iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Budaya, Bahasa dan Sastra menjadi salah satu faktor untuk mendukung pariwisata dan industri kreatif. Sehingga pengambangan wisata atau industri kreatif bisa semakin dikenal, seperti novel yang didalamnya terdapat budaya dan lokasi daerah yang menjadi latarbelakang cerita.
Hal itu disamapikan kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dr. Ganjar Harimansyah dalam seminar nasional Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia ke-43 di Universitas Muria Kudus Via daring dengan tema ‘Potensi budaya, Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya untuk pengembangan pariwisata dan industry kreatif’.
Narasumber lain dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Sudaryanto, Dosen Prodi PBSI Dr. Mohammad Kanzunuddin, M.Pd dan seorang penulis Abidah El Khalieqy.
Penulis Novel Abidah El Khalieqy mengatakan, dalam penulisan sastra yang selama ini dilakukannya, selalu terdapat irisan budaya dan wisata didalamnya. Sehingga penulisan karya sastra sebenarnya menyangkut banyak hal.
Seperti dinovel karangannya berjudul ‘Mata Raisa’, didalamya ada narasi yang secara khusus menyebut destiansi wisata di Jawa Timur. Seperti cerita tentang kampung arab di Ampel Surabaya dan peninggalan Majapahit di Mojo Agung.
Seperti juga novel berjudul ‘Singgasana’, didalamnya juga menyinggung destinasi wisata di Jogja, seperti Kaliurang, Parangtritis dan lainnya.
Narasumber lain, Dosen UMK Dr. Mohammad Kanzanuddin mengatakan, cerita rakyat bisa menjadi atraksi wisata. Atraksi wisata yang disukai oleh wisatawan mancanegara adalah seni dan budaya yang ada di Jawa Tengah.
Inti menunjukkan bahwa seni dan budaya yang ada di Jateng memiliki unsur keunikan dan keaslinan yang tidak ada di negara lain. ”Atraksi wisata yang menarik harus memiliki kriteria keunikan, originalitas, otentisitas dan diversitas produk, misalnya di Kudus, Menara Kudus memiliki originalitas, karena sangat unik dan tidak terdapat ditempat lain,” terangnya.
Disadari atau tidak, cerita rakyat sudah menjadi atraksi wisata, terutama cerita rakyat yang berbentuk setengah lisan (berbagai tradisi) dan nonlisan seperti gebyok dan kuliner. Namun pelaku wisata tidak menyadarinya, sehingga penanganan tidak dilakukans ecara utuh dan tidak dikaitklan dengan diensi wisata dan tuntutan wisata.
Sehingga, ketika cerita rakyat dilakukan secara baik, akan mengahsilkan industri kreatif dan akan mengundang datangn ya wisatawan untuk datang mengunjungi. Karena wisatawan dating akan memikirkan apa yang akan dilihat dan apa yang akan dibeli. ”Sehingga cerita rakyat ini perlu digarap baik agar bisa menajdi atraksi wisata,” jelasnya.
Sedangkan terkait pembelajaran saat pandemi, bisa memanfaatkan media digital untuk pembelajaran dan mengahsilkan karya. Apalagi pengguna media sosial di Indonesia sangat besar, data terakhir menunjukkan 202,6 juta warga sudah menggunakan internet. Untuk itu konsep literasi digital perlu dibangun untuk pembelajaran Bahasa.
Dalam pembelajaran Bahasa, pendidik atau lainnya bisa memanfaatkan media sosial, seperti Instagram. Misalnya dengan membuat puisi-puisi singkat dengan desain sederhana dan diupload di Instagram. ”Pembelajaran seperti itu tidak kalah asyik,” terangnya.
Selain itu bisa melakukan alih wahana ‘kertas’ ke digital, apalagi sudah banyak aplikasi atau platform yang mendukung. Seperti Wattpad, Storial.co, Medium, Jotterpad, Steller hingga Penana.
Dari media tersebut, tidak hanya digunakan untuk menulis, tapi juga menyebarkan karya siswa atau guru serta dosen. Seperti aplikasi Wattpad yang dirilis 2006, saat ini 100 juta cerita dan bahkan ada yang sempat viral dan akhirnya terkenal melalui Wattpad. ”Platform yang ad aitu, sangat bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran bahasa dan sastra berbasis digital,” terangnya.
Dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran, tentu ada yang harus diperhatikan. Seperti media digital yang dipakai harus bisa digunakan untuk menyalurkan pesan atau bahan pembelajaran dengan teknologi digital, sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan peserta didik dalam pembelajaran.
Lalu yang harus diperhatikan, syarat media dighital bisa digunakan media pembelajaran adalah media digital harus enarik minat peserta didik, autintik dan mutakhir sesuai dengan tingkat psikologis, Bahasanya baik dan tepat, mendorong keaktifan siswa dan memudahkan dari sesgi penerapannya.
”Media digital yang digunakan harus sesuai dengan kontek sosial dan budaya serta kebutuhan dan tantangan peserta didik,” imbuhnya.(Linfokom-UMK)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) bakal memulai kuliah tatap muka terbatas per 18 Oktober 2021 mendatang. Berbagai persiapan sudah dilakukan, mulai dari pembentukan Satgas Covid-19 hingga penggunaan aplikasi pedulilindungi di setiap pintu masuk.

Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si mengatakan, semua persiapan perkuliahan tatap muka terbatas sudah dilakukan. Semuanya disesuaikan dengan aturan yang ada. ”Dari rapat yang kami lakukan, maka 18 Oktober 2021, kuliah tatap muka terbatas dimulai,” katanya Minggu (10/10/2021).

