iden

Dari Media Gathering UMK

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Hubungan dengan berbagai pihak, menjadi sebuah keniscayaan bagi sebuah lembaga (institusi). Pasalnya, masukan-masukan dari berbagai pihak yang terjalin secara harmonis tersebut lah, sebuah institusi bisa lebih mengetahui kekurangan-kekurangan maupun kelebihan yang telah dimiliki.

Universitas Muria Kudus (UMK), dalam rangka membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak tersebut, di antaranya diwujudkan dengan menjalin kontak harmonis dengan media (wartawan).

Terus Berbenah Menjadi Yang Terbaik

Kesadaran bahwa wartawan sebagai ujung tombak informasi, maka masukan-masukan yang diberikan, menjadi sesuatu yang berharga dan menjadi catatan penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Karena itu, pada Senin (28/09/2009) lalu, UMK mengadakan media gathering sekaligus halal bi halal dengan para wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Kudus.

Bertempat di ruang VIP lantai I Gedung Induk, para wartawan disambut oleh Ketua Yayasan H Djuffan Ahad, Rektor Prof Dr dr Sarjadi, Sp.PA., para Pembantur Rektor, Dekan dan para pejabat strukturla UMK lainnya.

Sementara hadir dalam kesempatan tersebut wartawan Antara, Suara Merdeka, Jawa Pos Radar Kudus, Detikcom, TV Borobudur, Wawasan, Radio Elsintadan lain sebagainya.

Para wartawan yang hadir pun, diminta untuk memberikan kritik dan saran terhadap keberadaan UMK. Berbagai kritik pun muncul di forum tersebut. Masukan yang paling banyak menyoroti aktivitas bidang kemahasiswaan.

Rustamaji, redaktur pelaksana Jawa Pos Radar Kudus, mencoba melihat UMK sebagai sebuah lembaga yang harus terus berbenah, meski pada sekitar 10 tahun terakhir, sudah mengalami perkembangan yang cukup baik.Saya sudah melihat perkembangan yang signifikan. Tetapi persoalan intelektualitas mahasiswa, masih memerlukan pendampingan, ujar ketua Asosiasi Pers Indonesia (API) Jawa Tengah ini.

Tak jauh beda diungkapkan Adhitia Armitrianto dari Suara Merdeka. Namun dari sisi partisipasi kegiatan budaya dan sosial, Adit melihat UMK sudah cukup bagus.

Meski begitu, rektor UMK mengatakan bahwa ia bersama jajarannya belum puas dengan kerja-kerja yang telah dilakukan. Kita harus membuat UMK selalu meningkatkan prestasinya, tidak hanya bertahan, tegasnya.

Sementara Ketua Yayasan UMK H Djuffan Ahmad mengingatkan, bahwa UMK harus bisa melihat peluang dan memberikan sumbangsih yang berharga, minimal di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kudus.

UMK harus mampu berpartisipasi dalam masyarakat sesuai perkembangan zaman dan situasi, sebagaimana jika di Kudus yang merupakan kota industri, pesannya. [hoery/rosidi-PortalNews]