Mustafa Ismail: Tak Ada Negara Maju Tanpa Tradisi Menulis

UMK - Redaktur Budaya Koran Tempo, Mustafa Ismail, mengajak masyarakat untuk manfaatkan media sosial sebagai ruang kreatif untuk menulis. Dengan begitu, manfaat positif media sosial akan terasa.

Dia menguatarakan hal dalam apresiasi sastra dan diskusi yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa malam (31/01/2017) lalu. ‘’Media sosial tidak sekadar berfungsi sebagai media komunikasi, melainkan bisa dimanfaatkan sebagai ruang kreatif dan berkesenian,’’ katanya.

Contoh media sosial sebagai ruang kreatif, baik itu facebook, twitter, dan whatsapp, bisa dipergunakan sarana publikasi karya sastra baik, puisi maupun cerpen. ‘’Media sosial memang memiliki plus minus. Plusnya, kita bisa langsung mempublikasikan karya secara cepat, kendati konsekuensinya akan ada potensi kesalahan lantaran tidak adanya editor dan kurator terhadap karya itu,’’ jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya mengingatkan, dunia kepenulisan bukan skill yang bisa dimiliki dengan mudah dan instan. Harus ada niat dan kesungguhan dalam berproses menjadi penulis, yang tidak sekadar beroriantasi sebagai sarana berekspresi saja, tetapi bisa menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan.

“Sebelum menjadi salah satu orang terkaya di Britania Raya, JK. Rowling, penulis novel Harry Potter, pernah mengalami 40 kali penolakan dari penerbit. Meskipun demikian, hal itu tidak menjadi batu sandungan baginya,’’ ungkapnya dalam diskusi yang dipandu sastrawan Kota Kretek, Jumari HS.

Dia pun memotivasi para peserta diskusi yang berasal dari mahasiswa, pecinta seni dan sastra di Kudus dan sekitarnya, agar konsisten menulis, meski itu di media sosial. ‘’Tidak persoalan Anda mau menulis apa. Persoalan adalah bagaimana berproses membudayakan menulis. Tidak ada negara maju tanpa tradisi menulis,’’ tegasnya.

Sastrawan asal Tangerang, Banten, Iwan Gunadi, mengatakan, tidak ada yang lebih penting dalam menulis dari menulis itu sendiri. “Saya pernah menjadi juri dalam sebuah perlombaan menulis, ternyata yang menjadi juara kedua ialah seorang pengamen. Pencapaian itu tentu tak terlepas dari ketekunannya menulis,’’ tuturnya. (Wahab-Portal)