iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) per 10 Februari 2020 diterima magang di enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemungkinan besar bertambah, karena PT jasa Marga masih belum memberikan kepastian berapa mahasiswa UMK yang akan diterima magang.

Anggota Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) UMK Muhammad Arifin, M.Kom mengatakan, untuk tahun ini, sampai dengan awal Februari 2020 memang baru 28 mahasiswa yang sudah penempatan ke lokasi magang. ”Terakhir penandatanganan kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN),” katanya kemarin.

Penandatanganan kerjasama antara UMK dengan PT BTN dilakukan Kamis, 6 Februari 2020 di Gedung Menara BTN lt 3 Jl. Gajahmada No 1 Jakarta Pusat. Ada tiga mahasiswa UMK yang akhirnya ikut program PMMB di PT BTN.

Selain PT BTN, ada juga satu mahasiswa yang magang di PT Pembangunan Perumahan Demak. Lalu ada PT Semen Gresik yang menerima tiga mahasiswa UMK. Selanjutnya ada juga PT BNI Surabaya yang menerima enam mahasiswa UMK untuk magang.

Sementara paling banyak ada di PT KAI Bandung, ada sebanyak 12 mahasiswa UMK yang ikut PMMB. Lalu di PT PLN ada tiga mahasiswa. ”Sementara untuk PT Jasa Marga masih belum ada konfirmasi, kemungkinan ada,” terangnya.

Untuk total sampai saat ini, ada 28 mahasiswa yang ikut PMBB di sejumlah BUMN yang ada di Indonesia. Jumlah ini mengalami kenaikan disbanding sebelumnya, pada 2019 ada 20 peserta.

Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada BUMN yang sudah menerima mahasiswa UMK dalam program PMMB. Tentunya PMMB ini harus dimanfaatkan mahasiswa dengan baik.

Karena sertifikat yang didapat peserta magang akan menjadi salah satu poin penting, apalagi ketika melamar pekerjaan di BUMN. Karena sertifikat yang diberikan memiliki bobot tersendiri.(Linfokom-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pemilihan Mahasiswa Beprestasi (Pilmapres) mengukuhkan Alfiana Mega Susanti dari program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) sebagai mahasiswa berprestasi (mapres) utama.  Dalam grand final Pilmapres, banyak ide yang dituangkan oleh sepuluh peserta saat pemaparan dihadapan juri.

Dalam prosesnya, Pilmapres 2020 ini dikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai prodi. Sete;ah pendaftaran, lalu ada proses seleksi administrasi, hasilnya 26 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi tahap pertama tersebut.

Lalu untuk seleksi Bahasa Inggris, akhirnya sepuluh mahasiswa dinyatakan lolos dan mengikuti psikotes dan masuk dalam grand final. Dalam grand final, sepuluh mahasiswa tersebut diminta mempresentasikan ide-ide yang dimiliki dihadapan tiga juri.

Sepuluh nama yang amsuk grand final yakni Achda Subchiya Hanum yang memiliki ide berjudul (Sanggar Menggambar Anak Tunarungu) sebagai Aktualisasi Ekspresi Peduli Sosial. Lalu ada Alexsa Alrasyid Asmara dengan gagasan berjudul Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Upaya Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini.

Selanjutnya ada Alfiana Mega Susanti dengan ide berjudul KUDUS HUNTER Sebagai Solusi untuk Meminimalisir Culture Shock dalam literasi bagi Warga Negara Asing (WNA). Lalu ada Dwy Damayanti dengan gagasan berjudul Portal dunia matematika: Upaya Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Berbasis Teknologi Guna Mewujudkan SDGs 2030 di Indonesia.

Mahasiswa lainnya yakni Ema Elyana yang menuangkan ide berjudul Kalender Edukasi Keuangan Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan Anak SD Di Era Revolusi 4.0. ada juga Fatimatul Zahro dengan ide berjudul Strategi Penanggulangan Bencana Kebakaran Lahan Tebu Dan Pola Pemanfaatan Limbah Tebu Di Kabupaten Kudus.

Selanjutnya ada Ilham Fajar Sidqi dengan judul Pengembangan Akuaponik Pintar Berbasis Internet Of Things (IOT) Sebagai Upaya Efisiensi Lahan Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Masih ada lagi yakni Khansa Rofifah S dengan idenya berjudul Program SANUBARI  (Saya Toleran untuk Keberagaman Negeri) dalam Upaya Penanaman  Sikap Toleransi pada Anak.

Khoirin Nida Fitria memiliki gagasan Ethnomathematics Apps Pada Model Pembelajaran Superitem Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Karakter Cinta Tanah Air. Lalu Nanda Eria Mellyana dengan gagasannya "Law Snakes And Ladders” (Ular Tangga Berbasis Hukum Sebagai Wujud Kontribusi Mahasiswa Fakultas Hukum Dalam Mendukung SDG'S).

Usai grand final terlaksana, mapres utama UMK diraih Alfina Mega Susanti sekaligus Mapres terbaik Angkatan 2017. Selanjutnya mapres terbaik Angkatan 2018 diraih Khansa Rofifah Salsabila dari prodi PGSD dan Mapres terbaik Angkatan 2019 diraih Dwy Damayanti dari PMTK.(Linfokom-Humas)

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Masukan dari alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi bahan untuk pengembangan kurikulum. Banyak masukan yang didapat saat dilakukan kegiatan Alumni Gathering.

