Artikel

Beda Cara Taubat kepada Allah dan Manusia

UMK - Imam Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), ustadz M. Islahul Umam mengajak umat, untuk senantiasa bertaubat kepada Allah SWT. dan saling memaafkan kepada sesama manusia.

Hal itu disampaikannya dalam kajian ke-Islam-an pada Kamis lalu (5/1/2016). Dia menjelaskan, taubat itu dibedakan menjadi dua, yaitu taubat kepada Allah SWT. dan taubat kepada manusia.

‘’Tentunya, rukun taubat kepada Allah SWT dan manusia, itu berbeda. Bertaubat kepada Allah SWT., dengan jalan menyesali dan niat sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi dosa yang telah dilakukannya,’’ katanya.

Gus Umam –sapaan akrabnya- mengutarakan, bahwa bertaubat kepada manusia justru sangat sulit dilakukan. Karena selain meminta maaf, juga mesti meminta ridla atas salah (dosa) yang diperbuat kepada seseorang.

‘’Jika kita melakukan salah (dosa) kepada manusia, tak cukup dengan menyesalinya saja. Selain itu, harus mengembalikan barang kepada pemiliknya jika itu adalah kasus pencurian. Jikalau sudah tidak tahu siapa pemilik maupun ahli warisnya, maka harta yang sudah diambil harus dibelanjakan untuk kepentingan umat (kepentingan umum),’’ jelasnya.

Kendati demikian, dalam permasalahan membicarakan aib orang lain (ghibah), tidak diharuskan memberitahukan kepada yang bersangkutan, untuk menghindari terjadinya permasalahan baru.

“Tetapi perlu digarisbawahi, bahwa masalah ghibah cukup dengan memohon (meminta) ampun, dengan tujuan menyeimbangkan catatan amal di akhirat nantinya,’’ lanjut Gus Umam menambahkan.

Di akhir kajian pada Kamis siang itu, Gus Umam mengatakan, bahwa Allah SWT. adalah dzat Yang Maha Memaafkan, sehingga sebesar apapun manusia berbuat dosa, selama ada kesempatan dan nyawa masih di kandung badan, insyaAllah taubat akan diterima.

“Dikisahkan, dulu ada seseorang yang mati dalam perjalanan menuju tempat bertaubat, akan tetapi taubatnya diterima Allah SWT., meskipun orang itu belum sempat beribadah dan telah melakukan dosa besar,’’ tuturnya. (Wahab-Portal)