Menu

Mengangkat Harkat Relawan Bencana

Oleh Kasmi’an

Setiap kali bencana terjadi di negeri ini, satu elemen penting yang tidak bisa dinafikan keberadaan dan perannya dalam melakukan evakuasi dan operasi SAR, yaitu relawan bencana yang umumnya tergabung di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kepanjangan organisasinya di tingkat kabupaten/ kota (BPBD).

Hal itu bisa kita saksikan pula dalam bencana tanah longsor di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sejak 24 Maret lalu.  Para relawan saling bahu membahu mengevakuasi korban bencana dan rentetan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Tak bisa disangkal, para relawan, sebagaimana bisa disimak dalam berbagai pemberitaan di media massa, perannya sangat penting. Bahkan bisa dibilang, tanpa keberadaan relawan bencana itu, kegiatan evakuasi korban bencana dan rentetan kegiatan yang melingkupinya, tidak akan maksimal.

Pertanyaannya kemudian, apakah para relawan itu juga dipikirkan keselamatannya dalam tugas kemanusiaan yang seringkali dilakukannya? Ini menjadi pertanyaan penting untuk diajukan, karena dalam setiap kegiatan Search and Rescue (SAR), para relawan juga rentan menghadapi risiko-risiko atas keselamatannya.

Undang-undang (UU)No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan, bencana merupakan peristiwa (rangkaian peristiwa)yang mengancam, mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkanoleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Selengkapnya: Mengangkat Harkat Relawan Bencana

Urgensi Sikap ‘Kepo’ Guru Abad XXI

Mutohhar S.Pd. M.Pd.

Pergantian dari satu masa ke masa, menjadi keniscayaan (sunnatullah) dalam kehidupan. Abad XIX berganti abad XX dan kini kita berada di abad XXI, yang dalam pandangan banyak kalangan, merupakan abad yang menentukan untuk kelangsungan di abad-abad berikutnya.

‘Asumsi’ abad XXI sebagai abad yang akan menentukan pada periode selanjutnya, bisa jadi tidak berlebihan. Karena faktanya, di abad ini, banyak sekali terjadi perubahan-perubahan dalam segala lini kehidupan masyarakat, tak terkecuali dunia pendidikan.

Perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan ini, tentunya juga menuntut adanya pemahaman dan pemaknaan yang berbeda pula. Khususnya, bagaimana peran dan tugas guru dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proses pembelajaran.

Dalam hal kemudahan mendapatkan akses informasi, misalnya, yang bisa diperoleh oleh siapa saja, perlu mendapatkan respons dan pensikapan secara bijak. Pada masa dulu, guru bisa mengangap dirinya sebagai pusat pengetahuan dan informasi, namun kini, bisa jadi sekadar pembanding saja. Lantaran penentu benar tidaknya informasi, bisa didapatkan peserta didik sendiri melalui kemudahan akses informasi yang ada.

Sebuah pengetahuan dan informasi yang didapatkan peserta didik, barangkali pula lebih dulu didapat sebelum seorang guru menyampaikan dalam proses pembelajaran di kelas. Jika ini yang terjadi, maka tidak salah jika kemudian murid yang lebih mempercayai media informasi ketimbang guru yang menyampaikan materi di kelas.

Maka, selayaknya guru saat ini bersikap kepo, yang dalam bahasa ‘anak gaul’ abad ini dimaknai dengan rasa keingintahuan yang berlebihan terhadap sesuatu. Kendati kelihatannya negatif, namun guru bisa mengubahnya sebagai energi positif yang bisa berdampak baik dalam proses pembelajaran di sekolah.

Sikap kepo ini menjadi penting, karena pengetahuan dan ilmu pengetahuan di dunia ini, mengalami perkembangan yang begitu cepat, sehingga memungkinkan adanya banyak temuan-temuan atau teori–teori baru.

