Menu

Membangun Jiwa dan Badan Generasi Bangsa

Oleh Dwi Ariyanti

Di usianya yang sudah berkepala tujuh, segenap elemen rakyat yang ada semestinya sadar, bahwa kemerdekaan Indonesia, diperoleh dengan tetesan keringat, darah, bahkan nyawa para syuhada dan pahlawan.

Karena itu, para generasi penerus bangsa kini, wajib meneruskan dan mengambil peran dalam mengisi cita-cita kemerdekaan. Membangun jiwa dan ikut kesertaan membangun raga (badan), menjadi hal penting yang kiranya mesti diperhatikan, sebagaimana ditegaskan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya."  

Membangun jiwa dan badan ini menyiratkan makna, bahwa jiwa terlebih dahulu yang harus dibangun. Yakni membangun jiwa kebangsaan, ruh nasionalisme, semangat berbangsa dan bernegara, serta mental spiritual dengan sangat prima, dan menjadi prioritas utama. Setelah jiwa terbangun, baru membangun badan (fisik). Pembangunan fisik ini meliputi banyak hal, antara lain teknologi, infrastruktur, dan kemapanan atau kemandirian masyarakat.

Namun demikian, harus dipahami bahwa keduanya, yakni membangun jiwa dan badan, adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dengan harapan, generasi penerus yang akan datang, semakin baik dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan.

Namun faktanya, membangun badan lah yang sering di gembar-gemborkan, dan seakan menomorduakan pembangunan jiwa (karakter). Padahal mestinya, membangun jiwa inilah yang pertama dan harus diutamakan.

Hanya saja, memang membangun jiwa anak bangsa ini sangatlah sulit dilakukan. Ini juga tidak bisa diserahkan kepada satu atau dua pihak, melainkan semua elemen bangsa harus terlibat dalam upaya membangun jiwa anak bangsa yang berkarakter.

Melalui pembangunan jiwa ini pula, maka internalisasi nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, tanggung jawab, dan menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan Bhinneka Tungal Ika sebagai landasan hidup berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Bagaimana jika hanya membangun badan yang diutamakan dan mengesampingkan pembangunan jiwa? Barangkali, tragedi bahwa hasil yang akan dilihat hanyalah orang-orang yang tidak kreatif, hanya mencari kerja tanpa memikirkan untuk mebuka peluang kerja sendiri, koruptor, pelajar yang menempuh pendidikan hanya untuk mendapatkan ijazah, atau penguasa yang akan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

Kearifan Lokal

Membangun jiwa, karakter, bukan hal mudah. Butuh proses panjang dan memakan waktu lama, namun ini harus dilakukan. Jepang bisa menjadi contoh yang sangat baik dalam hal pembangunan jiwa dan karakter warga negaranya: meski menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan teknologi dunia tetapi nilai-nilai, kearifan, dan budayanya tetap terjaga.

Namun sebenarnya, Indonesia juga memiliki banyak kelompok masyarakat yang bisa menjadi teladan dalam hal pembangunan jiwa (karakter). Salah satunya adalah masyarakat Samin atau yang dikenal pula dengan Sedulur Sikep.

Masyarakat Samin adalah sekelompok masyarakat adat yang hingga kini, masih menjaga nilai-nilai luhur dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Lugu, jujur, bersikap apa adanya, menghargai sesama dan lingkungan, sehingga tidak mau mengeksploitasi alam sekehendak hatinya.

Pandangan Samin terhadap lingkungan, misalnya, misalnya membutuhkan kayu untuk membangun tempat tinggal, maka akan mengambil secukupnya. Contoh lain yang sangat menarik, yaitu bahwa mereka memandang bumi (alam) itu sebagai ‘’ibu’’.

Artinya, bumi, lingkungan inilah sarana mereka mendapatkan rizki untuk menghidupi keluarga. Dalam mengelola lahan pertanian, masyarakat Samin pun memperlakukan dengan sebaik-baiknya.

Akhirnya, dalam suasana memperingati kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia ini, membangun jiwa ini harus dibumikan dan diinternalisasikan dalam sanubari para generasi bangsa dan masyarakat secara umum. Dengan begitu, membangun jiwa lalu membangun badan, tidak akan sekadar konsepsi yang disadari saat menyanyikan lagu Indonesia Raya saja. Semoga! (*)

Dwi Ariyanti
Mahasiswa semester tiga Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK). Aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi. Artikel ini dimuat di Harian Jateng Ekspres edisi 25 Agustus 2015.

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06987910
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
1021
1589
8166
6966130
9092
36605
6987910

IP: 192.168.1.45
Jam Server: 2020-08-08 18:23:43

Kami memiliki 19 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top