Kegiatan dilakukan karena ingin mengetahui perkembangan yang ada, termasuk yang dirasakan alumni. Sehingga kurikulum yang ada tentunya akan disesuaikan sehingga lulusan akan lebih baik.

Selain alumni, juga mengundang pengguna alumni atau perusahan dan lembaga pendidikan yang menggunakan jasa alumni. Sehingga masukan bisa makin beragam untuk pengembangan jurusan PBI agar kedepan lebih baik.

Beberapa usulan yang muncul antara lain terkait pendampingan mahasiswa oleh dosen dalam berbagai kegiatan, perlu adanya peningkatan. Sehingga mahasiswa bisa mendapatkan masukan, terutama dalam praktik lapangan di sekolah-sekolah.

Selain itu, ada juga yang menguculkan perlunya mahasiswa didorong untuk meningkatkan soft skillnya. Karena di sekolah kebutuhannya tidak hanya hard skill, tapi juga soft skill. Ada yang menjadi guru dan diminta untuk membaca puisi dalam Bahasa Inggris, karena saat kuliah tidak belajar tentang seni, akhirnya agak kesulitan.

Salah satu masukan juga dating dari dari alumni 2010 Suatman, salah satu yang disoroti yakni mata kuliah English for Spesific Purpose (ESP). Saat dirinya kuliah justru lebih kepada bisnis, padahal kebutuhan saat ini tidak hanya untuk bisnis, tapi juga banyak, karena sekolah menengah kejuruan (SMK) juga banyak.

”Saya tidak paham juga kenapa mata kuliahnya ESP, tapi yang diajarkan cuma bisnis, sehingga menurut saya perlu diperluas cakupannya untuk mata kuliah ESP,” katanya.

Sementara itu, Kaprogdi PBI FKIP UMK, Nuraeningsih mengaku bertertimakasih atas masukan yang diberikan. Sehingga pihaknya bisa mendapatkan masukan untuk pengembangan kurikulum kedepannya agar lebih baik.

Masukan tersebut sangat penting, teramsuk dari pengguna alumni, baik perusahaan maupun sekolah. Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti semua masukan yang ada untuk perbaikan kedepannya.(Linfokom-Humas)

 

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) memberikan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan. Bantuan yang diberikan berupa uang, makanan pokok, dan pakaian serta kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh korban banjir.
Ketua Bem UMK Khasan Musthofa mengatakan, pihaknya memang melakukan penghalang donasi kepada civitas akademika UMK. Semuanya sudah dilakukan sebelum bantuan disalurkan kemarin (17/1/2020). "Kami galang donasi dari banyak pihak, mulai dari mahasiswa, dosen hingga karyawan UMK, ada juga dari rektorat, organisasi mahasiswa di UMK dan takmir Masjid Darul Ilmi UMK," katanya kemarin.
Bantuan diberikan kepada dua daerah, yakni Kabupaten Demak dan Grobogan karena dirasa bencana banjir di dua kabupaten tersebut relatif lebih parah dibanding lainnya di Pantura. Karena sebelumnya pihaknya telah melakukan pemantauan terkait kejadian bencana, termasuk di dua daerah tersebut.
Bantuan yang diberikan berupa uang ada sekitar 13 juta. Selanjutnya ada makanan pokok seperti beras, minyak goreng hingga mie instan. "Selain itu kita juga memberikan selimut untuk diberikan kepada korban banjir," terangnya.
Agar bantuan bisa tepat sasaran, pihaknya memberikan bantuan kepada korban kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Demak dan Grobogan. Karena BPBD yang mengetahui peta bencana yang ada di dua lokasi tersebut.
Sehingga bantuan diberikan ke BPBD, karena jika pihaknya langsung memberikan ker korban bencana, dikhawatirkan tidak tepat sasaran. "Kami ingin bantuan bisa tepat sasaran, saat ini BPBD yang memahami peta bencananya, mana yang paling membutuhkan dan mana yang tidak, semua ada di BPBD," jelasnya.
Pihaknya berharap bantuan yang diberikan bisa meringankan beban korban bencana walaupun jumlahnya tidak banyak. Namun intinya pihaknya juga merasakan kesedihan adanya bencana tersebut dan berpartisipasi dalam proses rehabilitasi sesuai dengan kemampuan yang ada.
Rektor UMK Dr. Suparnyo mendukung penuh kegiatan tersebut, karena memang korban banjir butuh bantuan semua pihak, termasuk dari civitas akademika UMK. "Kami mendukung dan mengapresiasi apa yang dilakukan BEM dan ormawa," jelasnya.
Dengan kegiatan tersebut menunjukkan kepekaan mahasiswa sangat baik. Sehingga langsung melakukan gerakan berupa penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Demak dan Grobogan. Kepedulian sosial harus terus dipupuk, sehingga apa yang dilakukan bisa bermanfaat bagi orang lain. (Linfokom-Humas)

Page 1 of 370