Menu

Perspektif Pemuliaan Sungai

Oleh Rosidi

ADA lontaran menarik Gubernur H. Ganjar Pranowo dalam rapat persiapan pelaksanaan Kongres Sungai Indonesia (KSI) di Puri Gedeh, Semarang, Senin malam (3/8/2015). ‘’Daripada MUI (majelis Ulama Indonesia/MUI) membikin fatwa haram BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) mending bikin fatwa haram membuang sampah di sungai.

Sebuah lontaran yang nampaknya sebagai gurauan saja, apalagi itu disampaikan pula dengan nada yang jauh dari serius. Tetapi jika dicermati lebih jauh, maka sebenarnya apa yang dilontarkan Ganjar Pranowo itu merupakan sebuah kegelisahan, bahkan lebih jauh lagi ungkapan keprihatinan atas kondisi sungai-sungai yang kondisinya memang sangat memperihatinkan.

Pertama, tempat buang sampah. Membuang sampah di sungai, bukan lagi sebuah kasuistik, melainkan sudah menjadi realitas yang banyak terjadi di berbagai wilayah di Jawa Tengah, bahkan mungkin di Indonesia.

Fenomena membuang sampah di sungai, ini tidak sekadar dilakukan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai, tetapi tak jarang penulis melihat, pengendara motor atau mobil membawa sampah dan kemudian berhneti untuk membuang sampah dengan cara melemparnya saat menemukan sungai.

Kedua, pendangkalan. Orang-orang yang suka membuang sampah di sungai, seakan tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan berdampak buruk bagi sungai dan juga lingkungan sekitar. Pendangkalan adalah hal yang tidak dapat dimungkiri. Selain itu, penumpukan sampah sungai, dikhawatirkan akan berkontribusi bagi terjadinya banjir.

Studi menarik pernah dilakukan Abdul Muhari, peneliti Indonesia pada Hazard and Risk Evaluation di International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS), Tohoku University, pada Januari 2013.

Hasil studi yang dilakukan, antara lain mengasilkan kesimpulan bahwa penumpukan sampah di sungai-sungai di Jakarta, diyakini sebagai salah satu penyebab parahnya banjir yang sering terjadi. (Kompas, 20/1/2014)

Ketiga, terjadinya defisit air sungai akibat siklus hidrologi tak berjalan normal (alamiah). Ancaman yang ditimbulkan, antara lain ketersediaan sumber air olahan untuk penyediaan  air bersih menipis dan sulitnya petani dalam mengolah lahannya.

Kondisi sungai di tanah air saat ini, memang berada dalam suatu dilema. Sungai tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang penting. Padahal dalam sejarah  kehidupan masyarakat,  sungai berada di ruang terdepan, sehingga mestinya dipelihara dan dimuliakan, karena sungai adalah kehidupan yang menjamin kelangsungan dan kesejahteraan hidup.  

Fatwa Penyelamatan

Berbagai bencana yang muncul akibat kerusakan sungai, baik karena sampah-sampah masyarakat yang dibuang seenaknya maupun aktivitas masyarakat lain yang berdampak buruk bagi sungai, mesti menjadi perhatian bersama para pihak.

Kesadaran masyarakat akan fungsi dan peran sungai, juga harus ditumbuhkan. Dengan begitu, maka masyarakat tidak akan memandang sebagai sesuatu yang tidak harus dijaga, melainkan anugerah yang harus dirawat sebaik mungkin, karena tak sedikit masyarakat menggantungkan kehidupan dan perekonomian keluarga dari sini.

Terkait upaya pemuliaan sungai, fatwa penyelamatan membuang sampah atau aktivitas lain yang bisa merusak sungai, sebagaimana dilontarkan Gubernur Ganjar Pranowo, perlu dipertimbangkan. Ini akan menjadi dorongan secara teologis, sehingga masyarakat akan memiliki kesadaran untuk memuliakan sungai.

Islam, secara teologis sebenarnya telah memberikan dukungan untuk memuliakan sungai dan lingkungan secara umum. Dalam al-Qur’an ditegaskan, ‘’Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allâh sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (al-A’râf/7:56).

Dalam upaya merealisasikan gagasan mengeluarkan fatwa penyelamatan sungai dari aktivitas masyarakat yang suka membuang sampah dan merusak sungai, pemerintah provinsi Jawa Tengah perlu membangun komunikasi dengan berbagai pihak, khususnya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi keagamaan lain seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk memformulasikan dan mengkajinya.

Tentunya, dalam melakukan kajian ini, tidak bisa melupakan akademisi atau pakar-pakar lingkungan dari berbagai Perguruan Tinggi (PT), Komunitas Sungai, dan juga budayawan untuk memberikan pandangan (perspektif)-nya.

Upaya menggagas fatwa penyelamatan sungai ini menjadi penting dan memenuhi momentumnya, dengan akan digelarnya Kongres Sungai Indonesia (KSI) untuk kali petama di Banjarnegara pada 26-30 Agustus yang diharapkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Akhirnya, jika kemudian fatwa perlunya penyelamatan sungai ini benar-benar bisa terwujud, maka akan menjadi angin segar bagi gerakan Restorasi Sungai Indonesia (RSI) yang diinisiasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Dengan begitulah, sebagaimana disampaikan guru besar UGM, Prof. Dr. Suratman, diharapkan sungai yang notabene poros maritim, akan kembali kepada fungsinya sebagai penopang perekonomian dan kehidupan masyarakat. (*)

Rosidi, staf Humas Universitas Muria Kudus (UMK). Artikel ini dimuat di Harian Suara Merdeka edisi 28 Agustus 2015.

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06987977
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
1088
1589
8233
6966130
9159
36605
6987977

IP: 192.168.1.45
Jam Server: 2020-08-08 19:03:01

Kami memiliki 24 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top