Menu

Tips Mengatasi Prokrastinasi Oleh Anggi

“Ahh… Tugasnya kerjain besok deh. Hari ini kita nonton film dulu.”
“Tenang jadwal ngumpulinnya masih minggu depan kok. Santai aja.”


Sebagai mahasiswa, kita tentu sering mendengar kata-kata tersebut ketika sedang berbincang dengan teman-teman mengenai tugas kuliah. Bahkan tak jarang kita sendiri yang mengucapkan kata-kata tersebut. Kata-kata yang mencerminkan perilaku suka menunda.

Penundaan, dalam psikologi disebut sebagai prokrastinasi adalah penundaan yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang untuk memulai maupun menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang akademik dan memilih untuk melakukan aktivitas lain yang tidak diperlukan dalam pengerjaan tugas.

Menurut Salomon dan Rothbloum dalam Journal of Counseling Psychology, prokrastinasi adalah suatu kecenderungan menunda dalam memulai maupun menyelesaikan kinerja secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas lain yang tidak berguna, sehingga kinerja menjadi terhambat, tidak pernah menyelesaikan tugas tepat waktu, serta sering terlambat dalam menghadiri pertemuan-pertemuan.

Hal ini tentu akan membawa dampak negatif bagi mahasiswa. Antara lain menjadi terburu-buru dalam pengerjaan tugas, hasil tidak maksimal, stress, dan lain-sebaginya. Bahkan, dalam pengerjaan skripsi, prokrastinasi akan mengakibatkan mundurnya waktu wisuda.
Lantas bagaimana solusinya? Menurut penulis ada beberapa tips agar kita terjankiti virus prokrastinasi.

Pertama, memotivasi diri sendiri dengan menentukan tujuan (passion). Buatlah tujuan yang ingin diraih atau dituju. Misalnya ingin menyelesaikan studi dalam rentang waktu 3,5 tahun, ingin segera bekerja, yang memotivasi supaya tidak melakukan prokrastinasi.

Kedua, menentukan sendiri target waktu penyelesaian tugas. Buatlah deadline sendiri mengenai penyesaian tugas. Misalnya dua hari setelah pemberian tugas oleh dosen. Berusahalah untuk semaksimal mungkin memenuhi deadline yang dibuat.

 

Ketiga, mengusahakan untuk menyediakan waktu khusus setiap hari untuk mengerjakan tugas secara konsisten. Jika terlalu sibuk oleh kegiatan non-akademik, misal mengikuti organisasi atau kerja part time, maka usahakanlah untuk menyediakan waktu khusus guna mengerjakan tugas setiap hari. Misalnya menggunakan waktu selama satu jam setelah bangun tidur. Lakukan hal ini dengan konsisten.

Keempat, mematikan koneksi internet saat mengerjakan tugas. Terlalu asyik ber-chatting ria melalui sosial media seperti facebook, yahoo messenger, twitter, atau bermain game online menjadi alasan penundaan tugas yang paling sering dilontarkan mahasiswa. Oleh karena itu, selama pengerjaan tugas, ada baiknya koneksi internet dimatikan lebih dahulu.

Kelima, yakin atas kemampuan diri sendiri dan hasil tugas yang dikerjakan. Banyak kasus mahasiswa merasa tidak yakin atas kemampuannya dalam mengerjakan tugas. Sehingga muncul kecenderungan untuk menunggu teman yang lain mengerjakan dahulu, atau mengandalkan ‘the power of kepepet’. Karena itu yakinlah dengan kemampuan sendiri untuk mengerjakan tugas. Tidak perlu menunggu teman yang lain mengerjakan lebih dahulu.

Keenam, Menempelkan kata-kata motivasi untuk mengerjakan tugas di tempat yang sering dilihat seperti di laptop, pintu kamar, helm, dan tempat-tempat strategis lain yang muda dilihat mata.

Ketujuh, Memberikan reward bagi diri sendiri jika berhasil menyelesaikan tugas sesuai dengan target, dan memberikan punishment jika  gagal. Tidak ada salahnya menjanjikan hadiah bagi diri sendiri bila berhasil mengalahkan prokrastinasi. Misalnya berjanji akan membeli coklat bila berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu. Tetapi jangan ragu juga memberikan hukuman pada diri sendiri jika gagal. Misalnya tidak bermain game online selama satu minggu.

Pada intinya ketika muncul niatan untuk menunda, segera enyahkan pikiran tersebut dan mulailah untuk mengerjakan. Selamat mencoba.

Anggi, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK), aktif sebagai reporter berita online website UMK.

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06987936
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
1047
1589
8192
6966130
9118
36605
6987936

IP: 192.168.1.45
Jam Server: 2020-08-08 18:42:29

Kami memiliki 24 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top