iden

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Fatimatul Zahro terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat LLDIKTI Wilayah VI yang kini sedang mengikuti seleksi untuk pemilihan Mapres tingkat nasional yang diadakan Kemendikbudristek. Banyak prestasi yang sudah diraih mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (SI) Universitas Muria Kudus (UMK) tersebut.

Beberapa prestasi yang diraihnya antara lain medali emas di even World Invention dan Technology Expo 2020, medali emas di Asean Innovation Science And Entrepreneur Fair 2020, medali silver pada Korea International Women’s Invention Entrepreneur 2020.

Selain itu juga pernah mendapatkan medalis ilver di Asean Asean Innovation Science And Entrepreneur Fair 2021, lolos pendanaan Progra Kreatifitas Mahasiswa pada 2020 dan 2021, lolos program transfer kredit internasional 2021 dan juga aktif dalam organisasi mahasiswa sebagai ketua.

Fatimatul Zahro mengatakan, sebelum ikut Mapres tingkat wilayahatau LLDIKTI VI, dirinya sudah mengikuti pemilihan Mapres tingkat universitas, bahkan dua kali dirinya pernah ikut. ”Tahun sebelumnya Cuma sampai sepuluh besar saja,” katanya Sabtu (31/7/2021).

Sebenarnya, saat mengikuti Mapres tahun ini, dirinya ragu untuk ikut atau tidak. Namun karena kesempatan terakhir dirinya ikut, akhirnya dia memutuskan untuk ikut pemilihan Mapres UMK 2021.

Akhirnya setelah melalui tahapan awal sampai akhir, dirinya terpilih sebagai Mapres UMK. ”Selanjutnya saya dikirim mewakili UMK pada even Pilmapres 2021 tingkat wilayah dan alhamdulillah menang,” terangnya.

 Selanjutnya dirinya ikut dalam pemilihan Mapres tingkat nasional. Ada beberapa tahapan yang harus diikuti dirinya. Pertama yakni desk evaluation, yaitu penilaian administrasi. Dalam proses ini, dirinya dinyatakan lolos.

Selanjutnya dia mengikuti  tahap penilaian gagasan kreatif (GK), capaian unggulan (CU) seperti prestasi, organisasi dan lainnya. ”Gagasan kreatif saya berupa pembuatan aplikasi pencarian tutor, khususnya pendidikan non formal atau keterampilan-keterampilan, tujuannya tak lain untuk peningkatan ekonomi dengan mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Setelah tahap pertama tersebut rampung, kini dirinya sedang memasuki tahap kedua, yakni penilaian dari video presentasi Bahasa Inggris. Paparan tersebut berisi gagasan kreatif yang sudah diajukan sebelumnya.

”Mohon doanya agar diberikan kelancaran dan kemudahan di tahap selanjutnya, semoga mendapatkan hasil terbaik,” harapnya.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Muria Kudus sudah memasuki proses wawancara dan survei. Kali ini wawancara dan survey beasiswa yang diperuntukkan siswa berprestasi dan tidak mampu itu dilakukan secara daring mengingat pandemic yang masih berlangsung.

Ketua Linfokom UMK  Syafiul Muzid, ST. M.Cs mengatakan, beasiswa KIP Kuliah merupakan program beasiswa pengganti Bidikmisi yang berjalan sebelumnya. Beasiswa ini merupakan salah satu program dari Kemendikbudristek. ”Tahun ini UMK mendapatkan kuota sebanyak 51 orang,” katanya Rabu (28/7/2021).

Dengan adanya program KIP Kuliah, siswa berprestasi namun tidak mampu bisa melanjutkan jenjang studinya di UMK. Tentunya dengan memiliki program studi yang diinginkan yang ada di UMK.

Dalam proses pendaftaran, ada 105 pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Sehingga langsung dilanjutkan pada wawancara dan survey lokasi, tujuannya tak lain untuk mengetahui secara detail kondisi pendaftar, baik prestasi maupun kondisi ekonominya.

Wawancara dan survei untuk mengetahui secara langsung prestasi pendaftar, sehingga beasiswa yang diberikan benar-benar tepat sasaran. ”Kami lakukan wawancara dan survei selama tiga hari, 27 – 29 Juli 2021,” terangnya.

Pihaknya memanfaatkan aplikasi zoom untuk wawancara dan survei lokasi, usai wawancara dilakukan, pendaftar diminta untuk menunjukkan rumahnya, mulai dari rumah bagian depan, kamar hingga kendaraan yang dimiliki.

Kuota KIP Kuliah tahun ini memang jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga pihaknya harus melakukan seleksi ekstra. Sehingga dengan kerja keras dan teliti yang dilakukan tim, diharapkan bisa menentukan mana yang paling layak mendapatkan beasiswa KIP Kuliah dari 105 pendaftar.

”Beasiswa ini memang sangat bermanfaat bagi siswa berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi,” jelasnya.

Pendaftar yang dinyatakan lolos, nantinya tidak perlu membayar selama kuliah. Namun perlu diingat, selama kuliah harus mempertahankan prestasinya. Jangan sampai nilai kuliah jeblog atau turun. Selain itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan uangs aku Rp 800.000 setiap bulannya.

Dia menambahkan, bagi yang nantinya tidak lolos beasiswa KIP Kuliah, jangan berkecil hati. Karena di UMK masih ada banyak beasiswa yang bisa diambil saat kuliah atau beasiswa on going, seperti beasiswa Djarum Foundation dan Bank Indonesia.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) terus mematangkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Semua regulasi terkait terus dikejar dan targetnya UMK akan melaksanakan MBKM secara efektif pada 2022.

