iden

Membangun Peradaban di Kota Baru

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Tidak ada yang menyangkal, bahwa hadirnya Universitas Muria Kudus (UMK), membawa angin segar bagi pembangunan daerah di Kabupaten Kudus.

Kehadirannya, turut membawa perubahan yang cukup signifikan. Tidak hanya dalam melahirkan inteletual-intelektual baru dari berbagai ragam disiplin keilmuan. Lebih dari itu, melahirkan dan membangun peradaban di kota baru yang terbentuk tersebut.

Kota baru di kawasan Desa Dersalam dan Desa Gondangmanis tersebut, ditandai dengan munculnya perumahan Perumahan Muria Indah, berdirinya Ruko-ruko, warung serta berbagai kegiatan ekonomi lain.

Berbagai harapan pun tersemat. Drs Asrofi, Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Kudus, berharap, agar segenap civitas akademika UMK, senantiasa meningkatkan intelektualitas dan peran sosialnya. angan cuma puas di dalam kampus, karena banyak tugas sosial yang lebih besar menunggu di luar, katanya.

 

Tantangan Baru

 

Lahirnya UMK, ikut mendorong arah baru pembangunan di Kabupaten Kudus. Berbagai peningkatan fasilitas dan sarana daerah seperti masuknya angkutan yang melintasi jalur UMK, pada gilirannya, juga menjadi kebijakan yang tidak bisa ditawar.

Selain itu, tak sedikit pula para intelektual UMK yang kemudian dijadikan sebagai mitra pemerintah daerah untuk menjadi konsultan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan daerah. Dosen-dosen UMK hendaknya membantu setiap kegiatan di SKPD pemerintah Kabupaten Kudus, karena itu, mereka harus pro aktif,kata Bupati Kudus, H. Musthofa pada kesempatan audiensi dengan jajaran pimpinan UMK.

Kepercayaan pemerintah daerah dalam pelibatan para intelektual UMK tersebut, satu sisi menjadi kebanggaan, karena itu berarti, UMK telah mendapatkan kepercayaan (trust) yang demikian besar. Kapasitas intelektual para akademisi UMK, secara otomatis juga telah mendapatkan pengakuan baik di dunia akademik maupun sosial.

Dekan Fakultas Hukum Subarkah SH M.Hum., mengingatkan, bahwa pengakuan dunia luar terhadap UMK, sebenarnya sekaligus menjadi tantangan baru yang tidak ringan.

Kita harus bisa mengambil kepercayaan masyarakat dan mengiringinya dengan meningkatkan kapasitas keilmuan yang ada. Segenap civitas akademika yang ada, harus meningkatkan kapasitas keilmuan yang dimiliki, sehingga trust yang telah lahir, tidak akan luntur, ungkapnya.

Tantangan sebagaimana diungkapkan Subarkah inilah, yang pada giliran selanjutnya, harus dipahami oleh segenap civitas akademika UMK, dan harus mampu dijawab, sebagai pembuktian atas apa yang telah terbangun dalam image masyarakat, bahwa UMK semakin menunjukkan taring intelektualnya.[hoery/rosidi-Portal]