Menu

Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.

Rasa kepedulian sosial dan kedermawanan di bulan Ramadhan, ini oleh umat Islam, khususnya di Nusantara, diwujudkan dengan memberikan shadaqah ke masjid-masjid dan mushalla untuk tadarus, saat tarkhim, santunan kepada anak yatim dan dhuafa’, serta zakat.

Meningkatnya rasa kepedulian sosial dan kedermawanan saat Ramadhan, memang menjadi fenomena (atau sudah menjadi tradisi?) yang banyak faktor jika mau menelaah secara lebih mendalam.

Namun itu menjadi hal lain yang tidak akan dikupas dalam tulisan ini. Di sini penulis justru hendak mempertanyakan, apakah rasa kepedulian sosial dan kedermawanan yang meningkat selama Ramadhan, itu juga bisa dirawat di luar bulan penuh rahmat itu?

Ini adalah pertanyaan mendasar yang mesti diajukan. Sebab, jika rasa kepedulian sosial dan kedermawanan itu bisa dirawat setiap saat, maka akan memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa ini, antara lain dalam rangka meningkatkan taraf pendidikan anak bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Bisa dibayangkan, jika masing-masing orang yang memiliki kelebihan ekonomi mau membantu tetangga atau saudaranya yang yatim atau dhuafa agar bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin, maka pendidikan anak di Indonesia tentu akan lebih baik.

Kenyataannya, kondisinya hingga saat ini masih memprihatinkan. UNICEF pada 2015 melansir sebuah data, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan, meliputi 600 ribu anak usia Sekolah Dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). (kabar24.bisnis.com, 23/6/2015)

Di bidang kemandirian ekonomi, masyarakat miskin juga akan terkurangi jika orang-orang yang berlimpah harta menciptakan lapangan-lapangan kerja bagi orang-orang miskin dan dhuafa. Sebab, angka kemiskinan di Indonesia, diakui atau tidak, masih cukup tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS), melaporkan, pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin -penduduk dengan pengeluaran per kapita/bulan di bawah garis kemiskinan- di Indonesia, mencapai 28,59 juta orang (11,22 %). Angka ini bertambah 0,86 juta orang jika dibandingkan dengan kondisi September 2014, di mana jumlah penduduk miskin sebanyak 27,73 juta orang (10,96 %).

Mengapa soal kepedulian sosial ini begitu penting diperhatikan, karena puasa Ramadhan sendiri pada akhirnya bertujuan agar seseorang itu bertakwa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Jadi puasa Ramadhan itu sebagai pengingat, bagaimana agar umat Islam mencapai ketakwaan. Dan salah satu jalan menuju ke sana (ketakwaan) itu adalah dengan peduli kepada sesama, membantu para fakir, miskin, anak yatim, para dhuafa, dan lainnya yang membutuhkan.

Terkait hal ini, Rasulullah Muhammad SAW. dalam salah satu haditsnya pun mengingatkan, ‘’Tidaklah (disebut) seorang mukmin jika dirinya kenyang, sementara tetangganya lapar hingga ke lambungnya.” Semoga Ramadhan ini bisa mengantarkan kita menjadi umat bertakwa dan semakin menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Selanjutnya, dalam rangka membangun kemandirian masyarakat, yang bisa mengambil peran lebih untuk itu, adalah perusahaan-perusahaan besar melalui dana coorporate social renponsibility (CSR)-nya, dengan melakukan pembinaan dan pembukaan usaha-usaha produktif bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu.

Dengan melakukan pembinaan dan pembukaan usaha-usaha produktif bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu, maka kontribusi perusahaan kepada masyarakat tidak sekadar diwujudkan melalui zakat dan infak saja, tetapi menjadi lebih nyata karena termanifestasikan melalui usaha kreatif yang berkelanjutan. Wallahu a’lam. (*)

 

Dr. H. Suparnyo SH. MS.,

Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) dan Dewan Pakar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) kabupaten Kudus.

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06751715
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
38
150
2678
6747333
5901
7075
6751715

IP: 192.168.1.34
Jam Server: 2019-06-21 02:52:42

Kami memiliki 7 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top