iden
Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Satu Abad Nahdhatul Ulama

Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia

Dalam Rangka Memperingati Harlah 1 Abad Nahdhatul Ulama pada 31 Januari 2023 

Mari Kita Meriahkan dengan Memasang Twibbon 1 Abad Nahdhatul Ulama - Universitas Muria Kudus

 

Tutorial Mengupload Foto dengan Twibbon UMK dalam rangka memperingati 1 Abad Nahdhatul Ulama sebagai berikut:

1. Klik link twibonnize.com yang berikut ini ya!

📎 https://twb.nz/harlahnuumk

2. Klik "Browse Image" dan pilihlah foto yang kamu ingin pasang di twibbon

 

3. Jika sudah, klik "Ok/ Lanjut"

 

4. Atur posisi foto (bisa melihat preview foto twibbonnya di bagian bawah ya)

 

5. Jika dirasa sudah pas, klik upload image atau tahan pada twibbon untuk mengunduh

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 134 siswa SMA 1 Kudus tampak antusias saat berkunjung ke Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (FP-UMK), Kamis (26/01/2023). Bertempat di Auditorium UMK, kunjungan ini dalam rangka meningkatkan implementasi merdeka belajar bagi siswa sekolah.

Dekan Fakultas Pertanian UMK Ir. Veronica Kristiani, M.P. menyampaikan, kunjungan dari SMA 1 Kudus ini merupakan yang kedua kalinya setelah 2022 lalu.

“Melalui kunjungan ini akan sedikit merubah mindset bahwa belajar di luar secara langsung itu ada manfaatnya dibandingkan hanya selalu di dalam kelas,” sambut Dekan FP UMK.

Dirinya menambahkan, kunjungan ini juga sebagai momentum Fakultas Pertanian UMK untuk lebih mengenalkan program studi (prodi) terbaru yaitu Prodi Agribisnis.

“Tahun ini kita telah membuka prodi baru Agribisnis, tidak hanya mempelajari bidang Pertanian yang tidak hanya berhubungan dengan Lab (Laboratorium),” terangnya.

Prodi Agribisnis menjadi salah satu pilihan bagi para calon mahasiswa yang ingin belajar di bidang pertanian beserta bisnis dalam pengelolaan pertanian secara modern.

Kehadiran SMA 1 Kudus kali ini juga dimanfaatkan sebagai ajang penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak. Melalui PKS ini akan menjadi hubungan mutualisme antar keduanya yang dapat bermanfaat kedepan.

“Melalui PKS ini, bagi siswa yang mau belajar dan meneliti, Fakultas Pertanian UMK menyediakan alat lab, alat kultur jaringan, rumah kompos serta laboraturium pertanian yang dapat dimanfaatkan,” tandasnya.

Selain itu, melalui PKS yang telah ditandatangani ini pun dapat menjadi landasan dan wadah FP UMK untuk melakukan promosi ke SMA 1 Kudus.

Selanjutnya, para siswa yang hadir diajak belajar dan berkeliling menuju Laboratorium kultur jaringan, Rumah Kompos, Laboratorium Agronomi, hingga Laboratorium Proteksi tanaman yang menjadi fasilitas yang ada di Fakultas Pertanian UMK.

Selain dijelaskan mengenai proses berkembangnya tanaman, para siswa juga diajak membuat dan mengolah limbah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Sebagai informasi, FP UMK memiliki Rumah Kompos yang memanfaatkan limbah-limbah sampah organik masyarakat di sekitar kampus dan mengolahnya menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SMA 1 Kudus Drs. Sudiharto M.A.P. berharap, siswa SMA 1 Kudus yang hadir dapat mengambil manfaat dari kunjungan tersebut. Pihaknya menjelaskan, kunjungan ke UMK juga sebagai bentuk implementasi kurikulum Merdeka Belajar.

“Mudah-mudahan melalui kerjasama ini dapat berlanjut ke hal-hal positif baik bagi UMK dan SMA 1 Kudus,” jelasnya.

Sudiharto juga menyarankan kepada para siswanya jika ingin melanjutkan cita-citanya bisa langsung ke UMK saja.

“UMK menjadi salah satu Universitas kebanggaan di Kudus, tidak perlu jauh-jauh kalian bisa memilih lanjut ke UMK,” ajaknya. (Humas-Linfokom)

Previous Next

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muria Kudus (UMK) menyambut hangat kedatangan rombongan dari prodi PGSD Universitas Ngudi Waluyo di ruang rapat prodi PGSD UMK, Kamis (26/01/2023).

Adapun tujuan dari kedatangan Universitas Ngudi Waluyo adalah untuk belajar dari UMK terkait bagaimana mencapai akreditasi unggul. Mulai dari pengelolaan prodi, kurikulum, adn lain sebagainya.

