Menu

Mutiara Ramadhan

Ramadan dan Solidaritas untuk Pengungsi Rohingya

Tidak semua umat Islam melaksanakan puasa Ramadan dengan kenyamanan di negara asal. Bisa jadi karena tugas belajar atau bekerja di luar negeri, namun bisa juga lantaran memang sedang menghadapi musibah, sebagaimana pengungsi Rohingya di Aceh.

Keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh, sebagaimana diberitakan banyak media massa nasional maupun internasional, memang menjadi kasus pelik yang memprihatinkan, sehingga menjadi perhatian banyak warga dunia.Namun tidak melulu cerita sedih saja yang bisa disimak dari keberadaan ribuan pengungsi Rohingya di Aceh itu. Di sana, ada pula cerita-cerita (kisah) menarik yang bisa menjadi teladan, khususnya pada Ramadan ini.

Solidaritas terhadap pengungsi Rohingya, adalah satu yang bisa dijadikan teladan bersama. Betapa atas nama kemanusiaan, bantuan harus diberikan kepada orang yang membutuhkan atau terkena musibah, tanpa melihat status etnis, kewarganegaraan, dan agama.Atas nama kemanusiaan juga, warga dengan senang hati, semampunya, memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya, termasuk menyiapkan menu sahur dan buka puasa bagi mereka yang berpuasa.

Di luar itu banyak pula kelompok masyarakat dan komunitas yang saling bau membahu, menyisihkan sebagian rizkinya untuk disumbangkan bagi kepentingan para pengungsi Rohingya di Aceh tersebut. Bahkan kini telah lahir sebuha kelompok yang sangat peduli kepada para pengungsi itu, yakni Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR).

Di Malang, Jawa Timur, sebagaimana dilansir salah satu media nasional, memasuki Ramadan, warga mendonasikan uang mereka untuk pengungsi Rohingya di Aceh, yang kemudian disalurkan melalui sejumlah lembaga zakat dan dakwah, dan juga KNSR.

Ya, ada kisah pilu di balik keberadaan para pengungsi Rohingya di Aceh. Namun tidak semata-mata kisah pilu dan sedih saja yang muncul di sana. Ada juga heroik dan keteladanan yang bisa diambil hikmah dan pelajaran bagi semua. Wallahu a’lam. (Rosidi-Portal)

Ramadhan dan Penumbuhan Ritus Sosial

SEBAGAIMANA umumnya, setiap kali Ramadhan datang, masjid-masjid, mushalla, dan pondok-pondok pesantren, selalu semarak dengan kegiatan keagamaan. Mulai dari shalat tarawih dan witir berikut kuliah tujuh menit (kultum)-nya maupun tadarus al-Qur’an.

Kajian-kajian kitab kuning (kitab salaf), hingga kajian-kajian kitab, baik pada pagi maupun sore menjelang berbuka puasa, tidak lagi menjadi ‘’monopoli’’ pesantren-pesantren. Masjid-masjid dan mushalla pun tak sedikit yang menyelenggarakan kajian kitab dengan mendatangkan kiai-kiai yang mumpuni.

Di luar aktivitas puasanya sendiri, ada hal yang bisa menjadi perhatian dan pemikiran bersama. Yakni bahwa puasa itu tidak sekadar menahan lapar dan dahaga sebagaimana ketentuan yang telah ditentukan.

Lebih dari itu, paling tidak, ada dua makna penting yang terkandung. Pertama; membangun solidaritas. Bangunan silaturahmi dan solidaritas ini terbangun melalui banyak hal, mulai dari kegiatan tarawih di masjid atau mushalla, keakraban yang terjalin dalam aktivitas tadarus, dan juga melalui tradisi-tradisi yang berlangsung.

Di kampung-kampung ada tradisi yang menarik, seperti tongtek (kentongan) menjelang sahur, ada masjid yang memiliki tradisi tebuh bedug di masjid Jekulo Kauman, dan tentunya pembacaan tarkhim. Ini antara lain bentuk-bentuk solidaritas yang terbangun, sebagai rasa kebersamaan dengan mengingatkan sesama untuk makan sahur.

Di luar itu, ada kewajiban zakat fitrah sebelum Idul Fitri, yang merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Islam terhadap anak-anak yatim, fakir-miskin dan asnaf (golongan) lain yang berhak menerimanya.

Dari berbagai aktivitas keagamaan yang memiliki dimensi sosial pada saat Ramadhan ini, sebenarnya cukup menjadi bekal agar seseorang memiliki kesalehan sosial dalam arti yang sebenarnya.

Yaitu bahwa Ramadhan ini membawa dampak positif bagi kehidupan umat Islam, di luar bulan puasa. Artinya, kepedulian sosial akan meningkat dalam laku keseharian, di luar kewajiban personal dalam konteks menyembah Allah SWT. sebagai seorang hamba.

Dengan meningkatnya kepedulian sosial, secara tidak langsung akan membantu mengentaskan problem-problem sosial, khususnya kemiskinan, sekaligus menguatkan keberdayaan masyarakat.

Kepedulian sosial Ini bisa dilakukan dengan memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar yang terjangkau, semampunya. Semoga ibadah puasa selama Ramadan, membawa barokah, kebaikan, dan mendorong kesalehan sosial di kalangan umat Islam. (Rosidi-Portal)

Halaman 2 dari 2

Info Kopertis Wilayah VI

Info RISTEKDIKTI

Tajug

Informasi, Inspirasi dan Penumbuh Harapan

Oleh Dr. Suparnyo SH. MS.

9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Untuk itu, secara pribadi maupun institusi, Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers kita akan semakin baik secara kualitas, sehingga benar-benar bisa mengambil peran maksimal sebagai pilar keempat demokrasi.


Kepedulian Sosial Pasca Ramadhan

Oleh H. Suparnyo

Tak terasa, Ramadhan 1437 H / 2016 M akan segera berlalu dan Idul Fitri sudah di depan mata. Selama Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadahnya, salah satunya ditandainya dengan tumbuhnya rasa kepedulian sosial atau kedermawanan.


Ramadhan dan Etos Keilmuan Santri

Oleh H. Suparnyo

Mengawali tulisan ini, atas nama pimpinan Universitas Muria Kudus (UMK), saya ucapkan selamat menunaikan puasa Rama-dhan 1347 H. / 2016 M. kepada segenap sivitas akademika UMK secara khusus dan umat Islam sedunia umumnya.


Read More

Pengunjung

06805639
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
129
248
1963
6800280
5359
15138
6805639

IP: 192.168.1.34
Jam Server: 2019-12-14 04:00:30

Kami memiliki 82 tamu online

UMK DI GOOGLE MAP

Polling

Menurut Anda tampilan apa saja yang perlu dibenahi dari Website UMK ?

Desain - 43.1%
Warna - 16.5%
Menu - 11.8%
Tata Letak - 23.3%
Tidak Ada - 5.3%

Total votes: 399

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum

Manajemen

Pendidikan Dasar

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top