Menu

Mencari Penerus King dan Kartono

Oleh Rosidi

Pada 30 Agustus - 1 September 2016 di GOR Djarum Kudus, akan menjadi hari yang sangat menentukan bagi para para generasi atlet bulu tangkis dari berbagai kota di Indonesia, yang berjuang keras untuk bisa masuk dalam klub bulu tangkis papan atas tanah air; PB Djarum.

PB Djarum adalah sebuah klub yang telah melahirkan banyak legenda bulu tangkis dunia. Para pebulutangkis yang telah dilahirkan, antara lain adalah Liem Swie King, Kartono, Hastomo Arbi, Ardy B. Wiranata, Alan Budi Kusuma, Eddy Hartono, Gunawan, Haryanto Arbi, Sigit Budiarto, Chandra Wijaya, serta Maria Kristin Yulianti.

Klub ini juga yang telah membina Tontowi Ahmad (Owi), pemain ganda campuran, yang bersama dengan Lilyana Natsir, berhasil mempersembahkan emas di Rio de Janeiro 2016, tepat pada 17 Agustus lalu.

Tanggung jawab besar tersemat di PB Djarum dan juga klub-klub bulu tangkis lain di Indonesia, untuk melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya bisa berbicara di tingkat nasional, tetapi juga berprestasi di pentas internasional (dunia).

Amanat itulah yang ‘’dititipkan’’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima para atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Rio di Istana Merdeka Rabu lalu (24/8). Yakni agar cabang-cabang olah raga prestasi, mendapatkan pembinaan dan perhatian serius. Nah, salah satu cabang itu adalah bulu tangkis.

Kembali ke soal seleksi PB Djarum, ini tentu tidak mudah. Kerja keras dan semangat juang tanpa kenal lelah harus dipupuk, untuk meraih ‘’tiket masuk’’ menjadi bagian dari klub yang telah mendapatkan pengakuan dunia karena atlet-atlet yang telah dilahirkannya.

Terlebih, proses seleksi ini juga bukan tahap akhir dari para generasi atlet bulu tangkis nasional untuk bergabung di PB Djarum. Sebab, masih ada proses-proses lain yang mesti diikuti, yakni tahap final, tes fisik dan karantina.

Penerus Legenda

Kendati persaingan untuk mendapatkan tiket menjadi bagian dari PB Djarum sangat berat, namun itu akan terbayar setelah berhasil masuk mendapatkan beasiswa PB Djarum, karena akan mendapatkan pelatihan-pelatihan terbaik untuk menjadi atlet papan atas.

Dengan mendapatkan beasiswa PB Djarum, sama artinya pula menjadi penerus dari legenda bulu tangkis yang pernah dilahirkan oleh salah satu perusahaan rokok kretek di Kudus, yaitu Liem Swie King dan Kartono. Dua atlet generasi pertama PB Djarum yang mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaraan All England dan Thomas Cup pada era 1980-an.

Sebagai generasi pertama atlet PB Djarum, tentu fasilitas yang digunakan untuk berlatih, tidak semewah sekarang. Kendati begitu, semangat dan ketekunannya menempat diri berlatih bulu tangkis di Brak Bitingan Lama, sangat luar biasa.

Brak Bitingan Lama yang berada di Jl Lukmonohadi No. 53 Kudus itu, kontruksi ruangannya masih asli hingga saat ini. Menurut Heryanto Subagyo, bedanya, dulu agak lebar, karena yang saat ini sudah terkena pengeprasan untuk pelebaran jalan.

Heryanto Subagyo yang bekerja di PT. Djarum sejak 1973, itu menyaksikan sendiri betapa semangat dan tekunnya Liem Swie King dan Kartono berlatih. Jika pagi brak dipergunakan bekerja, sore untuk latihan. Tak jarang, dia dan teman-temannya ikut mempersiapkan tempat untuk latihan.

Cerita lain pernah dikemukakan H. M. Anwari, yang pernah menjadi pelatih fisik Liem Swie King pada 1973-1976 bersama Agus Susanto (pelatih teknik). Dia mengaku sudah melihat bakat luar biasa dalam diri King, sehingga tak salah jika ia direkrut oleh Budi Hartono (CEO PT Djarum) pada 1969 menjadi atlet PB Djarum.

Ketekunan King berlatih, itu bisa dilihat dari bagaimana ia melatih ketahanan tubuh dan stamina, yaitu dengan berlari di Muria dari bawah ke masjid melalui trap-trapan sampai lima kali. Dulu, itu sangat memungkinkan, karena masih sepi. Cuma ada tiga rumah. Sedang di kanan-kiri, hanya ada hamparan lahan pertanian seperti kopi dan ketela.

Kini, fasilitas pelatihan di PB Djarum sudah sangat mewah, ditambah lagi dengan pelatih-pelatih yang sangat profesional. Proses pencarian bakat melalui audisi pun, digelar digelar dengan sangat baik.

Dari proses pencarian bakat ini, diharapkan melahirkan atlet-atlet profesional kelas dunia, yang akan mewarisi semangat dan prestasi Liem Swie King, Kartono, hingga Tontowi Ahmad. Dengan begitu, maka sekaligus menjadi amanat Presiden Jokowi, agar cabang olah raga prestasi mendapatkan perhatian dan prioritas pembinaan. Semoga. (*)

 

Rosidi,
Staf Humas Universitas Muria Kudus.

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06805718
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
208
248
2042
6800280
5438
15138
6805718

IP: 192.168.1.34
Jam Server: 2019-12-14 04:54:02

Kami memiliki 17 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top