Menanggapi hal itu, Ketua Prodi PGSD UMK, Siti Masfu'ah, S.Pd., M.Pd. sangat mengapresiasi niat baik rombongan Universitas Ngudi Waluyo. Menurutnya, program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) ini memanglah bukan untuk saling bersaing, melainkan ada kolaborasi dan kerjasama dari prodi PGSD manapun, termasuk dari Universitas Ngudi Waluyo.

“Hari ini tadi kita sudah link and match terkait dengan kerjasama yang akan kita laksanakan, dan insya Allah kedepannya nanti akan ada banyak kegiatan yang akan kita laksanakan, yang tentunya untuk kemajuan dari kedua prodi yang arahnya nanti ke akreditasi unggul,” tuturnya.

Terkait dengan implementasi kurikulum, PGSD UMK sendiri memang telah menerapkan kurikulum perguruan tinggi (KPT) untuk mendukung MBKM. Baik MBKM dari prodi, maupun dari MBKM pemerintah.

“Terkait dengan bagaimana skemanya, tadi kita sudah belajar bareng tentang apa yang sudah kita lakukan,” sambungnya.

Disinggung mengenai visi misi PGSD UMK sendiri, Siti Masfu'ah menyampaikan jika PGSD UMK mempunyai Visi Lembaga dan Visi Keilmuan. Visi lembaga merujuk pada Visi Universitas dan Visi Fakultas, sedangkan Visi Keilmuan Prodi yaitu mengembangkan Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang selaras dengan prinsip konstruktivisme berbasis kearifan lokal guna menghasilkan lulusan yang unggul.

“Yang hasilnya nanti muaranya adalah lulusan yang unggul sesuai dengan tuntutan publik,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Prodi PGSD Universitas Ngudi Waluyo, Lisa Virdinarti Putra S.Pd., M.Pd. mengungkap alasannya memilih PGSD UMK sebagai bahan pembelajaran. Ia menilai, program MBKM PGSD UMK sudah terlaksana dengan baik, dan sudah ada validasi dari tiap kurikulum.

“Jadi kami melihatnya sudah shahih, sudah ada kelayakan dari praktisi maupun dari pakar,” ungkapnya.

“Jadi belajar di sini, seperti apa itu prodi PGSD di UMK, kemudian bagaimana kurikulumnya, sehingga kami dari prodi PGSD Universitas Ngudi Wluyo bisa menyusul akreditasi unggul, karena memang sasaran kami akreditasi yang saat ini masih akreditasi baik, kami ingin mencapai seperti yang ada di UMK ini, yakni akreditasi unggul,” tukasnya. (Humas-Linfokom)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Dewasa ini tengah viral fenomena mandi lumpur yang kerap berseliweran di media sosial (medsos). Hal itu mengundang banyak respon, tak terkecuali dari Ahli Psikologi Sosial sekaligus Dosen Universitas Muria Kudus (UMK) Mohammad Khasan, S.Psi., M.Si..

Ia menilai, hal tersebut adalah bagian dari konformitas. Yakni dimana individu mengubah tingkah laku mereka untuk mengikuti norma sosial yang ada.

“Merebaknya konten kreator ngemis online mandi lumpur lantaran bagian dari latah digitalisasi karena mampu mendatangkan keuntungan. Mungkin mereka berpikir karena bisa mengambil uang dari situs kenapa harus bekerja, fenemona ini biasanya musiman," katanya, Kamis (26/01/2023).

Sebagai informasi, fenemona ngemis online sendiri merupakan konten untuk memperlihatkan video siaran langsung pemilik akun yang sedang bermandikan lumpur. Biasanya, para pemilik akun mematok harga khusus untuk melakukan perintah dari penyawer, seperti mengguyur tubuh dengan lumpur ataupun berguling-guling di lumpur.

Selain itu, juga terdapat video siaran langsung yang memperlihatkan ibu-ibu mandi di kolam pada saat tengah malam, dan masih banyak lagi. Ketika mendapat saweran berupa gift stiker, pemilik akun bisa menukarkannya dengan uang pada aplikasi tersebut.

Menanggapi adanya saweran tersebut, Khasan menyebut, arti tentang uang saat ini sudah berbeda dibandingkan lalu. Jika dulu uang dipakai untuk jual beli saja, saat ini bisa dijadikan untuk meningkatkan harga diri.

“Uang sudah bukan tolak ukur lagi semakin banyak yang dibayar untuk melihat hal konyol akan meningkatkan harga diri. Melihat hal konyol saja bisa membayar mahal apalagi yang bukan, begitupun juga sebaliknya, kan begitu," urainya.

Selain itu, juga ada beberapa konten ngemis online yang berbahaya, seperti tantangan menghentikan truk yang sedang melaju. Melihat fenomena tersebut, menurut Khasan, para pelaku atau pembuat konten ngemis online tidak hanya orang miskin.

"Jadi yang dicari adalah pengakuan dari netizen jadi tidak hanya uang lagi sebagai tolak ukurnya, mereka merasa dihargai," tukasnya. (Humas-Linfokom)

Page 1 of 467