi secara ekonomi kepada masyarakat sekitar. Kita bersyukur, bisa menjadi pilihan untuk tempat UMK. Sehingga, daerah di sekitar Kampus yang dulunya sepi kini menjadi ramai, tegasnya.

Zumrotus berpesan agar UMK selalu memperhatikan lingkungan sekitar. Terutama dampak negatif yang mungkin muncul. Harus ada bina lingkungan. Sebab, tidak semua mahasiswa UMK berasal dari Kudus tetapi juga dari luar kota. Karena itu, UMK juga harus selalu mengingkat kepada mahasiswanya untuk selalu menjaga lingkungannya agar di Gondang Manis tetap kondusif, jelasnya. (bersambung/Hoery, Miun-Portal)