Penentuan tersebut berdasarkan rapat pimpinan universitas dan dekanat UMK pada 13 September 2021. Dalam pelaksanaannya juga berdasarkan aturan yang ada, seperti Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Selain itu ada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Ada juga Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022. Terakhir Surat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah Nomor 1274/LL6/D1.03/2021 tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022.

Dari aturan tersebut, pihaknya melakukan persiapan kuliah tatap muka. Pihaknya melakukan penyiapan kelengkapan pelaksanaan, seperti pembentukan Satgas Covid UMK, tim teknis ruang kelas, tim teknis pengendalian lapangan dan evaluasi monitoring. Pedoman dan boring atau formulir isian untuk kontrol juga telah disiapkan.

”Semua persiapan kami lakukan, pelaksanaan nantinya dikorodinasikan pimpinan fakultas dan program studi,” terangnya.

Dalam pelaksanaan kuliah tatap muka terbatas tersebut, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya. Pertama harus ada pembagian hari tertentu dalam seminggu untuk masing-masing fakultas dan Prodi.

Kedua kuliah tatap muka terbatas diutamakan kuliah yang ada praktikumnya. Ketiga, peserta maksimal kuliah 30 persen dari kapasitas kelas. Keempat ada ijin orang tua dan kelima yang harus diperhatikan adalah kuliah tatap muka terbatas diikuti oleh mahasiswa yang telah melakukan vaksin, minimal vaksin pertama.

Dia menambahkan, pembelajaran tatak muka terbatas ini tentunya dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Sehingga dilakukan pemantauan dengan ketat, salah satunya dengan pemasangan barcode aplikasi pedulilindungi disetiap pintu masuk. ”Apliaksi ini bisa memudahkan dalam pemantauan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan Kantor Kesehatan, Keselamatan Kerja, kebencanaan dan Lingkungan (K4L), kepela Prodi dan dekan untuk memantau berkala selama pembelejaran tatap muka terbatas ini. Hasilnya akan dijadikan rekomendasi untuk aktivitas pembelajaran tatap muka selanjutnya.

”Kami mengingatkan kepada semua warga kampus untuk menjadi duta perubahan perilaku di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.

Terkait temuan kasus positif covid-19 di UMK selama pelaksanaan kuliah tatap muka, pihaknya akan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di area terkonfirmasi positif covid-19 hingga kodisi aman.

”Dalam pelaksananya trnyata di Kudus kasus covid mengalami peningkatan, maka universitas akan berkoordinasi dengan satuan tugas penanganan Covid-19 setempat untuk melanjutkan atau menghentikan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.

 

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Asssalamualaikum/Selamat pagi semuanya,
berikut kami share twibbon Hari Kesaktian Pancasila 2021

Tutorial Mengupload Foto dengan Twibbon UMK dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila
1. Klik link twibonnize.com yang berikut ini ya!
📎https://twb.nz/harikesaktianpancasila2021-umk
2. Klik "Browse Image" dan pilihlah foto yang kamu ingin pasang di twibbon
3. Jika sudah, klik "Ok/ Lanjut"
4. Atur posisi foto (bisa melihat preview foto twibbonnya di bagian bawah ya)
5. Jika dirasa sudah pas, klik upload image atau tahan pada twibbon untuk mengunduh

Mohon bantuannya juga untuk share,,,,Terima Kasih.

 

 

 

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Unit Kegiatan Mahsiswa (UKM) Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan tanam phon di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus. Ada sekitar 500 pohon yang ditanam di desa tersebut hingga mendekati Waduk Logung.
Ketua Panitia Mohammad Nurfadli mengatakan, penanaman pohon dalam rangka Hari Ozon Internasional. Saat ini lapisan ozon menipis akibar pencemaran gas klorofluorokarbon (CFC) dan efek rumah kaca yang diakibatkan oleh berbagai gas yang mencemari udara. "Salah satu upaya yang kami lakukan untuk mengurangi dampak negatifnya adalah dengan penanaman pohon," katanya saat penanaman pohon Minggu (26/9/2021).
Kegiatan penanaman pohon dapat mengurangi dampak pemanasan global dengan kemampuan pohon dalam menyerap emisi karbon yang merupakan penyebab terjadinya pemanasan global. Penanaman ini merupakan kegiatan penghijauan pada lahan kosong di luar Kawasan hutan atau di tepi-tepi jalan yang belum ada pepohonannya.
"Selain penghijauan dan memepringati hari ozon, juga bertujuan untuk menambah resapan air dan mengurangi polusi," terangnya.
Dalam pelaksanaan tersebut, pihaknya sudah menyiapkan pasak untuk penyangga tanaman pada 19 September 2021, ada seribu pasak yang dibuat. Selanjutnya pada 25 September, dilakukan pembersihan rumput liar dan lubang untuk lokasi tanaman yang akan ditanam.
Ada 500 pohon yang ditanam, dari jumlah tersebut ada epat jenis tanaman, yakni trembesi, tabibuya, ketapang kencana dan glodokan. "Kami juga membagikan bibit kepada warga, untuk warga kami berikan bibit buah, muali dari rambutan, kelengkeng, nangka hingga matoa," ujarnya.
Untuk perawatan, pihaknya akan melakukan pengecekans ecara rutin hingga tiga bulan atau hingga tanaman tersebut sudah bisa berkembang sendiri. Ketika awal penanaman membutuhkan perawatan, sehingga perlu dicek rutin.
Sementara untuk kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan anggota muda Mapala Arga Dahana UMK dan karang taruna masyarakat Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus. "Kami juga didukung oleh Pokdarwis setempat, Sispala SMK 2 Kudus dan Kepala Desa Kandangmas beserta perangkat desa," imbuhnya.(HUmas-Linfokom)

Page 1 of 411