iden

Mengunjungi Pondok Tahfidz Anak Yanbu'ul Qur'an Kudus

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kudus- Rapi dan asri. Semilirnya angin yang sepoi-sepoi, menjadikan suasana menjadi indah, pagi ini. Beberapa anak berpeci, lewat. Namun sejurus kemudian, ia kembali lagi dan segera menuju kelas belajarnya.

Ya, ketenangan itu sangat nampak saat redaksi Portal UMK mengunjungi Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an, di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pada bulan puasa ini, para santri calon penghafal Al-Qur'an tersebut, tetap tekun belajar.

Nama Yanbu'ul Qur'an sendiri, bagi masyarakat pesantren di Indonesia, tidaklah asing. Pendirinya, KH Arwani Amin, adalah salah satu ulama yang sangat dihormati dan segani. Di samping itu, beliau KH Arwani Amin, masih keturunan dari Pangeran Diponegoro.

Saat ini, pondok ini diasuh oleh dua bersaudara kakak beradik, yaitu KH Ulinnuha Arwani dan KH Ulil Albab Arwani. Sebelumnya, KH Muhammad Mansur, putera angkat KH Arwani, sebelum meninggal, juga membantu mengasuh pesantren ini.

Berdiri di atas tanah seluas 1,5 hektar, Pondok tahfidz anak Yanbu'ul Qur'an Kudus, saat ini memiliki sekitar 200-an santri yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Dulu bahkan ada santri dari luar negeri juga, yaitu Singapore. Tapi sekarang sudah boyong (pulang), kata Miftahul Jannah, salah satu ustadz.

Pondok tahfidz anak ini, membuka pendaftaran setahun sekali. Umur maksimal yang diterima adalah 6-7 tahun. Itupun melalui beberapa test atau seleksi. Materi test terdiri dari membaca ayat-ayat al-Qur'an, hafalan surat wajib dan kecepatan hafalan atau daya ingat.

Tidak ada target bahwa anak harus hafal pada tahun kesekian. Target hanya berlaku pada anak kelas satu, yaitu harus bisa mencapai hafalan 5 Juz. Kalau pada kelas satu ini 5 Juz tidak bisa dipenuhi, maka akan kita konsultasikan kepada keluarganya.

Jam belajar di pondok ini, adalah habis shalat Shubuh hinga jam 07.00 WIB, lalu habis Ashar hingga pukul 16.45 WIB dan habis Maghrib sampai pukul 20.15 WIB. Anak-anak tidak akan kehilangan kesempatan bermain. Karena di sini juga ada fasilitas untuk bermain seperti sepak bola, bulutangkis, atau permainan lain yang disukai. terang Miftahul Jannah.

Untuk Televisi, juga tidak dilarang. Namun saat menonton Televisi ini, didampingi oleh para Ustadz, dengan menonton program-program yang mendidik (edukatif), seperti National Geographic.

Abdullah Wafiy, santri asal Jakarta yang lahir di Tuban 5 Januari 1998, ini merasa senang bisa belajar di sini. Ia sudah hafal al-Qur'an saat masih duduk di kelas 5 Madrasah Ibtida'yah (sekolah tingkat dasar). Atas keberhasilannya menghafal al-Qur'an di usia belia itu, keluarganya memberi hadiah umroh sebagai rasa syukur, ditemani ibu serta kakek-neneknya.

Pondok tahfidz anak Yanbu'ul Qur'an, saat ini mengelola pondok tahfidz anak putera yang berada di Desa Krandon, Kecamatan Kota, pondok tahfidz puteri di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog serta pondok tahfidz Yatama yang berlokasi di Desa Singocandi, Kecamatan Kota.

Pondok tahfidz Yatama ini, dikhususkan bagi anak yatim yang tidak mampu.Anak yatim yang ingin menghafalkan Al-Qur'an tetapi tidak mempunyai biaya, bisa mondok di sini, terang Miftahul Jannah. [hoery/rosidi-Portal]