Rektor UMK Prof. Dr. Ir Darsono, M.Si mengatakan, pihaknya mengambil dua program unggulan dalam MBKM, yakni asistensi mengajar dan magang industry. Sementara untuk enam kegiatan MBKM lainnya diotonomkan kepada program studi. ”Artinya prodi juga bisa mengambil selain asistensi mengajar dan magang industri,” katanya saat Rapat Kerja UMK Tahunan Sabtu (24/7/2021).

Untuk itu, semua program studi harus melakukan sinkronisasi satuan kurikulum yang bermuatan MBKM serta menyiapkan sasaran MBKM. Pihaknya juga terus merampungkan regulasi terkait MBKM, targetnya selesai tahun ini. Sedangkan launching dilakukan awal Agustus.

Sementara itu, Wakil Rektor I Dr. Dra Sulistyowati, SH.C.N mengingatkan jika prodi yang ingin mengambil enam kegiatan MBKM lainnya, harus benar-benar siap. Karena otonomi hakikatnya dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab, semua harus transparan dan bisa diaudit.

Enam kegiatan MBKM tersebut yakni Pertukaran Pelajar, Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik, Studi/Proyek Independen, Kegiawatan Wirausaha, Proyek Kemanusiaan dan Penelitian/Riset.

Dalam mempersiapkan MBKM, UMK terus bekerja keras dan menindaklanjuti secara cepat informasi yang turun dari Kemendikbudristek.

Persiapan tersebut antara lain merumuskan kebijakan tingkat perguruan tinggi, Menyusun panduan atau pedoman yang menajdi acuan implementasi MBKM ditingkat prodi, melakukan perubahan kurikulum yang mencakup perencanaan, proses pembelajaran, evalausi pembelajaran dan penjaminan mutu.

Lalu menyusun prosedur operasional bagi mahasiswa yang mengambil SKS di luar prodi, membuat dokumen kerjasama dengan mitra. Persiapan tersebut juga dilakukan tingkat fakultas hingga prodi, sehingga implementasi MBKM bisa berjalan optimal.

Wakil Rektor II Dr. Solekhan, ST. MT menambahkan, untuk implementasi MBKM tentu memerlukan anggaran. Pihaknya sudah mengalokasikan anggaran tersebut, sehingga diharapkan pelaksanaan MBKM bisa berjalan maksimal.(Humas-Linfokom)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Universitas Muria Kudu (UMK) melaksanakan rapat kerja tahunan, kali ini dilakukan secara daring mengingat pandemi yang belum selesai. Banyak hal yang dibahas dalam rapat kerja ini, tentunya untuk kemajuan UMK kedepannya.

Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si dalam sambutannya  mengatakan, dalam menjalankan organisasi harus cepat, presisi dan tidak boleh lengah. ”Kita harus berlajar dari permainan sepak bola yang menekankan kecepatan, presisi dan tidak boleh lengah agar putaran organisasi bisa maksimal,” katanya saat memberikan sambutan awal Raker Tahunan UMK Jumat (23/7/2021).

Untuk itu, dalam menjalankan organisasi harus berjalan dengan baik tanpa melihat siapa saya dan siapa kamu. Harus saling bekerjasama seperti gear dan rantai yang berputar seiring seirama. Sehingga muncul tata kelola akuntabel.

Sedangkan untuk sistem akuntabilitas kinerja, diperlukan sebuah perencanaan, pelaksanaan dan pengukuran kinerja (program/kegiatan/anggaran) dan pelaporan atau pertanggungjawaban.

Ada tiga syarat yang harus dilakuan untuk mewujudkannya, yakni memiliki ‘syahwat’ atau niat, keinginan, komitmen dan kepedulian bersama yang kuat. Lalu adanya kepemimpnan kolektif kolegial yang kuat, bisa mengarahkan, mendorong, memantau dan mengevaluasi. Ketiga harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas.

”Rektor bukan segala-galanya, butuh orang lain untuk bisa maju bersama,” terangnya.

Rektor mengibaratkan sasaran strategis yang hendak dicapai bersama seperti danau biru. Untuk menjadikan danau biru lebih baik, maka perulu banyak program yang dijalankan dengan baik. Program ini seperti aliran sungai yang mengisi atau menuju danau.

Ketika program atau aliran ke danau tidak sesuai, tentu harus dipotong bersama agar tidak sampai ke danau atau sasaran strategis. Karena jika sampai ke danau tentu akan mengganggu dan sasaran strategis tidak tercapai maksimal. Sehingga diperlukan kerjasama yang baik antar unit yang ada di UMK untuk mewujudkan UMK Maju.

Sementara itu, Ketua Pengurus YP UMK J. Wahyu Wardana mengatakan, sinergi dalam organisasi mutlak diperlukan. Sehingga mampu membawa UMK kearah yang lebih baik. “Harus tercipta one team, one spirit, one goal,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan, bahwa semua komponen yang ada di UMK harus senantiasa berubah, karena perubahan terus terjadi di sekitar kita. Sehingga harus menyesuaikan diri dari adanya perubahan atau bahkan lebih kreatif dan inovatif menyikapi perubahan yang ada di depan.

Pihaknya memiliki cita-cita UMK menjadi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, pihaknya menyatakan itu karena sangat memungkinkan UMK menjadi perguruan tinggi terkemuka. Berbagai kebijakan juga sudah ditempuh agar UMK terus maju kedepannya.(Humas-Linfokom)

Page 1 of 404