Menu

Dongeng untuk Pembelajaran

Oleh A. Abdul Wahab

Pulau Jawa, dan Indonesia secara umum, memiliki khazanah cerita rakyat (folklor) yang sangat kaya. Hampir di setiap daerah memiliki cerita rakyat yang berkembang dan dikenal masyarakat hingga kini. 

Di Kabupaten Kudus, cerita-cerita mengenai sosok Sunan Kudus dan berbagai hal yang melingkupinya, seperti kisahnya dengan Kiai Telingsing, cerita mengenai berdirinya Menara Kudus dan lain sebagainya, cukup dikenal masyarakat luas.

Di Kabupaten Jepara, siapa yang tidak kenal dengan cerita mengenai pemimpin perempuan yang sangat cantik dan jujur; Ratu Shima. Siapa pula yang tidak mengetahui cerita dramatik Ratu Kalinyamat. Atau, cerita soal Pulau Karimunajwa berikut tokohnya yang kharismatik; Sunan Nyamplungan.

Ya, banyak sekali khazanah folklor akan kita temui di banyak tempat di Pulau Jawa ini, bahkan di Indonesia. Cerita-cerita itu, lazimnya, memuat nilai-nilai pendidikan karakter dan filsafat hidup yang demikian agung.

Sehingga, banyak cerita-cerita yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan dan perkembangan masyarakat. Oleh Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, folklor itu dijadikan sebagai media dakwah Islam.  

Dengan kata lain, folklor oleh Wali Songo dan penganjur kebajikan waktu itu, banyak digunakan dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan dan kebajikan di sanubari masyarakat. Pertanyaannya, bagaimana keberadaan folklor saat ini di tengah kehidupan masyarakat yang serba-modern?

Fakta yang banyak dilihat, di sekolah-sekolah, tak banyak guru (pendidik) yang memiliki kesadaran akan pentingnya dongeng atau folklor sebagai salah satu media pembelajaran, sehingga jarang sekali guru yang menggunakannya dalam pendidikan.

Untuk itu, tak berlebihan sebenarnya jika para pendidik saat ini kembali menggunakan dongeng untuk memberikan materi kepada anak didiknya, tentu disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampunya.

Selain agar anak didik merasa senang dan nyaman, sehingga bisa menerima materi dengan lebih mudah, bercerita, mendongeng, juga memiliki dampak positif pengembangan atau kematangan jiwa anak.

Maka, galakkan dan budayakan tradisi mendongeng kepada anak sejak dini. Sebab, anak-anak yang terbiasa mendongeng, bercerita, daya nalarnya akan semakin terasah, kritis, dan memiliki kecakapan serta kecepatan berpikir yang lebih baik.

Di luar itu, untuk mengenalkan potensi dan tokoh lokal di masyarakat masing-masing daerah, dongeng atau bercerita bisa menjadi cara alternatif yang tak hanya tepat, tetapi juga lebih memikat. Dengan demikian, mendongeng atau bercerita adalah hal yang tak berlebihan untuk dibumikan, bukan? (*)


A. Abdul Wahab,
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK)

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06987917
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
1028
1589
8173
6966130
9099
36605
6987917

IP: 192.168.1.45
Jam Server: 2020-08-08 18:28:46

Kami memiliki 21 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top