Menu

2016, Tahun Prestasi

Oleh Suparnyo

Tak terasa, tahun 2015 akan segera meninggalkan kita semua, berganti dengan lembaran baru, tahun baru, yaitu tahun 2016. Rasanya baru kemarin lembaran tahun 2015 menyapa, namun kini segera akan meninggalkan kita semua.

Betapa cepatnya waktu bergulir. Dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, dan seterusnya, hingga tanpa terasa, setahun kita menjalani demikian cepatnya. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan selama setahun ini?

Atau tepatnya, prestasi apa yang telah kita dapatkan, untuk diri kita dan institusi tempat kita mengabdi. Apa pula yang sudah kita sumbangkan sebagai insan akademik kepada masyarakat dan bangsa?

Untuk itu, pada kesempatan ini, saya ingin mengajak semua sivitas akademika UMK untuk melakukan refleksi diri (muhasabah al-nafs), agar masa (tahun) yang telah lalu, bisa menjadi cermin untuk memperbaiki diri di tahun yang akan datang.

Ada beragam prestasi yang diraih oleh sivitas akademika, baik mahasiswa maupun dosen, yang tentunya kami apresiasi positif, dan berharap akan ditingkatkan pada tahun-tahun  mendatang.

Terkait dengan datangnya tahun baru 2016 ini, ada sebuah pembelajaran menarik yang bisa kita petik dan kita internalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, dari jargon ‘’Revolusi Mental’’ Presiden Joko Widodo.

Revolusi Mental ini, mesti kita tanamkan dalam diri kita masing-masing, sebagai upaya memompa semangat agar bisa melakukan hal lebih baik dibanding tahun sebelumnya, sehingga prestasi yang akan diraih pun lebih baik pula.

Dalam konteks insan akademik di kampus (perguruan tinggi), revolusi mental ini perlu benar-benar diinternalisasikan, dengan memupuk jiwa kecendekiawanan. Menurut budayawan M. Sobary (2013), kecendekiawanan bukanlah monopoli mereka yang bergelar Sarjana, Master, Doktor, atau pun Profesor.

Budayawan yang dikenal sebagai karib Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengatakan, bahwa kecendekiawan itu hampir tidak ada hubungannya dengan gelar akademis pada tingkatan manapun.

Kecendekiawanan, katanya, lebih terletak pada bentuk-bentuk komitmen, sifat pemikiran, dan pergolakan batin dalam diri orang bersangkutan, dalam usahanya memberikan jawaban atas persoalan-persoalan rumit yang berhubungan dengan alam semesta, Tuhan, metafisika, filsafat, dan manusia.

Pergolakan batin itu mendalam, dan menimbulkan kegelisahan terus-menerus karena setiap kali ditemukan suatu jawaban, maka jawaban itu segera berubah lagi menjadi suatu pertanyaan baru, yang harus dijawab lagi. Dari setiap pertanyaan bukannya lahir suatu jawaban, melainkan lahir pertanyaan baru dan cendekiawan hidup di dalam dialektika pemikiran seperti ini, terus menerus.

Apa yang bisa dipetik dari tesis M. Sobary ini? Bahwa kita sebagai intelektual, seyogyanya mengingat tanggung jawab terhadap tugas-tugas sebagai seseorang yang dituntut memeliki kecendekiawanan, di luar gelar akademik sebagai seorang cendekiawan yang melekat.

Hal itulah yang pada gilirannya, tidak sekadar menjadikan kita sebagai insan intelektual yang sadar untuk mengambil peran dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat dan berbangsa, melainkan prestasi-prestasi baik sosial maupun intelektual, juga akan dapat diraih karenanya.

Sebagai kalam penutup, tahun 2015 yang segera berganti, bisa menjadi cermin untuk berkaca, berefleksi diri, melakukan muhasabah al-nafs, apa yang mesti dilakukan di tahun 2016, agar lebih baik dan membuahkan berbagai prestasi dibanding tahun sebelumnya yang telah meninggalkan kita. (*)
 

Dr. Suparnyo SH. MS.,
Rektor Universitas Muria Kudus

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06805571
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
61
248
1895
6800280
5291
15138
6805571

IP: 192.168.1.34
Jam Server: 2019-12-14 03:47:15

Kami memiliki 27 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top