Selengkapnya: Urgensi Sikap ‘Kepo’ Guru Abad XXI

Peran Perempuan dalam Keluarga dan Negara

Dr. Mamik Indaryani M.Si.

“Kesetaraan perempuan dan laki-kaki untuk mewujudkan Indonesia bebas dari kekerasan, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan”, menjadi tema menarik peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 ini.

Sepintas, tema itu masih berkutat pada permasalahan di ranah domestik dan  berdampak pada aktivitas manusia, terkait relasi gender dalam berbagai  aspek kehidupan  di era global ini, yang diwarnai semakin  pentingnya jati diri baik sebagai diri maupun bangsa. Akan tiba pada masanya, penghuni dunia dihadapkan standar-standar yang mendorong  produk, aktivitas dan ekspresi tidak lagi memiliki ciri khas karena bersifat homogen.

Persoalan di ranah domestik belum selesai, persoalan di ranah publik sudah banyak bergeser. Jika kita tidak lagi saling peduli, mengingat dan saling mengingatkan, maka yang terjadi adalah bahwa manusia kehilangan eksistensinya sebagai makhluk yang paling mulia dan memiliki tugas sebagai pengelola bumi dan isinya, bagi generasi berikutnya dan digantikan oleh peran teknologi yang membutakan manusia.

Teknologi sejatinya adalah alat, bukan tuhan, sehingga harus tetap dalam kendali manusia. Ia sekadar hasil karya manusia yang diizinkan Tuhan bagi “kesejahteraan “ manusia, yang harus berdampak pada kesejahteraan keluarga dan seluruh anggotanya.

Keluarga sebagai unit masyarakat terkecil, apakah sebagai keluarga “nuclear” atau “batih”, pada dasarnya menjadi akar dari seluruh peristiwa gagal dan berhasilnya anggota, yang terdiri dari bapak-ibu-anak dan keluarga lainnya, untuk beradaptasi dalam hidup yang terus mengalami perubahan sangat cepat.

Selengkapnya: Peran Perempuan dalam Keluarga dan Negara

Sinergi Kembangkan Wisata Karimunjawa

(Sebuah Catatan Perjalanan)

Oleh Arofatul Ulya

Kedatangan tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2016 di Pelabuhan Karimunjawa, disambut dengan semilir angin yang menyejukkan. Melengkapi sejuknya hati yang terpesona dengan keindahan laut Nusantara selama perjalanan.

Tim ENJ di Karimunjawa berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Di pulau itu, para mahasiswa melakukan pengabdian atau aktivitas sosial, guna mendukung progran pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Karimunjawa di Jepara, Jawa Tengah, tengah menjadi idola bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara, untuk berkunjung. Tak heran. Keindahan pantai dan alamnya yang memesona, menjadi salah satu bukti kekayaan maritim di negeri ini.

Pantai-pantai yang ada, antara lain Bunga Jabe, Gun Lele, Koin, Barakuda, Cikmas, Tanjung Gelam, Annora, Asari Timo’, dan Batu Kuda, pasti akan membuat siapa saja yang datang, betah dan ingin mengeksplorasi keindahan pantainya, berikut keindahan bawah lautnya yang rupawan.

Ini masih ditambah dengan kekayaan hayati yang melimpah, seperti rumput laut, aneka macam jenis ikan, dan terumbu karangnya. Ada juga aneka biota laut yang telah mati, dan biasanya dijadikan suvenir khas Karimunjawa, yang perekonomian masyarakatnya banyak ditopang oleh hasil laut.

Kendati saat ini, Karimunjawa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, namun dalam pengelolaannya, masih memerlukan pembenahan-pembenahan, agar lebih dikenal lagi dan memberikan kontribusi secara ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat.

Selengkapnya: Sinergi Kembangkan Wisata Karimunjawa

Halaman 1 dari 16

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06735814
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
250
175
536
6733520
5281
25969
6735814

IP: 192.168.1.34
Jam Server: 2019-04-23 19:35:06

Kami memiliki 11 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top