iden

UMK Berstandar Nasional

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KUDUS-Universitas Muria Kudus (UMK) mengukuhkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi (PT) bermutu di tingkat nasional. Sebab, berdasarkan release Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Perguruan Tinggi, UMK masuk dalam 68 PT di Indonesia yang menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Tim technical assistance quality assurance dan evaluasi implementasi SPMI dari Ditjen Dikti yang terdiri dari Prof Dr Johannes Gunawan, SH,LL.M (koordinator), Prof Dr Bernadette M Waluyo SH, MH,CN (sekretaris)

dan dianggotai Prof Bambang Suryatmono, Ph.D, Prof Dr Deni Djuanda, Prof Dr Hendra Gunawan, Prof Dr Ir Tirza Hanum, MS, Dr Satria Bijaksana, Dr Ir JP Gentur Stapa MSc, Ir Lilik Soetiarso M.Eng, Ph.D, Drs Soeprapto SU, A.F Elly Erawaty SH, LL.M, Ph.D, Dr Ir Edia Rahayuningsih MS, dan Dr Ing Singgih Hawibowo, menetapkan UMK lolos dalam proses site verification dan technical assistance bersama 67 PT lainnya secara nasional. Bahkan, dari PT yang lolos proses site verification dan technical assistance, itu UMK menempati ranking 21 berdasarkan skor nilai yang diraihnya.
Tentu tak mudah untuk meraih prestasi itu. Sebab, untuk mendapatkan pengakuan tersebut, UMK harus bersaing dengan PT seluruh Indonesia. Sebagai perguruan tinggi yang masih cukup muda, tentu kita bangga mendapatkan pengakuan itu. Ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan yang dikembangkan di UMK makin diakui kualitasnya oleh pemerintah, tegas Rektor UMK, Prof. Dr. dr. Sarjadi.

Sebagaimana diketahui, bahwa penjaminan mutu perguruan tinggi terdiri atas penjaminan mutu internal (internal quality assurance) dan penjaminan mutu eksternal (external quality assurance). Sejak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mencanangkan posisi strategis penjaminan mutu di dalam Higer Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010, maka dengan koordinasi Direktorat Akademik kegiatan penjaminan mutu telah berkembang sedemikian rupa di masing-masing PT. Pada akhir tahun 2006, Ditjen Dikti telah menyelesaikan sebuah naskah akademik mengenai integrasi kedua jenis penjaminan mutu tersebut.

Dengan dukungan bank data tentang PT yang disebut Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), integrasi tersebut membentuk sebuah sistem yang komprehensif, yaitu Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT), yaitu sistem yang menyinergikan kegiatan EPSBED, penjaminan mutu, dan akreditasi perguruan tinggi. Tujuan dari SPM-PT untuk menjamin mutu aspek akademik maupun non akademik perguruan tinggi di Indonesia. Dalam SPM-PT, kegiatan EPSBED dikembangkan menjadi suatu PDPT, sedangkan kegiatan penjaminan mutu dan akreditasi masing-masing disebut sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

Nah, untuk mengimplementasi SPMI di PT, Direktorat Akademik menerapkan program evaluasi implementasi sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi di Indoensia. Dan, hasil dari itu, adalah terpilihnya 68 PT dari 127 PT yang sebelumnya telah dinyatakan lolos tahap I dan dilakukan site verification serta technical assistence. Dengan terpilihnya UMK dalam implementasi sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi 2008, maka UMK termasuk PT yang telah menerapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. (Humas UMK)