iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Semarang (USM). Salah satu yang akan digarap terkait implementasi program merdeka belajar yang saat ini dicanangkan oleh Kemendikbud.

Rekotr UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si mengatakan, sadar atau tidak sadar, saat ini sedang menghadapi pertarungan peradaban. Bahkan saat ini revolusi industri 4.0 yang baru dimulai, ternyata sudah muncul lagi revolusi industri 5.0. "Akhirnya dibutuhkan sinergi untuk menghadapinya," katanya saat sambutan ketika penandatanganan nota kesepahaman di Auditorium Ir. Widjatmoko Kamis (15/4/2021).

Untuk itu, penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan kali ini merupakan awal dari sinergi. Sementara yang paling penting justru setelah penandatanganan, yakni implementasi dari kerjasama tersebut. 

Dengan sinergi tersebut, diharapkan mampu membuat generasi yang tidak hanya bisa memahami saja, melainkan juga membuat generasi yang bisa mengikuti persoalan-persoalan peradaban yang ada. "Semoga kerjasama ini menorehkan hal baik, bagi UMK maupun USM," terangnya.

Sementara itu, Rektor USM Andy Kridasusila, SE. MM mengatakan, dengan kerjasama ini dihrapkan nantinya bisa mendukung program merdeka belajar yang dicanangkan pemerintah. Tentunya diharapkan akan ada program-program antara UMK dan USM yang akan dijalankan nantinya.

Kedepan diharapkan salah satunya muncul program pertukaran mahasiswa bahkan juga dosen. Karena program tersebut juga terkait erat dengan program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM).

Dengan jalannya kerjasama tersebut nantinya, diharapkan dosen maupun mahasiswa mampu merespon perubahan yang ada saat ini. Karena perubahan yang terjadi dengan cepat perlu disikapi bersama, salah satunya dengan sinergi antar perguruan tinggi.(Linfokom – Humas)

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive


UMK - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk Universitas Muria Kudus sebagai pembahas utama dalam penyusunan Anggaran Dasar (AD) atau Anggaran Rumah Tangga (ART) Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI).

Sesuai undangan yang masuk, pembahasan tersebut dilakukan selama dua hari, 14 dan 15 April 2021. Seluruh ketua BPSMI hadir di acara ini.

Dalam kegiatan itu, UMK diminta untuk menjadi pembahas utama oleh penyelenggara, yakni Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud. Kegiatan ini dipusatkan di Universitas Ibu Khaldun, Bogor. Namun pelaksanaannya di lakukan secara daring.

BPSMI sendiri dibentuk dengan tujuan untuk membina dan mengembangkan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang seni. Apalagi setiap tahunnya memang ada program pekan seni mahasiswa Nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

Selain itu juga untuk mengapresiasi seni bagi mahasiswa. Bahkan lebih luas lagi untuk memupuk kerjasama dan mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan mahasiswa Indonesia.(Linfokom - Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Uniet Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Suka Rela (KSR) Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kegiatan donor darah di auditorium UMK Senin (12/4/2021). Donor darah dilakukan sehari sebelum Ramadan tiba, sehingga diharapkan bisa membantu menambah stok darah selama Ramadhan yang bisanya menipis.
Ketua UKM KSR UMK Choirida mengatakan, kegiatan tersebut memang menajdi salah satu kegiatan rutin. Pihaknya menggandeng Palang merah Indoensia (PMI) Kudus dalam proses donor darah tersebut. "Kerjsama ini sudah berjalan lama dan memang rutin dilakukan," katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan civitas akademika, namun memang kurang maksimal karena kondisi kampus masih dalam kondisi pembelajaran daring. Sehingga pendonor kurang maksimal, namun dari jumlah pendonor sudah bisa dikatakan cukup lumayan banyak.
Dari data yang ada, pendaftar donor darah mencapai 101 orang, namun tidak semuanya lolos pemeriksaan awal. Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan lolos hanya 68 pendonor saja, sementara 33 lainnya dinyatakan tidak lolos.
Tidak lolosnya mereka bisa disebabkan beberapa aspek, karena sebelum dinyatakan lolos memang harus mengisi blanko dan juga pemeriksaan awal. Terutama pemeriksaan tensi darah, gagalnya pendonor salah satunya disebabkan karena tensi darah rendah.
Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pendonor dalam kegiatan donor darah tersebut. "Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung acara tersebut, semoga kedepan bisa lebih baik lagi," jelasnya.(Linfokom - Humas)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Universitas Muria Kudus (UMK) meneken nota kesepahaman dengan Kemenag Kudus. Kerjasama ini diajdikan sebagai payung hukum dan bisa ditindaklanjuti oleh fakultas atau program studi sesuai kebutuhan masing-masing.
Kerjasama yang diteken tersebut meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni serta budaya. "Sebenarnya banyak sekolah dibawah Kemeng yang bekerjasama dengan kami, namun kedepan mungkin bisa diperluas dengan adanya nota kesepahaman ini," kata Wakil Rektor IV UMK Dr. Drs. Hilal Madjdi, M.Pd Senin (12/4/2021).
Tak hanya untuk prodi, nantinya ada kemungkinan kerjasama dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di UMK. Sehingga kedepannya UKM UMK juga bisa berkembang baik dan tentunya saling menguntungkan.
Untuk perjanjian kerjasama sebagai turunan nota kesepahaman tersebut akan dilakukan oleh fakultas atau prodi dan lainnya. Sehingga perjanjian kerjasama yang akan dijalin sesuai dengan kebutuhan fakultas atau prodi yang ada di UMK.
Rektor UMK prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si mengatakan, kerjasama ini merupakan upaya untuk menguatkan antara UMK dengan Kemenag. proses saling mengisi ini diharapkan akan mendapatkan dampak positif.
"Kami berharap ada multiplayer effect, yakni kemanfaatan dalan pendidikan yang ada di UMK maupun Kemenag, khususnya di Kudus," jelasnya.
Dengan ditandatanganinya maka bisa menajdi payung hukum, teramsuk dalam proses belajar mengajar yang nantinya bisa saling membantu antara UMK dan Kemenag. "Ini bukan terakhir, namun awal, semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat dan bisa dirasakan ummat," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kudus Drs. H. Akhmad Mundakir, M.si mengatakan, dalam pengembangan di Kemenag, terutama untuk madrasah tentu membutuhkan bantuan dari perguruan tinggi, salah satunya UMK. apalagi pihaknya sudah kampanye madrasah berbasis riset dan tahfidz.
Untuk mengembangkan itu, tentunya membutuhkan pengembangan lewat kerjasama dengan UMK, sehingga madrasah berbasis riset tersebut bisa teralisasi dengan maksimal. Namun pihaknya berharap tidak hanya dibidang pendidikan saja, melainkan bidang lain, sepertia dminsitrasi.
Apalagi saat ini transformasi digital cukup kencang, sehingga diharapkan ada inovasi dimana administrasi bisa memanfaatkan dunia digital. "Kami butuh inovasi bidanga dministrasi untuk pelayanan haji, nikah dan lainnya," jelasnya.(Linfokom-Humas)

 

Page 1 of 397